LKPDPertemuan 4Bab 4Fase ESemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Posisi dan Status Kewarganegaraan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Posisi dan Status Kewarganegaraan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Posisi dan Status Kewarganegaraan

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Posisi dan Status Kewarganegaraan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPosisi dan Status Kewarganegaraan
Alokasi Waktu90 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian warga negara dan membedakan asas penentuan kewarganegaraan ius soli dan ius sanguinis beserta contoh penerapannya.
  2. Murid dapat menganalisis kasus bipatride dan apatride serta implikasinya terhadap status hukum seseorang sebagai warga negara.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai aktivitas belajar.
  • Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk berdiskusi.
  • Bacalah setiap instruksi pada 'Misi' dengan saksama. Jadikan dirimu layaknya seorang detektif hukum internasional!
  • Gunakan buku siswa Pendidikan Pancasila Kelas X, internet, atau sumber literatur lainnya untuk membantumu memecahkan kasus.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi atau istilah hukum yang kurang dipahami.
  • Kerjakan dengan penuh kesadaran (mindful), temukan makna di balik setiap kasus (meaningful), dan nikmati proses diskusinya (joyful)!

KEGIATAN

Kegiatan 1: Misi 1: Detektif Asas Kewarganegaraan

Estimasi: 20 Menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas X
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pahami kembali konsep dasar: 'Ius Soli' (berdasarkan tempat lahir) dan 'Ius Sanguinis' (berdasarkan keturunan).
  2. Amati dua profil singkat di bawah ini bersama teman kelompokmu.
  3. Tentukan asas apa yang dianut oleh negara asal tokoh tersebut berdasarkan cerita yang diberikan.
  4. Tuliskan hasil analisismu pada tabel penyelidikan.

Pertanyaan:

1. Profil A: 'Kenji lahir di Negara X. Ayah dan ibunya adalah warga negara Y. Namun, karena Kenji lahir di wilayah Negara X, pemerintah Negara X otomatis memberikannya status warga negara X.' Asas apakah yang dianut Negara X? Berikan alasanmu!

Ruang tabel jawaban

2. Profil B: 'Sarah lahir di Negara Z. Ayah dan ibunya adalah warga negara W. Meskipun lahir di Negara Z, pemerintah Negara W tetap mengakui Sarah sebagai warga negaranya karena mengikuti garis keturunan orang tuanya.' Asas apakah yang dianut Negara W? Berikan alasanmu!

Ruang tabel jawaban

Buatlah tabel dengan 3 kolom: 'Nama Profil', 'Asas yang Dianut', dan 'Alasan Analisis'.

Kegiatan 2: Misi 2: Memecahkan Kasus Bipatride dan Apatride

Estimasi: 35 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/Buku Catatan
  • Artikel/Berita terkait kasus kewarganegaraan (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perbedaan penerapan asas Ius Soli dan Ius Sanguinis antarnegara dapat menimbulkan masalah status kewarganegaraan seseorang.
  2. Bacalah Kasus Alpha dan Kasus Beta di bawah ini dengan teliti.
  3. Diskusikan implikasi (dampak) dari status hukum yang dialami oleh anak pada masing-masing kasus.
  4. Jawablah pertanyaan uraian dengan argumen yang logis dan kritis.

Pertanyaan:

1. Kasus Alpha: Pasangan suami istri dari Negara A (menganut Ius Sanguinis) melahirkan anak di Negara B (menganut Ius Soli). Apa status kewarganegaraan anak tersebut? Jelaskan konsepnya dan sebutkan dampak positif serta negatif memiliki status tersebut bagi masa depan sang anak!

2. Kasus Beta: Pasangan suami istri dari Negara C (menganut Ius Soli) melahirkan anak di Negara D (menganut Ius Sanguinis). Apa status kewarganegaraan anak tersebut? Jelaskan konsepnya dan analisislah implikasi terburuk (kerugian) yang akan dialami anak tersebut dalam kehidupan sehari-harinya!

Tuliskan jawaban dalam bentuk paragraf uraian yang terstruktur (minimal 3 kalimat per jawaban).

Kegiatan 3: Misi 3: Gelar Wicara (Talkshow) Kewarganegaraan Indonesia

Estimasi: 35 Menit

Alat & Bahan:

  • UU No. 12 Tahun 2006 (Buku Siswa hal. 187-189)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Indonesia memiliki aturan tersendiri mengenai kewarganegaraan sesuai UU No. 12 Tahun 2006.
  2. Bermain peranlah di dalam kelompokmu: 1 orang menjadi Presenter Talkshow, 1 orang menjadi Ahli Hukum, dan sisanya menjadi Warga Masyarakat yang bertanya.
  3. Lakukan diskusi (talkshow mini) selama 10 menit mengenai: 'Bagaimana posisi Indonesia? Apakah Indonesia menganut Ius Soli atau Ius Sanguinis? Bagaimana Indonesia menyikapi anak hasil perkawinan campuran (WNI dan WNA)?'
  4. Tuliskan kesimpulan dari hasil talkshow kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan hasil gelar wicara kelompokmu, jelaskan asas kewarganegaraan yang dianut oleh Indonesia dan bagaimana aturan bagi anak yang berpotensi memiliki kewarganegaraan ganda (bipatride) di Indonesia!

Tuliskan poin-poin kesimpulan diskusi kelompok dalam bentuk *bullet points* atau peta konsep sederhana.

REFLEKSI

1. Setelah menjadi 'detektif hukum' hari ini, apa hal baru yang paling menyadarkanmu tentang arti penting memiliki status kewarganegaraan yang sah?

2. Bayangkan jika kamu berada di posisi seseorang yang 'Apatride' (tanpa kewarganegaraan). Perasaan apa yang muncul dan bagaimana hal itu membuatmu lebih mensyukuri statusmu sebagai Warga Negara Indonesia saat ini?

3. Sebagai Warga Negara Indonesia yang baik, apa satu tindakan nyata yang bisa kamu lakukan di lingkungan sekolah untuk menunjukkan tanggung jawabmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.