LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 3: Bahasa Indonesia: Bahasa Persatuan Anak Indonesia
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3 dengan topik "Bahasa Indonesia: Bahasa Persatuan Anak Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 3: Bahasa Indonesia: Bahasa Persatuan Anak Indonesia
Pendidikan Pancasila - Kelas 3
Bab 1 - Pertemuan 8
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bahasa Indonesia: Bahasa Persatuan Anak Indonesia INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Aku Kenal Temanku! 🌏Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Perhatikan gambar berikut! [GAMBAR: Dua anak sedang bercakap-cakap. Anak pertama memakai baju batik Jawa, berkata: 'Halo! Namaku Budi dari Jawa Tengah. Salam kenal!' Anak kedua memakai baju adat Batak, berkata: 'Halo juga! Aku Sari dari Sumatera Utara. Senang berkenalan denganmu!'] Bahasa apa yang digunakan Budi dan Sari untuk berbicara satu sama lain? Tuliskan jawabanmu! 2. Mengapa Budi dan Sari tidak menggunakan bahasa daerah masing-masing saat berbicara? Pilih alasan yang paling tepat dan beri tanda ✓, lalu jelaskan pilihanmu! ☐ a. Karena bahasa daerah mereka susah dipelajari Penjelasanku: 3. Lengkapi tabel di bawah ini! Tuliskan nama daerah asal dan satu contoh bahasa daerah dari teman atau orang yang kamu kenal. Jika tidak tahu, boleh tanya gurumu!
Tulis jawaban nomor 1 dan 2 di kotak jawaban masing-masing (minimal 1–2 kalimat). Untuk nomor 3, isi tabel 4 kolom: No., Nama Teman/Orang, Daerah Asal, Bahasa Daerah. Kegiatan 2: Ayo Buat Percakapan Seru! 🗣️Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tentukan peranmu dan peran temanmu! Isi bagian berikut: Namaku : ________________ Nama temanku : ________________ 2. Tuliskan naskah percakapanmu di sini! Gunakan format: [Nama Anak 1]: ... Ingat, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan sopan ya! 3. Setelah membuat percakapan, jawab pertanyaan ini: Nomor 1: isi titik-titik identitas diri dan teman. Nomor 2: tulis naskah percakapan minimal 4 baris (2 orang × 2 giliran), format dialog bernama. Nomor 3: tulis uraian bebas minimal 2 kalimat. Kegiatan 3: Aku Bangga Berbahasa Indonesia! 🇮🇩Estimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Gambarkan sebuah situasi di mana kamu menggunakan bahasa Indonesia untuk berbicara dengan teman yang berbeda suku bangsa atau daerah. Gambar boleh sederhana (seperti komik kotak)! Beri judul gambarmu dan tuliskan 1 kalimat yang menjelaskan gambarmu. Ruang gambar 2. Diskusi Kelas 💬 Tuliskan 2 pendapatmu dari hasil diskusi: 3. Lengkapi kalimat kebanggaanmu berikut ini dengan kata-katamu sendiri! 'Aku bangga menggunakan bahasa Indonesia karena ...' 'Mulai sekarang, aku akan menggunakan bahasa Indonesia dengan baik saat ...' Nomor 1: kotak gambar kosong ukuran setengah halaman, sediakan tempat untuk judul dan 1 kalimat penjelas di bawah gambar. Nomor 2: tulis 2 pendapat hasil diskusi dalam kalimat terpisah. Nomor 3: tulis isian melengkapi 2 kalimat yang sudah disediakan. REFLEKSI1. Hari ini aku belajar bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan. Ceritakan satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang bahasa Indonesia! 2. Pernahkah kamu berbicara bahasa Indonesia dengan teman yang berbeda suku atau daerah? Bagaimana perasaanmu saat itu? 3. Apa yang ingin kamu lakukan setelah pelajaran ini untuk menunjukkan rasa banggamu menggunakan bahasa Indonesia? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.