LKPDPertemuan 2Bab 8Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 8 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Senantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikSenantiasa Berdoa dan Mengandalkan Tuhan sebagai Kekuatan Menghadapi Godaan
Alokasi Waktu70 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan mengapa manusia sebagai ciptaan Allah harus senantiasa bergantung kepada Allah melalui doa dan ibadah, serta tidak mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi godaan, berdasarkan Yeremia 17:7-8.
  2. Murid dapat mempraktikkan sikap penguasaan diri dan ketergantungan pada Tuhan dengan menuliskan doa pribadi sebagai wujud nyata mengandalkan Allah dalam situasi godaan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan LKPD ini dengan jujur dan penuh ketulusan hati — ini bukan ujian, melainkan kesempatan untuk bertumbuh dalam iman.
  • Sediakan Alkitabmu, terutama untuk membuka Yeremia 17:7-8 saat Kegiatan 1.
  • Beberapa kegiatan dikerjakan secara individu, ada yang berdiskusi bersama teman. Ikuti petunjuk masing-masing kegiatan.
  • Tuliskan jawaban dan doamu dengan kata-katamu sendiri — tidak ada jawaban yang salah selama berasal dari hati yang tulus.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Pohon yang Berakar Kuat — Menggali Yeremia 17:7-8

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab (cetak atau aplikasi)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buka Alkitabmu dan bacalah Yeremia 17:7-8 dengan pelan dan penuh perhatian.
  2. Bayangkan dirimu adalah pohon dalam gambaran ayat tersebut. Seperti apa kondisimu saat ini — apakah kamu merasa berakar kuat atau mudah layu ketika menghadapi godaan?
  3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan pemahamanmu terhadap teks Alkitab dan pengalaman hidupmu.
  4. Untuk pertanyaan tabel, isi setiap kolom dengan pikiranmu sendiri.

Pertanyaan:

1. Tuliskan kembali Yeremia 17:7-8 dengan kata-katamu sendiri (parafrase). Apa pesan utama yang kamu tangkap dari kedua ayat ini?

2. Pada ayat ini terdapat dua gambaran: pohon di tepi sungai dan semak di padang gurun. Lengkapi tabel perbandingan berikut berdasarkan pemahamanmu!

AspekPohon di Tepi SungaiSemak di Padang Gurun
Sumber kekuatan......
Kondisi saat ujian / godaan datang......
Menggambarkan orang yang.........

3. Mengapa manusia sebagai ciptaan Allah tidak boleh hanya mengandalkan kekuatan sendiri dalam menghadapi godaan? Jelaskan dengan mengaitkan Yeremia 17:7-8 dan pemahamanmu tentang hubungan manusia dengan Allah sebagai Pencipta.

4. Sebutkan dua bentuk godaan nyata yang sering kamu atau teman sebayamu hadapi sehari-hari sebagai remaja. Lalu jelaskan: mengapa godaan itu sulit dilawan hanya dengan kekuatan sendiri?

Jawab pertanyaan 1 dan 3 dalam bentuk paragraf 3-5 kalimat. Pertanyaan 2 diisi dalam format tabel 3 kolom yang sudah disediakan. Pertanyaan 4 boleh didiskusikan berdua dengan teman sebelum ditulis secara individu.

Kegiatan 2: Doa Bukan Sekadar Rutinitas — Memahami Makna Bergantung pada Tuhan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Alkitab (sebagai referensi tambahan jika diperlukan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini mengajakmu berpikir lebih dalam tentang apa artinya 'mengandalkan Tuhan' dalam kehidupan nyata, bukan hanya sebagai teori.
  2. Baca dengan seksama dua kisah pendek di bawah ini, lalu jawab pertanyaan yang menyertainya.
  3. Diskusikan pertanyaan nomor 3 bersama 2-3 orang temanmu, kemudian tuliskan kesimpulanmu sendiri.
  4. Kegiatan ini melatih kemampuanmu untuk menalar dan mengaitkan iman dengan kehidupan sehari-hari.

Pertanyaan:

1. Baca dua kisah berikut:

📖 Kisah A — Raka adalah siswa kelas 9 yang pintar. Ketika teman-temannya mengajaknya ikut menyontek saat ulangan, Raka menolak karena tidak mau dapat masalah. Ia mengandalkan kemampuan belajarnya sendiri dan merasa cukup dengan itu. Ia tidak pernah berdoa meminta kekuatan, karena merasa bisa mengatasi sendiri.

📖 Kisah B — Sari juga siswa kelas 9. Setiap pagi sebelum sekolah, ia berdoa singkat memohon kekuatan Tuhan untuk menghadapi hari itu, termasuk situasi-situasi sulit. Ketika diajak melakukan sesuatu yang tidak sesuai nilai Kristiani, ia tidak hanya mengandalkan pikirannya sendiri — ia ingat doanya dan merasa ada kekuatan lebih untuk berkata tidak.

Menurutmu, apa perbedaan mendasar antara cara Raka dan Sari menghadapi godaan? Mana yang lebih mencerminkan Yeremia 17:7-8 dan mengapa?

