LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Pancasila sebagai Ideologi Negara: Karakteristik dan Kedudukannya
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 11 dengan topik "Menganalisis Pancasila sebagai Ideologi Negara: Karakteristik dan Kedudukannya".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 11: Menganalisis Pancasila sebagai Ideologi Negara: Karakteristik dan Kedudukannya
Pendidikan Pancasila - Kelas 11
Bab 1 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 11 (Fase F) Topik: Menganalisis Pancasila sebagai Ideologi Negara: Karakteristik dan Kedudukannya INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Telaah Kritis: Unsur Pembentuk Ideologi pada PancasilaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah bagaimana sila-sila dalam Pancasila memenuhi 3 dimensi dasar ideologi (dimensi realitas: bersumber dari nilai hidup masyarakat; dimensi idealitas: memuat cita-cita masa depan; dimensi fleksibilitas: terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasar). Uraikan analisis kalian dalam bentuk tabel! Ruang tabel jawaban 2. Mengapa Pancasila dianalisis dan ditetapkan sebagai ideologi terbuka, bukan ideologi tertutup yang kaku dan dogmatis? Analisislah konsekuensi kedudukan tersebut bagi cara bangsa Indonesia menyikapi gagasan dari luar! Tabel 3 kolom untuk nomor 1: Kolom 1 (Dimensi Ideologi), Kolom 2 (Kaitan dengan Sila Pancasila), Kolom 3 (Hasil Analisis Penjelasan). Kotak uraian 1 paragraf (5-7 kalimat terstruktur) untuk nomor 2. Kegiatan 2: Analisis Komparatif: Karakteristik Pancasila di Tengah Ideologi DuniaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lakukan analisis perbandingan antara Pancasila, Liberalisme, dan Sosialisme mengenai kedudukan individu, peran negara, dan pengakuan agama! Sajikan perbandingan tersebut ke dalam matriks analisis. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan matriks perbandingan tersebut, analisislah keunggulan komparatif karakteristik Pancasila sebagai ideologi yang paling tepat dan berakar kuat bagi keberagaman masyarakat Indonesia! Tabel matriks 4 kolom (Aspek Analisis, Liberalisme, Sosialisme, Pancasila) dengan 3 baris aspek (Kedudukan Individu, Peran Negara, Kedudukan Agama/Ketuhanan). Kotak uraian analisis kritis sepanjang 6-8 kalimat. Kegiatan 3: Analisis Kedudukan: Pancasila sebagai Cita Hukum dan Asas KebangsaanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pancasila berkedudukan sebagai ideologi negara sekaligus 'staatsfundamentalnorm' (norma fundamental negara). Analisislah akibat hukum dan politik jika ada kebijakan publik atau peraturan perundang-undangan di Indonesia yang isinya bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila! 2. Sebagai ideologi negara, Pancasila menuntut perwujudan dalam tindakan nyata warga negara. Analisislah satu potensi tantangan ideologis di era digital saat ini dan bagaimana karakteristik Pancasila berfungsi memecahkan tantangan tersebut! Dua kotak uraian jawaban analitis terstruktur, masing-masing memuat klausa analisis premis kondisi, hubungan sebab-akibat, dan simpulan kedudukan. REFLEKSI1. Dari hasil analisis mengenai karakteristik Pancasila sebagai ideologi terbuka, wawasan baru apa yang paling mengubah cara pandangmu mengenai fungsi ideologi bagi kelangsungan sebuah negara? 2. Bagian mana dari aktivitas analisis perbandingan ideologi yang menurutmu paling menantang dan membutuhkan penalaran paling kritis? 3. Bagaimana caramu menerapkan karakteristik ideologi Pancasila dalam memilih dan menyaring informasi yang beredar di ruang digital sehari-hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.