LKPDPertemuan 2Bab 3Fase FSemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Potensi Konflik Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan di Masyarakat Luas

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 11 dengan topik "Menganalisis Potensi Konflik Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan di Masyarakat Luas".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Potensi Konflik Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan di Masyarakat Luas

Pendidikan Pancasila - Kelas 11

Bab 3 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 11 (Fase F)

Topik: Menganalisis Potensi Konflik Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan di Masyarakat Luas

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase F / Kelas 11
TopikMenganalisis Potensi Konflik Keberagaman Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan di Masyarakat Luas
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis potensi konflik terhadap permasalahan keberagaman di masyarakat

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus yang disajikan dengan teliti secara mandiri maupun berkelompok.
  • Gunakan kemampuan berpikir kritis untuk membedah latar belakang, pemicu langsung, serta eskalasi potensi konflik sosial.
  • Tuliskan hasil analisis kalian pada format lembar kerja yang telah disediakan secara objektif dan sistematis.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam diskusi kelompok dan hargai keberagaman perspektif teman sejawat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Dekomposisi Akar Masalah dan Pemicu Potensi Konflik

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Alat tulis
  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas XI

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi kasus singkat berikut: 'Di Kelurahan Harapan Baru yang majemuk, beredar kabar bohong (hoaks) di media sosial bahwa sekelompok pemuda dari suku pendatang merusak fasilitas ibadah milik warga mayoritas setempat. Suasana memanas karena kecurigaan antarkelompok telah berlangsung lama akibat kesenjangan akses ekonomi lokal dan stereotip negatif.'
  2. Bedah narasi di atas menjadi dua elemen analisis: akar masalah laten (faktor mendasar/struktural) dan faktor pemicu langsung (triger manifestasi konflik).
  3. Tuliskan hasil analisis kalian ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi kasus Kelurahan Harapan Baru, analisis dan klasifikasikan mana yang termasuk akar masalah laten (penyebab struktural) dan mana yang merupakan faktor pemicu langsung (triger manifes) terjadinya potensi benturan keberagaman!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 2 kolom: Kolom 1 'Akar Masalah Laten (Penyebab Struktural)', Kolom 2 'Pemicu Langsung (Triger Manifes)'. Tuliskan minimal 2 poin pada Kolom 1 dan 1 poin pada Kolom 2.

Kegiatan 2: Analisis Matriks SARA dan Dinamika Eskalasi Potensi Konflik

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas plano/manila atau lembar kerja kelompok
  • Spidol warna
  • Modul ajar/Buku referensi Pancasila

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok kerja yang terdiri dari 4-5 murid.
  2. Cermati 3 dimensi potensi gesekan keberagaman berikut: Suku/Ras, Agama, dan Antargolongan.
  3. Lakukan analisis mendalam mengenai bagaimana sentimen primordial pada masing-masing dimensi dapat terpolarisasi, aktor/pihak yang berpotensi terlibat, serta mekanisme eskalasi dampaknya terhadap keutuhan sosial masyarakat luas.

Pertanyaan:

1. Analisis potensi konflik keberagaman pada dimensi Suku/Ras, Agama, dan Antargolongan dengan mengisi matriks analisis: identifikasi bentuk sentimen primordial yang bekerja, pihak yang berpotensi bergesekan, serta bagaimana potensi tersebut dapat tereskalasi menjadi disintegrasi sosial!

Format tabel 4 kolom: Kolom 1 'Dimensi Keberagaman (Suku/Ras, Agama, Antargolongan)', Kolom 2 'Bentuk Sentimen Primordial/Isu Krusial', Kolom 3 'Aktor/Pihak yang Berpotensi Bergesekan', Kolom 4 'Dinamika Eskalasi Menuju Disintegrasi Sosial'.

Kegiatan 3: Analisis Kausalitas: Dampak Kerentanan Terhadap Harmoni Publik

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar refleksi dan evaluasi mandiri
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah secara mandiri untuk menganalisis hubungan sebab-akibat (kausalitas) jika potensi konflik yang diidentifikasi pada Kegiatan 2 dibiarkan tanpa penanganan preventif.
  2. Jelaskan keterkaitan logis antara kegagalan mengelola potensi konflik keberagaman dengan dampaknya terhadap stabilitas keamanan serta tatanan Bhinneka Tunggal Ika.
  3. Selesaikan analisis ini, lanjutkan dengan mengisi refleksi individu, dan ikuti kegiatan penutupan pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Mengapa pengabaian terhadap potensi konflik laten keberagaman dapat memicu kerentanan sistemik pada stabilitas masyarakat dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika? Uraikan alur kausalitasnya secara kritis!

Tuliskan jawaban dalam bentuk esai argumentatif analitis terstruktur minimal 2 paragraf di kolom isian lembar kerja.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis berbagai potensi konflik keberagaman, bagian mana dari faktor penyebab konflik yang menurutmu paling sering luput dari perhatian masyarakat di sekitarmu?

2. Bagaimana pemahamanmu mengenai analisis potensi konflik ini memengaruhi caramu merespons berita atau informasi sensitif bermuatan SARA di media sosial?

3. Apa tantangan terbesar yang kamu rasakan saat membedah potensi konflik secara objektif tanpa terpengaruh oleh sentimen identitas pribadi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.