LKPDPertemuan 14Bab 3Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 4: Menunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu dalam musyawarah pemilihan ketua kelas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 4 dengan topik "Menunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu dalam musyawarah pemilihan ketua kelas".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 4: Menunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu dalam musyawarah pemilihan ketua kelas

Pendidikan Pancasila - Kelas 4

Bab 3 Pertemuan 14

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu dalam musyawarah pemilihan ketua kelas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenunjukkan sikap bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana pemersatu dalam musyawarah pemilihan ketua kelas
Alokasi Waktu2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menunjukkan sikap bangga menjadi anak Indonesia yang memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di lingkungan sekitar

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Tuliskan nama lengkap dan nomor presensi pada lembar kerja.
  • Bacalah setiap teks pengantar dan instruksi kegiatan secara teliti.
  • Bekerjasamalah dengan baik dan gunakan bahasa Indonesia yang santun selama beraktivitas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Sikap Bangga Berbahasa Indonesia dalam Musyawarah

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cerita singkat musyawarah pemilihan ketua kelas di bawah ini dengan saksama.
  2. Cerita: 'Kelas 4 sedang mengadakan musyawarah pemilihan ketua kelas. Murid di kelas berasal dari berbagai suku bangsa; ada Edo dari Papua, Wayan dari Bali, Siti dari Jawa, dan Butet dari Batak. Saat menyampaikan usulan calon ketua kelas, Wayan dan Siti bersepakat menggunakan bahasa Indonesia agar semua teman mengerti. Edo merasa senang dan bangga karena dapat memahami semua usulan dengan jelas. Namun, ada satu usulan yang disampaikan teman menggunakan bahasa daerah sendiri sehingga teman lain kebingungan.'
  3. Tandai perilaku yang menunjukkan sikap bangga menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan cerita di atas, beri tanda centang (✓) pada kolom 'Menunjukkan Sikap Bangga' atau 'Belum Menunjukkan Sikap Bangga' untuk setiap tindakan berikut: (a) Wayan dan Siti memilih menggunakan bahasa Indonesia saat musyawarah agar semua teman paham, (b) Edo merasa senang dan terbantu karena musyawarah memakai bahasa Indonesia, (c) Menggunakan bahasa daerah sendiri saat musyawarah kelas sehingga teman dari suku lain tidak mengerti.

Ruang tabel jawaban

2. Tunjukkan alasan mengapa tindakan Wayan dan Siti yang memilih memakai bahasa Indonesia dalam musyawarah mencerminkan sikap bangga terhadap bahasa persatuan!

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Pernyataan Tindakan a, b, c), Kolom 2 (Menunjukkan Sikap Bangga), Kolom 3 (Belum Menunjukkan Sikap Bangga). Di bawah tabel, sediakan 3 baris bergaris untuk menuliskan alasan nomor 2.

Kegiatan 2: Menunjukkan Sikap Bersatu dalam Simulasi Musyawarah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Lembar kerja kelompok/individu

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 5 orang.
  2. Lakukan musyawarah singkat untuk menentukan usulan kriteria ketua kelas (misalnya: jujur, adil, bertanggung jawab).
  3. Setiap anggota kelompok WAJIB menunjukkan sikap bangga berbahasa persatuan dengan menyampaikan minimal 1 kalimat usulan menggunakan bahasa Indonesia yang santun.
  4. Catat kalimat usulan yang telah kamu sampaikan secara langsung kepada teman kelompokmu pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Tuliskan kalimat usulan yang kamu sampaikan saat musyawarah kelompok dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai wujud bangga berbahasa persatuan!

2. Tunjukkan 2 bukti nyata yang kamu dan kelompokmu rasakan saat semua anggota bersedia menggunakan bahasa Indonesia selama musyawarah berlangsung!

Nomor 1: Kolom isian 2 baris untuk kalimat usulan. Nomor 2: Dua poin baris bergaris untuk menuliskan bukti nyata kerukunan/saling memahami.

Kegiatan 3: Menampilkan Komitmen Bangga Berbahasa Indonesia di Lingkungan Sekitar

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil/Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 situasi pergaulan di lingkungan sekolah dan sekitarmu pada lembar kerja.
  2. Tunjukkan sikap bangga berbahasa Indonesia yang tepat untuk setiap situasi agar tercipta persatuan.
  3. Setelah menyelesaikan kegiatan 3, lanjutkan menjawab pertanyaan refleksi diri pada bagian akhir LKPD.

Pertanyaan:

1. Situasi A: Saat bermain di halaman sekolah bersama teman-teman dari suku yang berbeda, sikap bangga berbahasa Indonesia apa yang kamu tunjukkan agar permainan tetap rukun?

2. Situasi B: Saat ada teman baru pindahan dari daerah lain yang belum lancar bahasa daerah setempat, tindakan bangga berbahasa Indonesia apa yang kamu tunjukkan?

3. Situasi C: Dalam kerja kelompok di kelas, ada teman yang ingin memakai bahasa daerahnya sendiri padahal anggota lain tidak paham. Sikap apa yang kamu tunjukkan?

Kotak uraian terpisah untuk masing-masing Situasi A, Situasi B, dan Situasi C (masing-masing 2-3 baris kosong). Termasuk alokasi waktu untuk refleksi kelas dan penutup.

REFLEKSI

1. Apakah kamu merasa bangga menggunakan bahasa Indonesia saat bermusyawarah dan berbicara dengan teman dari berbagai daerah? Mengapa?

2. Kapan kamu akan terus menunjukkan sikap bangga berbahasa Indonesia dalam kegiatan sehari-hari di sekolah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.