2. Isilah tabel berikut berdasarkan pemahamanmu tentang perbedaan antara 'doa sebagai rutinitas' dan 'doa sebagai ketergantungan nyata pada Tuhan':

AspekDoa Sekadar RutinitasDoa sebagai Ketergantungan pada Tuhan
Motivasi berdoa......
Sikap hati saat berdoa......
Pengaruh terhadap tindakan nyata......
Contoh dalam kehidupan remaja......

3. Bersama 2-3 temanmu, diskusikan: Selain berdoa, apa saja bentuk ibadah atau kebiasaan rohani lain yang bisa memperkuat remaja Kristen dalam menghadapi godaan sehari-hari? Tuliskan minimal 3 contoh dan jelaskan bagaimana masing-masing membantu!

4. Lengkapi kalimat berikut dengan refleksimu sendiri (minimal 2 kalimat per poin):

  1. Selama ini aku mengandalkan Tuhan melalui doa ketika...
    1. Jujurnya, ada kalanya aku lebih mengandalkan diri sendiri ketika...
    2. Mulai sekarang, aku ingin lebih mengandalkan Tuhan dengan cara...

Pertanyaan 1 dan 4 dijawab secara individu dalam bentuk paragraf atau kalimat lengkap. Pertanyaan 2 diisi dalam format tabel 4 kolom. Pertanyaan 3 didiskusikan bersama teman, lalu ditulis kesimpulan pribadi minimal 3 poin dalam bentuk daftar bernomor.

Kegiatan 3: Doaku, Kekuatanku — Menulis Doa Pribadi kepada Tuhan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Suasana yang tenang (guru dapat memutar musik instrumental rohani pelan)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ini adalah kegiatan yang paling personal dalam LKPD ini. Bersiaplah dengan hati yang tenang.
  2. Ambil napas sejenak, hening sebentar, dan hadirkan dirimu di hadapan Tuhan sebelum mulai menulis.
  3. Kamu akan menulis sebuah doa pribadi yang sungguh-sungguh — bukan doa hafalan, bukan doa formal, tapi percakapan jujurmu dengan Allah.
  4. Gunakan panduan struktur doa di bawah ini sebagai kerangka, namun kamu bebas mengembangkannya dengan kata-katamu sendiri.
  5. Doamu tidak akan dibacakan di depan kelas kecuali kamu sendiri yang mau berbagi.

Pertanyaan:

1. Sebelum menulis doa, identifikasi terlebih dahulu: apa satu situasi godaan nyata yang paling sering kamu hadapi saat ini sebagai remaja? Tuliskan situasinya secara jujur (tidak perlu detail yang terlalu pribadi — cukup garis besarnya).

2. Sekarang, tuliskan doa pribadimu kepada Tuhan menggunakan kerangka berikut sebagai panduan:

🙏 PUJIAN — Mulai dengan memuji Tuhan untuk siapa Dia (1-2 kalimat)
🤍 PENGAKUAN — Akui dengan jujur kelemahanmu dan saat-saat kamu tidak mengandalkan Tuhan (2-3 kalimat)
🙌 PERMOHONAN — Minta kekuatan Tuhan untuk menghadapi situasi godaan yang kamu tuliskan di nomor 1 (3-4 kalimat)
✨ KOMITMEN — Nyatakan komitmenmu untuk lebih bergantung pada Tuhan ke depannya (1-2 kalimat)
🙏 PENUTUP — Tutup doamu dalam nama Yesus

Tuliskan doamu secara lengkap di ruang jawaban yang tersedia.

3. Setelah menulis doamu, jawab pertanyaan ini: Bagaimana perasaanmu setelah menuliskan doa ini? Apakah ada sesuatu yang berbeda dibandingkan saat kamu berdoa secara lisan atau hafalan? Jelaskan dalam 3-5 kalimat.

Pertanyaan 1 dijawab dalam 2-4 kalimat. Pertanyaan 2 (doa pribadi) ditulis dalam ruang khusus minimal setengah halaman — gunakan paragraf terstruktur sesuai kerangka PUJIAN, PENGAKUAN, PERMOHONAN, KOMITMEN, dan PENUTUP. Pertanyaan 3 ditulis dalam 3-5 kalimat reflektif.

REFLEKSI

1. Dari pembelajaran hari ini, satu hal yang paling membuatku sadar bahwa aku perlu lebih mengandalkan Tuhan adalah... (jelaskan dengan jujur).

2. Gambaran 'pohon di tepi sungai' dari Yeremia 17:7-8 mengingatkanku bahwa dalam situasi nyata hidupku saat ini, aku ingin menjadi seseorang yang... Langkah kecil apa yang akan aku mulai lakukan minggu ini?

3. Setelah menulis doaku sendiri hari ini, aku menyadari bahwa doa bukan sekadar kewajiban, melainkan... Bagaimana aku ingin menjadikan doa sebagai bagian nyata dari caraku menghadapi godaan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.