LKPDPertemuan 16Bab 3Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 4: Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan pergaulan sehari-hari

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan pergaulan sehari-hari".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 4: Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan pergaulan sehari-hari

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 16

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan pergaulan sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan pergaulan sehari-hari
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensimu pada bagian atas lembar kerja.
  • Bacalah setiap teks pengantar dan petunjuk kegiatan dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai instruksi pada tiap kegiatan.
  • Tanyakan kepada gurumu jika ada instruksi atau kata yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menandai Bukti Sikap Bangga Berbahasa Indonesia di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 pernyataan perilaku pergaulan sehari-hari berikut ini dengan saksama.
  2. Tentukan apakah perilaku tersebut mencerminkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan atau belum.
  3. Beri tanda centang (✓) pada kolom 'Bangga' jika perilaku menunjukkan sikap bangga, atau pada kolom 'Belum Bangga' jika belum menunjukkan sikap bangga.
  4. Tuliskan satu alasan singkat mengapa perilaku tersebut tergolong bangga atau belum bangga pada kolom alasan yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Perilaku 1: Made menggunakan bahasa Indonesia yang sopan saat berkenalan dan bermain dengan teman baru dari suku yang berbeda di taman bermain.

Ruang tabel jawaban

2. Perilaku 2: Roni merasa malu dan enggan memakai bahasa Indonesia saat berbicara di depan kelas karena menganggap bahasa asing lebih hebat.

Ruang tabel jawaban

3. Perilaku 3: Siti dan Dayu senang belajar dan menyanyikan lagu anak bertema persatuan dalam bahasa Indonesia bersama teman-teman tetangga.

Ruang tabel jawaban

4. Perilaku 4: Doni sengaja mengejek teman yang berusaha berbicara bahasa Indonesia saat kerja kelompok di lingkungan rumah.

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris dengan 4 kolom: Nomor & Perilaku, Kolom Centang Bangga [ ], Kolom Centang Belum Bangga [ ], dan Kolom Alasan Singkat.

Kegiatan 2: Menunjukkan Sikap dalam Cerita Pergaulan di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita singkat tentang keragaman bahasa di lingkungan RT 04 berikut ini.
  2. Cerita: Di pos ronda dan lapangan bulu tangkis RT 04, warga berasal dari berbagai suku: ada suku Sunda, Jawa, Minang, dan Bugis. Saat bermain bersama di lapangan, anak-anak sempat kesulitan karena Edo berbicara memakai bahasa daerahnya sendiri tanpa diselingi bahasa Indonesia, sehingga Udin tidak mengerti maksudnya dan terjadi kesalahpahaman.
  3. Jawablah dua pertanyaan berdasarkan cerita tersebut untuk menunjukkan tindakan nyata sikap bangga berbahasa Indonesia.

Pertanyaan:

1. Tindakan apa yang harus ditunjukkan oleh anak-anak di lapangan RT 04 untuk menunjukkan rasa bangga memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan?

2. Tunjukkan 2 contoh kalimat sapaan atau ajakan sederhana dalam bahasa Indonesia yang dapat kamu gunakan untuk mengajak teman berbeda suku bermain bersama di lingkungan rumahmu!

Kolom uraian bergaris untuk jawaban nomor 1 (3-4 baris), dan dua baris isian untuk menuliskan 2 kalimat pada nomor 2.

Kegiatan 3: Pohon Ikrar: Menunjukkan Tekad Bangga Berbahasa Persatuan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna/krayon (opsional untuk mewarnai bingkai)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tuliskan satu wujud tindakan nyata yang akan kamu tunjukkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pergaulan sebagai bukti bangga berbahasa Indonesia.
  2. Tuliskan tekadmu ke dalam kartu/bingkai daun yang tersedia.
  3. Bacakan tekadmu secara bergantian kepada teman di sebelahmu dengan lantang dan penuh rasa percaya diri.
  4. Lanjutkan dengan mengisi refleksi akhir pembelajaran dan merapikan lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Tuliskan satu tindakan nyata yang akan kamu lakukan di lingkungan bermain/sekolah yang menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang berbahasa satu, bahasa Indonesia!

Bingkai gambar daun/kartu ikrar berukuran setengah halaman dengan baris penulisan kalimat tekad: 'Tekad Banggaku: Saya menunjukkan rasa bangga berbahasa Indonesia dengan cara ....'

REFLEKSI

1. Bagaimana perasaanmu ketika dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk berteman akrab dengan teman yang berbeda suku di lingkungan sekitarmu?

2. Sikap apa yang paling mudah kamu tunjukkan setiap hari sebagai bukti bangga memiliki bahasa persatuan, bahasa Indonesia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.