LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9
Bab 8 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D) Topik: Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Pohon yang Berakar Kuat — Menggali Yeremia 17:7-8Estimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Tuliskan kembali Yeremia 17:7-8 dengan kata-katamu sendiri (parafrase). Apa pesan utama yang kamu tangkap dari kedua ayat ini? 2. Pada ayat ini terdapat dua gambaran: pohon di tepi sungai dan semak di padang gurun. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan pemahamanmu!
3. Mengapa manusia sebagai ciptaan Allah tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi godaan? Jelaskan dengan mengaitkan Yeremia 17:7-8 dan pemahamanmu tentang hubungan manusia dengan Allah sebagai Pencipta. 4. Sebutkan dua bentuk godaan nyata yang sering kamu atau teman sebayamu hadapi sehari-hari sebagai remaja. Lalu jelaskan: mengapa godaan itu sulit dilawan hanya dengan kekuatan sendiri? Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam bentuk paragraf 3-5 kalimat. Pertanyaan 2 diisi dalam format tabel 3 kolom yang sudah disediakan. Pertanyaan 4 boleh didiskusikan berdua dengan teman sebelum ditulis secara individu. Kegiatan 2: Doa Bukan Sekadar Rutinitas — Memahami Makna Bergantung pada TuhanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Baca dua kisah berikut: 📖 Kisah A — Raka adalah siswa kelas 9 yang pintar. Ketika teman-temannya mengajaknya ikut menyontek saat ulangan, Raka menolak karena tidak mau dapat masalah. Ia mengandalkan kemampuan belajarnya sendiri dan merasa cukup dengan itu. Ia tidak pernah berdoa meminta kekuatan, karena merasa bisa mengatasi sendiri. 📖 Kisah B — Sari juga siswa kelas 9. Setiap pagi sebelum sekolah, ia berdoa singkat memohon kekuatan Tuhan untuk menghadapi hari itu, termasuk situasi-situasi sulit. Ketika diajak melakukan sesuatu yang tidak sesuai nilai Kristiani, ia tidak hanya mengandalkan pikirannya sendiri — ia ingat doanya dan merasa ada kekuatan lebih untuk berkata tidak. Menurutmu, apa perbedaan mendasar antara cara Raka dan Sari menghadapi godaan? Mana yang lebih mencerminkan Yeremia 17:7-8 dan mengapa? 2. Isilah tabel berikut berdasarkan pemahamanmu tentang perbedaan antara 'doa sebagai rutinitas' dan 'doa sebagai ketergantungan nyata pada Tuhan':
3. Bersama 2-3 temanmu, diskusikan: Selain berdoa, apa saja bentuk ibadah atau kebiasaan rohani lain yang bisa memperkuat remaja Kristen dalam menghadapi godaan sehari-hari? Tuliskan minimal 3 contoh dan jelaskan bagaimana masing-masing membantu! 4. Lengkapi kalimat berikut dengan refleksimu sendiri (minimal 2 kalimat per poin):
Pertanyaan 1 dan 4 dijawab secara individu dalam bentuk paragraf atau kalimat lengkap. Pertanyaan 2 diisi dalam format tabel 4 kolom. Pertanyaan 3 didiskusikan bersama teman, lalu ditulis kesimpulan pribadi minimal 3 poin dalam bentuk daftar bernomor. Kegiatan 3: Doaku, Kekuatanku — Menulis Doa Pribadi kepada TuhanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Sebelum menulis doa, identifikasi terlebih dahulu: apa satu situasi godaan nyata yang paling sering kamu hadapi saat ini sebagai remaja? Tuliskan situasinya secara jujur (tidak perlu detail yang terlalu pribadi — cukup garis besarnya). 2. Sekarang, tuliskan doa pribadimu kepada Tuhan menggunakan kerangka berikut sebagai panduan: 🙏 PUJIAN — Mulai dengan memuji Tuhan untuk siapa Dia (1-2 kalimat) Tuliskan doamu secara lengkap di ruang jawaban yang tersedia. 3. Setelah menulis doamu, jawab pertanyaan ini: Bagaimana perasaanmu setelah menuliskan doa ini? Apakah ada sesuatu yang berbeda dibandingkan saat kamu berdoa secara lisan atau hafalan? Jelaskan dalam 3-5 kalimat. Pertanyaan 1 dijawab dalam 2-4 kalimat. Pertanyaan 2 (doa pribadi) ditulis dalam ruang khusus minimal setengah halaman — gunakan paragraf terstruktur sesuai kerangka PUJIAN, PENGAKUAN, PERMOHONAN, KOMITMEN, dan PENUTUP. Pertanyaan 3 ditulis dalam 3-5 kalimat reflektif. REFLEKSI1. Dari pembelajaran hari ini, satu hal yang paling membuatku sadar bahwa aku perlu lebih mengandalkan Tuhan adalah... (jelaskan dengan jujur). 2. Gambaran 'pohon di tepi sungai' dari Yeremia 17:7-8 mengingatkanku bahwa dalam situasi nyata hidupku saat ini, aku ingin menjadi seseorang yang... Langkah kecil apa yang akan aku mulai lakukan minggu ini? 3. Setelah menulis doaku sendiri hari ini, aku menyadari bahwa doa bukan sekadar kewajiban, melainkan... Bagaimana aku ingin menjadikan doa sebagai bagian nyata dari caraku menghadapi godaan? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.