LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9
Bab 11 - Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D) Topik: Toleransi dalam Masyarakat Majemuk: Teladan Yesus Kristus INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menggali Teladan Yesus: Kisah Orang Samaria yang Murah HatiEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Siapa saja tokoh yang lewat dan melihat orang yang terluka di jalan? Tuliskan dalam tabel sikap masing-masing tokoh! Ruang tabel jawaban 2. Mengapa tindakan orang Samaria ini begitu mengejutkan dan istimewa di mata orang Yahudi pada zaman itu? 3. Apa makna toleransi yang Yesus ajarkan melalui perumpamaan ini? Jelaskan dengan kalimat kalian sendiri! Untuk nomor 1: Buatlah tabel dengan 3 kolom (Tokoh | Sikap terhadap orang terluka | Makna sikap tersebut). Untuk nomor 2 dan 3: Tulis jawaban dalam bentuk paragraf, minimal 5 kalimat. Kegiatan 2: Cermin Diri: Mengidentifikasi Sikap Toleran Remaja KristenEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. SITUASI A: Rina menolak duduk sebangku dengan Fatimah yang beragama Islam karena takut terlibat dalam kegiatan keagamaan yang berbeda. Apakah sikap Rina toleran? Mengapa? Apa yang seharusnya dilakukan Rina sebagai remaja Kristen? 2. SITUASI B: Saat bulan Ramadan, David tidak makan dan minum di depan teman-teman Muslim-nya yang sedang berpuasa. Dia juga ikut menjaga ketenangan saat mereka shalat. Apakah sikap David toleran? Mengapa? 3. SITUASI C: Sarah aktif mengajak teman-teman non-Kristen untuk ikut kebaktian, tetapi ketika diajak ke acara keagamaan mereka, Sarah menolak keras dan mengatakan itu dosa. Apakah sikap Sarah konsisten dengan toleransi? Mengapa? 4. Dari ketiga situasi di atas, buatlah daftar 5 sikap dan perilaku toleran yang perlu diwujudkan remaja Kristen dalam pergaulan sehari-hari! Untuk nomor 1-3: Tulis jawaban dalam 4-6 kalimat per situasi. Untuk nomor 4: Buatlah daftar bernomor 1-5 (atau lebih) dengan kalimat lengkap. Kegiatan 3: Aksi Nyata: Merancang Program Toleransi di SekolahEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah rancangan program dengan format berikut: Nama Program, Tujuan, Sasaran (siapa yang terlibat/dibantu), Kegiatan Utama (3-5 langkah konkret), Waktu Pelaksanaan, Nilai-nilai Kristiani yang Diterapkan. Ruang tabel jawaban 2. Jelaskan bagaimana program kalian meneladani kasih Yesus Kristus yang tidak membeda-bedakan! Untuk nomor 1: Buatlah tabel dengan 6 baris sesuai komponen yang diminta. Untuk nomor 2: Tulis dalam bentuk paragraf 5-7 kalimat. REFLEKSI1. Setelah mempelajari teladan Yesus tentang toleransi, perubahan sikap apa yang ingin kamu wujudkan dalam pergaulanmu di sekolah atau lingkungan rumah? 2. Ceritakan satu pengalaman nyata ketika kamu (atau orang yang kamu kenal) menunjukkan toleransi kepada orang yang berbeda latar belakang. Apa yang kamu rasakan? 3. Apa tantangan terbesar bagimu pribadi dalam mewujudkan toleransi seperti yang Yesus ajarkan? Bagaimana kamu akan mengatasinya? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.