LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Menganalisis Asas Hierarki dan Penyelesaian Konflik Norma dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Pancasila kelas 10 dengan topik "Menganalisis Asas Hierarki dan Penyelesaian Konflik Norma dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Pancasila Kelas 10: Menganalisis Asas Hierarki dan Penyelesaian Konflik Norma dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan
Pendidikan Pancasila - Kelas 10
Bab 2 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Pancasila — Kelas 10 (Fase E) Topik: Menganalisis Asas Hierarki dan Penyelesaian Konflik Norma dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undangan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Rekonstruksi dan Analisis Tingkatan Hierarki Peraturan Perundang-undanganEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah bagan hierarki dengan mengurutkan 7 peraturan perundang-undangan dari peringkat tertinggi (1) sampai terendah (7) sesuai Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tata urutan tersebut, analisislah mengapa norma hukum dalam peraturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak boleh bertentangan dengan norma di atasnya (asas lex superior derogat legi inferiori), serta apa kedudukan UUD NRI 1945 dalam hierarki tersebut! Tabel hierarki 7 baris (Kolom: Peringkat Hierarki 1-7, Nama Peraturan Perundang-Undangan) diikuti bidang uraian analitis 4-6 baris. Kegiatan 2: Analisis Pertentangan Norma dalam Tata Urutan Peraturan Perundang-undanganEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah apakah Perda Kabupaten X sah berlaku jika ditinjau dari tata urutan peraturan perundang-undangan dan asas hukum hierarki! 2. Berdasarkan sistem hukum di Indonesia, analisislah lembaga peradilan mana yang berwenang menguji pertentangan antara Perda terhadap Undang-Undang, serta bedakan dengan kewenangan pengujian Undang-Undang terhadap UUD 1945! Kolom uraian analisis kelompok terstruktur (Bagian A: Analisis Kedudukan dan Keabsahan Perda terhadap UU; Bagian B: Analisis Lembaga Penguji dan Mekanisme Penyelesaian Konflik Norma). Kegiatan 3: Komparasi dan Matriks Analisis Sinkronisasi Vertikal PeraturanEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah matriks komparasi analisis hierarki hukum berikut untuk dua kasus: (Kasus A: Peraturan Presiden bertentangan dengan Undang-Undang; Kasus B: Undang-Undang bertentangan dengan UUD NRI 1945). Tentukan untuk tiap kasus: peraturan mana yang dikesampingkan dan lembaga pemutus sengketa normanya! Ruang tabel jawaban 2. Rumuskan simpulan analitis kalian mengenai pentingnya kepatuhan pembuat kebijakan terhadap tata urutan peraturan perundang-undangan dalam menjamin kepastian hukum warga negara! Tabel matriks 2 kasus (Kolom: Kasus Konflik Norma, Peraturan yang Dikesampingkan & Alasan Hierarki, Lembaga Peradilan Berwenang) dan kotak simpulan umum (3-5 baris). REFLEKSI1. Setelah menganalisis tata urutan peraturan perundang-undangan hari ini, kesadaran baru apa yang kalian peroleh mengenai hubungan antara UUD 1945 dengan peraturan yang berlaku di lingkungan sehari-hari? 2. Bagian analisis mana yang paling menantang bagi kalian saat mengurai konflik antara norma hukum yang lebih tinggi dan yang lebih rendah? 3. Bagaimana pemahaman tentang hierarki hukum ini membantu kalian menjadi warga negara yang kritis dan taat hukum? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.