LKPDPertemuan 6Bab 3Fase ESemester 2

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Menganalisis Prinsip Gotong Royong dalam Penguatan Usaha Bersama yang Inklusif

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Menganalisis Prinsip Gotong Royong dalam Penguatan Usaha Bersama yang Inklusif".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Menganalisis Prinsip Gotong Royong dalam Penguatan Usaha Bersama yang Inklusif

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 3 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Menganalisis Prinsip Gotong Royong dalam Penguatan Usaha Bersama yang Inklusif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikMenganalisis Prinsip Gotong Royong dalam Penguatan Usaha Bersama yang Inklusif
Alokasi Waktu2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis prinsip gotong royong sebagai perwujudan sistem ekonomi Pancasila yang inklusif dan berkeadilan

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat secara mandiri maupun berkelompok.
  • Fokuskan analisis kalian pada penerapan prinsip gotong royong, keterbukaan (inklusivitas), dan keadilan ekonomi sesuai nilai-nilai Pancasila.
  • Tuliskan hasil telaah dan pemikiran kritis kalian pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Telaah Komparatif: Membedah Prinsip Gotong Royong dalam Bentuk Usaha Ekonomi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Siswa Pendidikan Pancasila Kelas X

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua deskripsi model usaha berikut: Model A (Usaha Bersama/Koperasi Berbasis Warga yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang sosial-ekonomi) dan Model B (Usaha Kapitalistik Tertutup yang kepemilikan saham serta pengambilan keputusannya hanya dikuasai segelintir pemilik modal besar).
  2. Lakukan analisis perbandingan antara Model A dan Model B berdasarkan prinsip gotong royong, asas keadilan, dan keterbukaan (inklusivitas).
  3. Tuliskan hasil analisis kalian ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Analisis perbedaan Model A (Usaha Bersama/Koperasi Berbasis Warga) dan Model B (Usaha Tertutup Berbasis Modal) ke dalam tabel analisis 4 aspek:

  1. Asas/Tujuan Usaha,
  2. Partisipasi/Pengambilan Keputusan,
  3. Distribusi Kesejahteraan/Keuntungan, dan
  4. Perwujudan Gotong Royong Ekonomi Pancasila.
Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom: [Aspek Analisis] | [Model A: Koperasi/Usaha Bersama Warga] | [Model B: Usaha Berbasis Pemodal Tertutup]. Tuliskan analisis pada 4 baris aspek yang ditentukan.

Kegiatan 2: Analisis Kasus Kritis: Inklusivitas dan Keadilan Usaha Bersama

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi kasus singkat berikut: 'Koperasi Tani Makmur di Desa Berdaya semula berkembang pesat. Namun, setahun terakhir, anggota dari kalangan buruh tani miskin dan kelompok disabilitas pedesaan sulit mengakses pinjaman modal usaha dan tidak dilibatkan dalam forum rapat penentuan arah usaha karena dianggap memiliki kontribusi simpanan yang kecil. Kebijakan usaha didominasi oleh kelompok pemilik lahan luas.'
  2. Lakukan analisis mendalam terhadap kasus tersebut bersama teman sebangku atau kelompok kecil (3-4 orang).
  3. Jawablah pertanyaan analisis kritis untuk mengembalikan nilai gotong royong yang inklusif dan berkeadilan pada usaha bersama tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus Koperasi Tani Makmur, identifikasilah faktor-faktor yang menyebabkan praktik ekonomi di koperasi tersebut bertentangan dengan prinsip gotong royong dan sistem ekonomi Pancasila!

2. Analisislah dampak pelemahan prinsip gotong royong dan eksklusi sosial tersebut terhadap ketahanan sosial-ekonomi masyarakat desa setempat!

Tuliskan hasil analisis uraian bernalar kritis pada lembar jawaban bergaris (masing-masing analisis minimal memuat 2 argumen logis yang relevan dengan prinsip keadilan ekonomi).

Kegiatan 3: Analisis Alternatif Solutif: Menata Usaha Bersama yang Inklusif dan Berkeadilan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diskusi
  • Kertas plano / catatan kelompok (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara berkelompok, diskusikan langkah penyelesaian sistemik atas kendala ketidakadilan usaha bersama pada kasus Koperasi Tani Makmur.
  2. Analisislah 3 pilar penerapan prinsip gotong royong ekonomi Pancasila untuk menata ulang usaha tersebut agar inklusif (merangkul seluruh lapisan) dan berkeadilan.
  3. Selesaikan pertanyaan analisis, lalu siapkan diri untuk menyampaikan kesimpulan analisis di depan kelas serta menyelesaikan lembar refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Analisislah strategi pembenahan Koperasi Tani Makmur agar kembali mencerminkan prinsip gotong royong Pancasila ditinjau dari: (a) Pengambilan keputusan partisipatif/inklusif, (b) Akses permodalan yang adil bagi anggota rentan, dan (c) Pembagian hasil usaha yang berkeadilan!

Format diagram/lembar solusi analitis: tuliskan 3 poin analisis terstruktur (sub a, b, dan c) disertai penjelasan logika ekonomi gotong royong.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis prinsip gotong royong dalam ekonomi Pancasila hari ini, apa makna 'inklusif dan berkeadilan' yang paling membuka wawasanmu terkait kegiatan ekonomi di sekitarmu?

2. Bagaimana caramu menerapkan nilai gotong royong dan keadilan ketika bekerja sama dalam kelompok yang memiliki latar belakang dan kemampuan berbeda-beda?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.