LKPDPertemuan 8Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Peran Kementerian dan Lembaga Negara Terkait dalam Pertahanan dan Keamanan Negara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 11 dengan topik "Menganalisis Peran Kementerian dan Lembaga Negara Terkait dalam Pertahanan dan Keamanan Negara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Peran Kementerian dan Lembaga Negara Terkait dalam Pertahanan dan Keamanan Negara

Pendidikan Pancasila - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 8

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Peran Kementerian dan Lembaga Negara Terkait dalam Pertahanan dan Keamanan Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Peran Kementerian dan Lembaga Negara Terkait dalam Pertahanan dan Keamanan Negara
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis peran lembaga-lembaga negara dalam bidang pertahanan dan keamanan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat secara mandiri maupun berkelompok.
  • Gunakan sumber belajar resmi seperti UUD NRI Tahun 1945 (terutama Pasal 30), UU No. 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, serta Buku Teks Siswa Pendidikan Pancasila Kelas 11.
  • Fokuskan analisis kalian pada pembagian peran, fungsi, dan keterkaitan antarlembaga negara dalam bidang pertahanan dan keamanan negara.
  • Tuliskan hasil kerja secara terstruktur pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pemetaan Komparasi Peran Lembaga Pertahanan dan Keamanan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Pendidikan Pancasila Kelas 11
  • UUD NRI Tahun 1945 Pasal 30
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati regulasi dasar mengenai pertahanan dan keamanan negara Republik Indonesia.
  2. Identifikasi dan bandingkan peran serta fungsi utama dari 4 lembaga negara: Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dan Badan Intelijen Negara (BIN).
  3. Lengkapi tabel analisis perbandingan peran dan fungsi masing-masing lembaga sesuai kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis peran dan fungsi utama lembaga negara dalam bidang pertahanan dan keamanan berikut untuk Kemenhan, TNI, Polri, dan BIN!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris dengan format kolom: [Nama Lembaga] | [Fokus Peran dan Fungsi Spesifik] | [Domain Utama: Pertahanan / Keamanan / Intelijen]

Kegiatan 2: Analisis Kasus Sinergi Antarlembaga dalam Penanganan Pelanggaran Batas Wilayah

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus penanganan perbatasan Natuna
  • Buku referensi peraturan perundang-undangan pertahanan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus singkat berikut: 'Terjadi intrusi kapal asing ilegal bersenjata yang memasuki wilayah perairan Natuna Utara, mengambil sumber daya alam secara ilegal, dan mengancam kapal nelayan lokal di zona kedaulatan NKRI.'
  2. Analisis peran masing-masing lembaga terkait (Kemenhan, TNI AL, Polri/Polairud, dan Bakamla) dalam merespons situasi tersebut sesuai batasan kewenangannya.
  3. Jawablah pertanyaan analisis kritis berdasarkan pembagian tugas lembaga negara di bidang pertahanan dan keamanan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus masuknya kapal asing ilegal bersenjata di wilayah laut Natuna Utara, analisislah batas kewenangan operasional antara TNI AL dan Polri (Polairud) agar penanganan situasi tidak tumpang tindih!

2. Analisislah peran strategis Kementerian Pertahanan dalam memastikan kesiapsiagaan TNI saat menghadapi potensi ancaman kedaulatan di wilayah perbatasan laut tersebut!

Kolom jawaban uraian terstruktur: Analisis Batas Kewenangan TNI AL vs Polri (minimal 1 paragraf argumentatif) dan Analisis Peran Strategis Kemenhan (minimal 1 paragraf argumentatif).

Kegiatan 3: Analisis Kritis Pembagian Peran Lembaga dalam Menghadapi Ancaman Siber

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja kelompok
  • Buku Siswa Bab 4 Menjaga Keutuhan NKRI

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati transformasi ancaman pertahanan dan keamanan modern yang kini mencakup ruang siber (serangan siber terhadap infrastruktur vital negara).
  2. Diskusikan dalam kelompok (4-5 murid) mengenai peran Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), BIN, Kementerian Pertahanan, dan Polri dalam menghadapi ancaman siber tersebut.
  3. Rangkum hasil analisis pembagian peran antarlembaga tersebut untuk menjawab pertanyaan diskusi.

Pertanyaan:

1. Mengapa ancaman siber terhadap infrastruktur informasi vital memerlukan pembagian peran yang terintegrasi antara BSSN, Polri, BIN, dan Kemenhan? Analisislah peran khas masing-masing lembaga tersebut!

Format laporan hasil diskusi kelompok: Paragraf pembuka sintesis integrasi ancaman siber, dilanjutkan matriks pembagian peran 4 lembaga (BSSN, Polri, BIN, Kemenhan).

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis peran lembaga-lembaga pertahanan dan keamanan negara, pemahaman baru apa yang kalian peroleh mengenai perbedaan mendasar antara urusan 'pertahanan negara' dan urusan 'keamanan negara'?

2. Menurut analisis kalian, mengapa koordinasi dan sinergi antarlembaga negara di bidang pertahanan dan keamanan sangat krusial dalam menjaga keutuhan NKRI?

3. Bagian mana dari analisis peran lembaga negara ini yang menurut kalian paling menantang dan bagaimana kalian berhasil memahaminya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.