LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Kesetiaan Membaca Alkitab dalam Kehidupan Keluarga dan Gereja
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Kesetiaan Membaca Alkitab dalam Kehidupan Keluarga dan Gereja". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Kesetiaan Membaca Alkitab dalam Kehidupan Keluarga dan Gereja
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 7
Bab 6 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D) Topik: Kesetiaan Membaca Alkitab dalam Kehidupan Keluarga dan Gereja INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Ceritakan Pengalamanku: Alkitab dalam Keluarga dan GerejakuEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Apakah keluargamu memiliki kebiasaan membaca Alkitab bersama? Ceritakan: kapan biasanya dilakukan, siapa yang memimpin, dan bagaimana suasananya. 2. Di gereja atau kelompok persekutuan (misalnya Sekolah Minggu, Pemuda, PA/Penelaahan Alkitab), pernahkah kamu ikut kegiatan membaca atau mendalami Alkitab bersama? Tuliskan nama kegiatannya dan apa yang paling berkesan bagimu dari kegiatan tersebut. 3. Lengkapi tabel berikut berdasarkan pengalamanmu! Tuliskan setidaknya DUA contoh kebiasaan membaca Alkitab — satu dari lingkungan keluarga dan satu dari gereja/persekutuan. Ruang tabel jawaban 4. Dari semua cerita yang kamu dengar di kelompokmu, tuliskan SATU pengalaman temanmu yang paling menginspirasimu dan jelaskan mengapa pengalaman itu menyentuh hatimu. Tulis jawaban pertanyaan 1 dan 2 dalam bentuk paragraf pendek (3–5 kalimat). Untuk pertanyaan 3, isi tabel 4 kolom dengan judul: Konteks (Keluarga/Gereja) | Kebiasaan Membaca Alkitab | Seberapa Rutin | Apa yang Aku Rasakan. Untuk pertanyaan 4, tulis 2–3 kalimat. Kegiatan 2: Detektif Alkitab: Sikap yang Baik dan Benar dalam Membaca AlkitabEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Baca skenario-skenario berikut, lalu isi tabel analisis sikap! Skenario A: Rio membuka Alkitab setiap pagi, tetapi sambil bermain HP dan hanya membaca satu ayat tanpa benar-benar merenungkannya. Skenario B: Maya membaca Alkitab dengan tenang di ruang doa keluarga, mencatat ayat yang menurutnya bermakna, dan mendoakan isi bacaannya. Skenario C: Dito membaca Alkitab hanya ketika disuruh orang tua dan langsung menutupnya setelah selesai tanpa bertanya apa artinya. Skenario D: Lina bergabung dalam kelompok PA di gereja, aktif bertanya tentang makna ayat, dan membagikan pemahaman barunya kepada teman-teman. Ruang tabel jawaban 2. Bacalah 2 Timotius 3:16-17. Menurut ayat ini, apa saja fungsi Alkitab bagi kehidupan orang Kristen? Tuliskan minimal 3 fungsi dengan kata-katamu sendiri. 3. Bayangkan kamu adalah seorang pemandu untuk teman sebayamu yang baru pertama kali ingin mulai membaca Alkitab secara rutin. Buatlah 'Panduan Mini Sikap Membaca Alkitab' yang berisi 4–5 tips sikap yang baik dan benar. Kamu boleh menambahkan ilustrasi sederhana (gambar ikon/simbol) di samping setiap tips jika kamu mau! Ruang gambar Untuk pertanyaan 1, isi tabel 4 kolom dengan judul: Skenario | Nama Tokoh | Sikap: Baik / Perlu Diperbaiki | Alasanku. Untuk pertanyaan 2, buat daftar bernomor (minimal 3 poin). Untuk pertanyaan 3, buat kotak 'Panduan Mini'-ku dengan 4–5 tips disertai gambar ikon sederhana (boleh berupa bintang, hati, buku, dll.) di sebelah kiri setiap tips. Kegiatan 3: Suratku untuk Alkitabku: Refleksi Pribadi dan KomitmenEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Jujurlah pada dirimu sendiri. Seberapa setia kamu membaca Alkitab selama ini? Beri tanda centang (✓) pada kotak yang paling menggambarkan kondisimu, lalu tuliskan alasanmu secara singkat. [ ] Setiap hari [ ] Beberapa kali seminggu [ ] Hanya saat ibadah/PA [ ] Jarang sekali [ ] Belum pernah secara mandiri 2. Apa hambatan terbesar yang membuatmu sulit atau malas membaca Alkitab secara rutin? Tuliskan 2–3 hambatan, lalu di sebelahnya tuliskan satu solusi kecil yang bisa kamu coba untuk mengatasi hambatan tersebut. Ruang tabel jawaban 3. Setelah mengikuti seluruh kegiatan hari ini, tuliskan SATU kalimat yang paling menggambarkan apa fungsi Alkitab bagi hidupmu secara pribadi — bukan dari buku, tapi benar-benar dari dirimu sendiri. 4. Sekarang tulislah 'Surat untuk Diriku Sendiri' — sebuah surat pendek (5–7 kalimat) berisi komitmenmu untuk lebih setia membaca dan mendalami Alkitab, baik dalam keluarga maupun gereja. Mulai suratmu dengan: 'Untuk [namamu] di masa depan, ...' Pertanyaan 1: Beri tanda centang pada kotak pilihan, lalu tulis 1–2 kalimat alasan. Pertanyaan 2: Buat tabel 2 kolom — Hambatanku | Solusi Kecilku (isi 2–3 baris). Pertanyaan 3: Tulis 1 kalimat dalam kotak yang tersedia. Pertanyaan 4: Tulis surat di area bergaris yang tersedia, dimulai dengan 'Untuk [namamu] di masa depan, ...' dan diakhiri dengan tanda tangan. REFLEKSI1. Setelah hari ini berbagi dan mendengar cerita teman-temanmu, apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang bagaimana Alkitab bisa menjadi penuntun hidup — baik dalam keluarga maupun di gereja? 2. Sikap membaca Alkitab yang seperti apa yang ingin kamu mulai terapkan mulai minggu ini, dan apa langkah pertama yang akan kamu ambil? 3. Jika Alkitab benar-benar adalah 'napas hidup' orang beriman seperti yang kita pelajari hari ini, apa artinya itu bagimu secara pribadi? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.