LKPDPertemuan 7Bab 2Fase ESemester 1

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 2: Membangun Budaya Taat Hukum

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 2: Membangun Budaya Taat Hukum". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 2: Membangun Budaya Taat Hukum

Pendidikan Pancasila - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 2: Membangun Budaya Taat Hukum

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Pancasila
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif Bab 2: Membangun Budaya Taat Hukum
Alokasi Waktu2 x 45 menit (90 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang kesadaran hukum, perilaku taat hukum, tata urutan peraturan perundang-undangan, dan kedudukan Pancasila sebagai sumber hukum negara melalui asesmen sumatif. (elemen: Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945)
  2. Murid mampu merefleksikan komitmen diri untuk menerapkan perilaku taat hukum dalam kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia yang bertanggung jawab. (elemen: Pancasila)

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah seluruh petunjuk dan soal dengan saksama sebelum mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan: mulai dari Kegiatan 1, 2, lalu 3.
  • Gunakan waktu sebaik mungkin—Kegiatan 1 (30 menit), Kegiatan 2 (25 menit), Kegiatan 3 (35 menit).
  • Tulis identitas diri (nama, kelas, nomor absen) pada lembar jawaban yang disediakan.
  • Jawablah pertanyaan dengan jujur, kritis, dan berdasarkan pemahamanmu sendiri.
  • Untuk kegiatan reflektif dan kreatif, tujukan orisinalitas dan keterkaitan dengan nilai-nilai Pancasila.
  • Periksa kembali jawabanmu sebelum dikumpulkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Membedah Kasus: Uji Pemahaman Menyeluruh tentang Budaya Taat Hukum

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar jawaban bergaris
  • Alat tulis
  • Buku teks Pendidikan Pancasila kelas X (bila diizinkan guru, sesuai kebijakan asesmen)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kasus berikut dengan teliti.
  2. Jawab seluruh pertanyaan pada lembar jawaban dengan mengacu pada konsep kesadaran hukum, perilaku taat hukum, tata urutan peraturan perundang-undangan, dan kedudukan Pancasila.
  3. Untuk pertanyaan berbentuk tabel, salin format tabelnya dan isi dengan jawabanmu.
  4. Gunakan bahasa yang jelas dan logis.

Pertanyaan:

1. Kasus: Rian (16 tahun) mengendarai sepeda motor tanpa SIM, tidak memakai helm, dan melawan arus. Saat dihentikan polisi, ia beralasan terburu-buru ke sekolah dan belum tahu aturan itu ada. Berdasarkan kasus ini, identifikasikan: (a) bentuk kesadaran hukum yang rendah, (b) perilaku tidak taat hukum yang dilakukan, (c) dampak pelanggaran tersebut bagi dirinya dan masyarakat. Tuliskan dalam bentuk paragraf singkat (maksimal 150 kata).

2. Lengkapi tabel analisis berikut dengan menunjukkan peraturan yang dilanggar Rian, posisinya dalam hierarki peraturan perundang-undangan Indonesia, dan satu nilai Pancasila yang mendasari aturan tersebut.

Ruang tabel jawaban

3. Mengapa Pancasila disebut sebagai sumber dari segala sumber hukum? Kaitkan penjelasanmu dengan kasus Rian: bagaimana seharusnya nilai Pancasila membentuk budaya taat hukum sejak dini?

Tulis jawaban pada lembar jawaban terpisah. Untuk soal nomor 2, buat tabel tiga kolom: 'No', 'Peraturan yang Dilanggar & Pasal Singkat', 'Posisi dalam Hierarki', dan 'Nilai Pancasila yang Mendasari'. Isi nomor urut (1,2) dan informasi lengkapnya.

Kegiatan 2: Komitmenku: Refleksi Diri sebagai Warga Negara Bertanggung Jawab

Estimasi: 25 menit

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Renungkan perilakumu sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
  2. Jawablah pertanyaan refleksi dengan jujur dan berbasis pengalaman pribadi.
  3. Gunakan kalimat yang jelas dan tunjukkan keterkaitan dengan nilai Pancasila.
  4. Tulislah komitmenmu dalam bentuk pernyataan 'Aku akan...' yang konkret.

