LKPDPertemuan 1Bab 5Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Makna dan Pentingnya Berdoa bagi Remaja Kristen

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Makna dan Pentingnya Berdoa bagi Remaja Kristen". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Makna dan Pentingnya Berdoa bagi Remaja Kristen

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 5 - Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Makna dan Pentingnya Berdoa bagi Remaja Kristen

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMakna dan Pentingnya Berdoa bagi Remaja Kristen
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna doa sebagai komunikasi orang beriman dengan Allah dan menjabarkan hal-hal penting yang terkandung dalam Doa Bapa Kami (Efesus 6:18; Roma 12:12).
  2. Murid dapat menulis doa permohonan pribadi yang mencerminkan kesungguhan iman sebagai remaja Kristen yang membutuhkan tuntunan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan cermat sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari Kegiatan 1 hingga Kegiatan 3.
  • Untuk kegiatan diskusi kelompok, pastikan setiap anggota kelompok mendapat kesempatan berbicara.
  • Tuliskan jawabanmu dengan jujur dan penuh keyakinan — tidak ada jawaban yang salah selama kamu berpikir sungguh-sungguh.
  • Siapkan Alkitabmu karena kamu akan membaca beberapa ayat selama kegiatan berlangsung.
  • Jika ada kata atau ayat yang belum kamu pahami, tandai dan diskusikan bersama teman atau gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Doa Itu Seperti Apa? — Menjelajahi Makna Doa

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab (Efesus 6:18 dan Roma 12:12)
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Perhatikan dua situasi berikut yang akan dibacakan/ditampilkan gurumu.
  2. Situasi A: Dimas ingin meminta izin pergi ke rumah teman, tetapi ia hanya mengirim pesan singkat tanpa pernah berbicara langsung dengan orang tuanya sudah berbulan-bulan.
  3. Situasi B: Setiap pagi dan malam, Risa selalu menyempatkan waktu 5 menit untuk berbicara dari hati ke hati dengan orang tuanya — menceritakan rasa syukur, kekhawatiran, dan harapannya.
  4. Diskusikan dalam kelompok kecil (3–4 orang) selama 5 menit menggunakan pertanyaan yang tersedia.
  5. Setelah diskusi, bacalah Efesus 6:18 dan Roma 12:12 dari Alkitabmu, lalu kerjakan pertanyaan individu.
  6. Catat poin-poin penting hasil diskusi kelompokmu di kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Dari dua situasi di atas, manakah yang menurutmu menggambarkan hubungan yang lebih dekat dan hidup? Mengapa? Apa kaitannya dengan hubungan kita dengan Allah melalui doa?

2. Berdasarkan Efesus 6:18 dan Roma 12:12, tuliskan dalam tabel berikut: (a) kata atau frasa kunci dari masing-masing ayat, dan (b) apa pelajaran tentang doa yang kamu tangkap dari ayat tersebut.

AyatKata/Frasa KunciPelajaran tentang Doa

3. Dengan kata-katamu sendiri, tuliskan definisi DOA menurutmu setelah membaca kedua ayat tersebut. Gunakan minimal 2 kalimat.

Pertanyaan 1: tulis poin-poin diskusi kelompok dalam 3–5 kalimat. Pertanyaan 2: isi tabel 3 kolom (Ayat | Kata/Frasa Kunci | Pelajaran tentang Doa) dengan minimal 2 baris. Pertanyaan 3: tulis uraian bebas minimal 2 kalimat.

Kegiatan 2: Bedah Doa Bapa Kami — Menemukan Harta Tersembunyi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab (Matius 6:9–13)
  • Pena/pensil berwarna (opsional untuk menandai teks)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah Doa Bapa Kami (Matius 6:9–13) bersama-sama dengan gurumu.
  2. Dalam kelompok yang sama, bagi teks Doa Bapa Kami menjadi bagian-bagian bermakna (kalimat per kalimat atau frasa per frasa).
  3. Analisis setiap bagian: apa yang sedang diminta/diungkapkan dalam kalimat tersebut?
  4. Isi tabel analisis yang tersedia di bawah ini secara bersama-sama, lalu presentasikan temuan kelompokmu dalam 2–3 menit.
  5. Setelah presentasi, kerjakan pertanyaan refleksi individu secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel analisis Doa Bapa Kami berikut. Tuliskan kutipan teks, kategori isi (pujian/permohonan/pengakuan/komitmen), dan penjelasan maknanya.

