LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Asal-Usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Asal-Usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Asal-Usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
Pendidikan Pancasila - Kelas 10
Bab 3 - Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E) Topik: Asal-Usul dan Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Detektif Sejarah: Melacak Asal-Usul Bhinneka Tunggal IkaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dari kutipan di atas, identifikasi: (a) siapa pengarang Kakawin Sutasoma, (b) pada abad ke berapa karya itu ditulis, dan (c) dalam konteks kerajaan apa karya tersebut lahir. Tuliskan dalam format tabel tiga kolom. Ruang tabel jawaban 2. Dalam kutipan aslinya, frasa 'Bhinneka Tunggal Ika' merujuk pada hubungan antara dua agama, yaitu Buddha dan Siwa (Hindu). Menurut pemahamanmu, apa pesan inti yang ingin disampaikan Mpu Tantular melalui frasa tersebut? Jelaskan dalam 2–3 kalimat. 3. Bagaimana frasa dari Kakawin Sutasoma akhirnya menjadi semboyan negara Indonesia? Tuliskan secara kronologis minimal 3 tahapan penting sejak masa Kerajaan Majapahit hingga ditetapkannya semboyan ini pada lambang negara Garuda Pancasila. 4. Mengapa, menurut pendapatmu, para pendiri bangsa memilih frasa dari karya sastra Jawa Kuno sebagai semboyan negara, bukan menciptakan frasa baru dalam bahasa Indonesia modern? Berikan minimal dua alasan logis. Nomor 1: buat tabel 3 kolom dengan header 'Pengarang', 'Abad Penulisan', 'Nama Kerajaan', lalu isi satu baris data. Nomor 2, 3, 4: tulis uraian paragraf di kotak yang tersedia; minimal 2–3 kalimat per jawaban. Kegiatan 2: Peta Makna: Menggali Bhinneka Tunggal Ika sebagai Landasan KeberagamanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel berikut. Kolom 1: Unsur Semboyan (Bhinneka / Tunggal / Ika / Bhinneka Tunggal Ika secara keseluruhan). Kolom 2: Arti Kata dalam Bahasa Kawi/Sansekerta. Kolom 3: Makna Filosofis bagi Bangsa Indonesia. Kolom 4: Contoh Penerapan Nyata di Kehidupan Sehari-hari. Ruang tabel jawaban 2. Bhinneka Tunggal Ika disebut sebagai 'modal sosial' pembangunan nasional. Dengan kata-katamu sendiri, jelaskan apa yang dimaksud dengan modal sosial dan mengapa keberagaman bisa menjadi kekuatan, bukan kelemahan, bagi Indonesia. 3. Perhatikan dua situasi berikut. Situasi A: Di sebuah kelas, murid-murid dari berbagai daerah menolak bekerja sama karena merasa budaya mereka paling baik. Situasi B: Di kelas lain, murid-murid dari berbagai daerah saling berbagi tradisi dan berkolaborasi membuat proyek seni bersama. Analisis kedua situasi tersebut: situasi mana yang mencerminkan Bhinneka Tunggal Ika dan mengapa? Apa yang perlu dilakukan agar Situasi A bisa berubah menjadi seperti Situasi B? Nomor 1: buat tabel 4 kolom dengan 4 baris data (Bhinneka, Tunggal, Ika, keseluruhan); isi setiap sel dengan informasi yang sesuai. Nomor 2 dan 3: tulis uraian paragraf minimal 3 kalimat per jawaban di ruang yang disediakan. Kegiatan 3: Misi Kreatif: Merumuskan Pesan Bhinneka Tunggal Ika untuk Generasi KitaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan pesan utama (key message) yang ingin kelompokmu sampaikan tentang Bhinneka Tunggal Ika dalam SATU kalimat yang kuat dan mudah diingat oleh teman sebaya. 2. Lengkapi tabel perencanaan kampanye berikut: (a) Media yang dipilih, (b) Target audiens spesifik (misalnya: siswa SMA se-kota, pengguna Instagram usia 15–18 tahun), (c) Dua fakta historis atau makna Bhinneka Tunggal Ika yang akan dimasukkan ke dalam konten, (d) Alasan mengapa media tersebut efektif untuk menyampaikan pesan kepada remaja. Ruang tabel jawaban 3. Buat produk mini kalian di ruang yang tersedia: (a) jika memilih komik — buat sketsa 4 panel dengan dialog singkat; (b) jika memilih poster — gambar konsep layout dan tuliskan teks yang akan digunakan; (c) jika memilih naskah — tuliskan naskah monolog/dialog lengkap. Pastikan produkmu memuat asal-usul DAN makna Bhinneka Tunggal Ika. Ruang gambar 4. (Individu) Setelah merancang kampanye ini, tuliskan: satu hal baru yang kamu pelajari tentang Bhinneka Tunggal Ika yang sebelumnya tidak kamu ketahui, dan satu tindakan konkret yang bisa kamu lakukan minggu depan untuk mempraktikkan nilai Bhinneka Tunggal Ika di sekolah. Nomor 1: tulis satu kalimat key message di kotak isian khusus yang disediakan. Nomor 2: buat tabel 2 kolom (Aspek Perencanaan | Jawaban Kelompok) dengan 4 baris. Nomor 3: gunakan kotak besar kosong berukuran minimal setengah halaman A4 untuk sketsa/naskah; beri label panel jika membuat komik. Nomor 4: tulis paragraf singkat (3–5 kalimat) di kotak refleksi individu. REFLEKSI1. Setelah mempelajari asal-usul Bhinneka Tunggal Ika hari ini, apakah ada pandanganmu tentang keberagaman di Indonesia yang berubah atau semakin kuat? Ceritakan secara jujur. 2. Dalam kehidupan sehari-harimu — di rumah, sekolah, atau lingkungan sekitar — pernahkah kamu menghadapi situasi di mana nilai Bhinneka Tunggal Ika diuji? Bagaimana kamu merespons atau ingin merespons situasi tersebut? 3. Sebagai generasi muda Indonesia, apa satu langkah nyata yang menurutmu paling penting untuk menjaga semangat Bhinneka Tunggal Ika tetap hidup di era digital dan media sosial sekarang ini? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.