Pertanyaan:

1. Sebutkan satu pengalaman pribadi di mana kamu pernah atau hampir melanggar aturan (misal: terlambat, tidak memakai seragam lengkap, membuang sampah sembarangan). Jelaskan secara singkat: (a) situasi tersebut, (b) mengapa kamu melakukannya, (c) bagaimana perasaanmu setelahnya, dan (d) nilai Pancasila apa yang terkait dengan perbaikan sikap tersebut.

2. Berdasarkan pemahamanmu tentang budaya taat hukum, tuliskan tiga komitmen konkret yang akan kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari! Setiap komitmen harus mencakup:

  1. perilaku spesifik,
  2. tempat penerapan (rumah/sekolah/masyarakat), dan
  3. nilai Pancasila yang mendasarinya. Gunakan format tabel seperti contoh di bawah.

Contoh:
| No | Perilaku Spesifik | Tempat Penerapan | Nilai Pancasila |
| 1 | Mematuhi tata tertib lalu lintas saat berkendara | Masyarakat | Sila ke-2: Kemanusiaan yang adil dan beradab (menjaga keselamatan) |

Ruang tabel jawaban

Pada lembar jawaban, tuliskan jawaban soal nomor 4 dalam bentuk paragraf reflektif. Untuk soal nomor 5, buat tabel dengan empat kolom: No, Perilaku Spesifik, Tempat Penerapan, Nilai Pancasila. Isi dengan tiga komitmenmu.

Kegiatan 3: Aksi Nyata: Merancang Kampanye Budaya Taat Hukum Berbasis Pancasila

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas kosong A4
  • Pensil warna/spidol (opsional, bila membuat sketsa)
  • Lembar jawaban
  • Buku teks sebagai referensi

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kamu akan berperan sebagai 'Duta Taat Hukum' di sekolah.
  2. Rancanglah sebuah poster digital sederhana (boleh sketsa di kertas) atau slogan kampanye yang mengajak remaja seusiamu untuk membudayakan taat hukum.
  3. Jelaskan konsep rancanganmu secara tertulis, mencakup: (a) judul/slogan utama, (b) gambar atau simbol yang akan digunakan (deskripsikan), (c) pesan utama yang ingin disampaikan, (d) bagaimana rancanganmu mencerminkan hierarki peraturan perundang-undangan dan Pancasila sebagai sumber hukum.
  4. Jawablah di lembar jawaban dengan bagian 'Deskripsi Rancangan' dan 'Penjelasan Konsep'.
  5. Kamu boleh menyertakan ilustrasi sederhana, namun yang dinilai adalah isi dan argumenmu.

Pertanyaan:

1. Buatlah deskripsi rancangan kampanye budaya taat hukummu! Sertakan: (a) judul/slogan, (b) elemen visual yang direncanakan (deskripsikan, misal: gambar timbangan hukum, lambang Pancasila, tangan bergandengan), (c) pesan utama (jenis ajakan dan target perilaku).

Ruang gambar

2. Jelaskan secara tertulis bagaimana slogan dan visual yang kamu rancang mencerminkan:

  1. salah satu tingkatan dalam hierarki peraturan perundang-undangan (misal: UU Lalu Lintas, Perda, atau tata tertib sekolah), dan
  2. nilai Pancasila sebagai sumber hukum yang menjiwai aturan tersebut. Kaitkan dengan upaya membangun budaya taat hukum di kalangan remaja.

Pada lembar jawaban, buat dua bagian: 'Deskripsi Rancangan' (berisi jawaban soal 6) dan 'Penjelasan Konsep' (berisi jawaban soal 7). Jika membuat sketsa, tempatkan di kotak yang disediakan atau di kertas terpisah yang dilampirkan.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan asesmen ini, apa hal paling berkesan yang kamu pahami tentang pentingnya budaya taat hukum?

2. Nilai Pancasila apa yang paling mendorongmu untuk berkomitmen taat hukum, dan mengapa?

3. Satu langkah kecil apa yang akan segera kamu mulai esok hari untuk menjadi pribadi yang lebih taat hukum?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.