LKPDPertemuan 6Bab 4Fase FSemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Mekanisme Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Indonesia dalam Menjaga Keutuhan Negara

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 11 dengan topik "Menganalisis Mekanisme Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Indonesia dalam Menjaga Keutuhan Negara".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Mekanisme Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Indonesia dalam Menjaga Keutuhan Negara

Pendidikan Pancasila - Kelas 11

Bab 4 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Mekanisme Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Indonesia dalam Menjaga Keutuhan Negara

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Mekanisme Penyelenggaraan Sistem Pemerintahan Indonesia dalam Menjaga Keutuhan Negara
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis sistem pemerintahan Indonesia dalam rangka menjaga keutuhan negara

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus yang disajikan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara kolaboratif dalam kelompok untuk mendiskusikan mekanisme kelembagaan dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia.
  • Gunakan kemampuan bernalar kritis untuk menguraikan bagaimana mekanisme checks and balances serta hubungan pusat-daerah berfungsi menjaga keutuhan NKRI.
  • Tuliskan hasil analisis kelompokmu secara terstruktur pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Mekanisme Checks and Balances dalam Sistem Pemerintahan Presidensial

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas XI
  • Naskah UUD NRI Tahun 1945 (Pasal terkait kekuasaan pemerintahan negara)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok kerja yang terdiri dari 4-5 orang.
  2. Cermati bagan mekanisme checks and balances antara lembaga eksekutif (Presiden), legislatif (DPR), dan yudikatif (MK/MA) dalam sistem presidensial Indonesia pasca-amandemen UUD NRI 1945.
  3. Lakukan analisis mengenai peran mekanisme saling mengawasi dan mengimbangi tersebut dalam mencegah konsentrasi kekuasaan absolut dan dampaknya terhadap stabilitas keutuhan negara.
  4. Lengkapi tabel analisis berikut berdasarkan hasil diskusi kelompok.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis interaksi antarlembaga dalam sistem pemerintahan presidensial Indonesia dan perannya dalam menjaga keutuhan negara pada tabel berikut:

  1. Interaksi Presiden dan DPR dalam pembentukan Undang-Undang,
  2. Pengujian Undang-Undang oleh Mahkamah Konstitusi terhadap kebijakan pemerintah/DPR.
Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Interaksi Antarlembaga Negara), Kolom 2 (Mekanisme Pengawasan/Keseimbangan Konstitusional), Kolom 3 (Analisis Fungsi terhadap Keutuhan NKRI). Tuliskan jawaban langsung pada baris yang telah disediakan.

Kegiatan 2: Analisis Mekanisme Hubungan Pusat-Daerah dalam Kerangka NKRI

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks bacaan studi kasus Otonomi Daerah dan Sistem Kesatuan
  • Kertas plano/lembar kerja kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pelajari studi kasus singkat mengenai penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah di bawah sistem pemerintahan presidensial kesatuan.
  2. Kaji kasus: 'Pemerintah daerah mengelola aspirasi lokal dan pembangunan daerah, sementara urusan pertahanan, keamanan, moneter, peradilan, agama, dan politik luar negeri tetap menjadi kewenangan absolut pemerintah pusat.'
  3. Analisis keterkaitan pembagian kewenangan ini terhadap pencegahan sentimen separatisme serta pemeliharaan persatuan nasional.
  4. Jawablah pertanyaan analitis secara terstruktur bersama kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip sistem pemerintahan kesatuan di Indonesia, analisis mengapa pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah melalui otonomi daerah menjadi mekanisme krusial dalam meredam potensi disintegrasi bangsa!

2. Analisis dampak yang berpotensi terjadi terhadap keutuhan negara jika sistem pemerintahan Indonesia kembali ke sentralisasi mutlak di mana daerah tidak diberi wewenang otonomi!

Tuliskan uraian analisis pada lembar kertas kerja dengan format: Nomor Soal, Pernyataan Analisis Kausalitas (Sebab-Akibat), Argumen Konstitusional, dan Kesimpulan terkait Keutuhan NKRI.

Kegiatan 3: Analisis Penanganan Krisis Nasional melalui Mekanisme Sistem Presidensial

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Spidol dan papan flipchart (opsional untuk paparan singkat)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak skenario penanganan situasi darurat/krisis nasional (misal: penanganan ancaman kedaulatan perbatasan atau ancaman instabilitas nasional).
  2. Diskusikan peran Presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dengan dukungan DPR dalam merespons ancaman tersebut.
  3. Lakukan telaah kritis mengenai bagaimana mekanisme koordinasi kepemimpinan tunggal dalam sistem presidensial mampu menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI secara efektif.
  4. Susun simpulan kelompok dan bersiap melakukan refleksi serta penutupan sesi.

Pertanyaan:

1. Diskusikan dan analisis mengapa kedudukan Presiden sebagai Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Negara dalam sistem presidensial Indonesia memberikan efektivitas komando dalam menjaga stabilitas dan keutuhan negara saat menghadapi ancaman terhadap kedaulatan!

Tuliskan rangkuman hasil diskusi kelompok maksimal 2 paragraf di kolom sintesis hasil diskusi pada LKPD.

REFLEKSI

1. Bagaimana pemahamanmu mengenai sistem pemerintahan presidensial Indonesia membantumu menyadari pentingnya keseimbangan kekuasaan dalam mempertahankan keutuhan NKRI?

2. Bagian mekanisme penyelenggaraan pemerintahan mana yang menurutmu paling menantang untuk dianalisis dan bagaimana cara kamu memahaminya lebih baik?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.