LKPDPertemuan 2Bab 10Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Makna Gereja bagi Remaja dan Tantangan Pelayanan Gereja terhadap Perubahan Zaman

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 9 dengan topik "Makna Gereja bagi Remaja dan Tantangan Pelayanan Gereja terhadap Perubahan Zaman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 9: Makna Gereja bagi Remaja dan Tantangan Pelayanan Gereja terhadap Perubahan Zaman

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 9

Bab 10 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 9 (Fase D)

Topik: Makna Gereja bagi Remaja dan Tantangan Pelayanan Gereja terhadap Perubahan Zaman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 9
TopikMakna Gereja bagi Remaja dan Tantangan Pelayanan Gereja terhadap Perubahan Zaman
Alokasi Waktu80 Menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menganalisis makna kehadiran gereja bagi kehidupan remaja masa kini serta menjelaskan berbagai bentuk pelayanan di gereja yang dapat melibatkan remaja sebagai anggota tubuh Kristus.
  2. Murid dapat menjelaskan tantangan pelayanan gereja di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta bagaimana gereja dipimpin Roh Kudus untuk merespons perubahan zaman secara bertanggung jawab.

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan dengan berdoa memohon hikmat dari Roh Kudus.
  • Bacalah setiap instruksi dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan tugas dengan penuh kesadaran bahwa kamu adalah bagian penting dari gereja masa kini.
  • Diskusikan dengan teman kelompokmu secara aktif, hargai setiap pendapat yang ada.
  • Gunakan kreativitasmu sebebas mungkin, terutama saat merancang ide pelayanan gereja.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aku, Talentaku, dan Gerejaku

Estimasi: 20 Menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku Siswa PAK Kelas 9

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingat kembali suasana ibadah di gerejamu masing-masing.
  2. Pikirkan talenta atau hobi yang Tuhan berikan kepadamu (misalnya: main musik, desain grafis, ramah, suka menyanyi, jago IT).
  3. Analisislah bagaimana talenta tersebut dapat digunakan sebagai bentuk pelayanan remaja di gereja.
  4. Diskusikan dengan teman sebangkumu mengapa remaja sering kali merasa enggan atau malu untuk melayani di gereja.

Pertanyaan:

1. Tuliskan minimal 3 talenta yang kamu miliki dan pasangkan dengan bentuk pelayanan yang bisa kamu lakukan di gereja!

Ruang tabel jawaban

2. Menurutmu, apa makna kehadiran gereja bagi kehidupan remaja masa kini? Mengapa remaja perlu dilibatkan sedini mungkin dalam pelayanan?

Untuk pertanyaan nomor 1, buatlah tabel dengan 3 kolom: 'Nomor', 'Talenta/Bakatku', dan 'Bentuk Pelayanan di Gereja'. Untuk pertanyaan nomor 2, sediakan ruang kosong berupa garis-garis untuk menuliskan 3-4 kalimat uraian.

Kegiatan 2: Gereja di Era Digital: Tantangan atau Peluang?

Estimasi: 40 Menit

Alat & Bahan:

  • Kertas karton/HVS
  • Spidol warna-warni
  • Gawai (jika diizinkan untuk mencari referensi)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang.
  2. Bacalah fenomena ini: 'Banyak remaja menganggap gereja itu kuno, khotbahnya membosankan, dan tidak nyambung dengan zaman sekarang. Akibatnya, banyak remaja mulai meninggalkan gereja.'
  3. Diskusikan bersama kelompokmu tantangan apa saja yang dihadapi gereja di tengah pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
  4. Rancanglah satu ide program pelayanan remaja yang memanfaatkan teknologi masa kini, namun tetap berpusat pada Kristus.

Pertanyaan:

1. Apa saja tantangan terbesar pelayanan gereja saat ini dalam menghadapi perkembangan IPTEK dan perubahan gaya hidup remaja?

2. Rancanglah satu ide program/kegiatan pelayanan remaja yang kreatif dan memanfaatkan teknologi. Jelaskan nama program, tujuan, dan cara pelaksanaannya!

Sediakan kotak besar kosong. Bagian atas untuk menuliskan hasil diskusi tentang tantangan gereja (poin-poin). Bagian bawah untuk menuliskan rancangan ide program (Nama Program, Tujuan, Cara Pelaksanaan). Murid boleh menambahkan gambar/sketsa sederhana.

Kegiatan 3: Dipimpin Roh Kudus dalam Merespons Zaman

Estimasi: 20 Menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kembali ke tempat duduk masing-masing untuk merenung secara pribadi.
  2. Perubahan zaman dan teknologi bisa membawa dampak positif maupun negatif. Gereja tidak boleh naif, tetapi juga tidak boleh terseret arus dunia.
  3. Pikirkan bagaimana peran Roh Kudus memampukan gereja (termasuk kamu sebagai remaja) untuk merespons perubahan ini dengan bertanggung jawab.

Pertanyaan:

1. Bagaimana cara kamu memastikan bahwa ide pelayanan modern yang kamu rancang tadi tetap dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak sekadar ikut-ikutan tren dunia?

Sediakan ruang dengan ikon awan atau bentuk hati yang besar agar murid dapat menuliskan refleksinya di dalam bentuk tersebut, memberikan kesan personal dan bermakna.

REFLEKSI

1. Setelah mengikuti pembelajaran hari ini, apa satu hal baru yang kamu sadari tentang peranmu di gereja?

2. Bagaimana perasaanmu saat mengetahui bahwa gereja sangat membutuhkan talenta dan kehadiran remaja sepertimu?

3. Langkah kecil apa yang akan kamu lakukan di gerejamu pada hari Minggu ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.