NoKutipan Teks DoaKategoriMakna/Penjelasan

2. Dari semua bagian Doa Bapa Kami yang sudah kamu analisis, bagian manakah yang paling berkesan bagimu sebagai remaja? Mengapa bagian itu terasa paling relevan dengan hidupmu sekarang?

3. Yesus mengajarkan Doa Bapa Kami sebagai contoh cara berdoa yang baik. Sebutkan minimal 3 hal penting yang bisa kamu pelajari dari struktur doa ini untuk diterapkan saat kamu berdoa sendiri.

Pertanyaan 1: isi tabel 4 kolom (No | Kutipan Teks Doa | Kategori | Makna/Penjelasan) dengan minimal 5 baris sesuai bagian-bagian Doa Bapa Kami. Pertanyaan 2 dan 3: tulis uraian bebas, masing-masing minimal 3 kalimat.

Kegiatan 3: Doaku dari Hati — Menulis Doa Permohonan Pribadi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pena (disarankan menulis dengan tangan untuk kesan personal)
  • Alkitab (sebagai referensi opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini adalah kegiatan INDIVIDU yang bersifat pribadi dan penuh makna.
  2. Sebelum menulis, luangkan waktu 1–2 menit untuk hening dan berdiam diri. Pikirkan: Apa yang paling kamu butuhkan dari Allah sebagai remaja saat ini?
  3. Gunakan panduan kerangka doa (scaffold) yang disediakan untuk membantumu menyusun doa.
  4. Tuliskan doamu dengan tulus — ini bukan ujian tentang kata-kata yang indah, tetapi tentang kejujuran hatimu kepada Allah.
  5. Setelah selesai menulis, bacalah doamu pelan-pelan dalam hati untuk memastikan isinya benar-benar mencerminkan perasaan dan kebutuhanmu.
  6. Kumpulkan LKPD ini kepada gurumu — doamu akan dibaca dengan hormat dan rahasia.

Pertanyaan:

1. Sebelum menulis doa, isi tabel persiapan berikut untuk membantu kamu merenungkan isi doamu:

Aspek DoaApa yang ingin kamu sampaikan kepada Allah?
Pujian dan syukur...
Pengakuan (hal yang perlu diakui/diperbaiki)...
Permohonan untuk dirimu sendiri...
Permohonan untuk orang-orang yang kamu kasihi...
Komitmen (apa yang ingin kamu lakukan setelah berdoa)...

2. Sekarang, tulislah DOA PERMOHONAN PRIBADImu secara lengkap. Gunakan hasil tabel persiapan di atas sebagai panduan. Doamu harus:

  • Ditujukan langsung kepada Allah
  • Mencerminkan kondisi dan kebutuhanmu sebagai remaja
  • Mengandung minimal: pujian/syukur, pengakuan, permohonan, dan penutup
  • Ditulis dengan tulus dan sungguh-sungguh
  • Minimal 1 paragraf (5–8 kalimat)

3. Setelah kamu menulis doamu, jawablah pertanyaan ini: Apa perbedaan yang kamu rasakan sebelum dan sesudah menulis doa ini? Apakah ada sesuatu yang berubah dalam pikiranmu atau perasaanmu?

Pertanyaan 1: isi tabel 2 kolom (Aspek Doa | Apa yang ingin kamu sampaikan) dengan 5 baris aspek yang sudah tersedia. Pertanyaan 2: tulis doa dalam format paragraf mengalir, minimal 5–8 kalimat. Pertanyaan 3: tulis uraian refleksi pribadi minimal 3 kalimat.

REFLEKSI

1. Dari pembelajaran hari ini, apa satu hal baru yang kamu pahami tentang DOA yang sebelumnya belum pernah kamu pikirkan? Bagaimana pemahaman baru itu mengubah cara pandangmu tentang berdoa?

2. Sebagai remaja yang menghadapi banyak tantangan setiap hari — dari tekanan sekolah, pergaulan, hingga godaan media sosial — bagaimana doa bisa menjadi 'kekuatan' nyata bagimu? Ceritakan satu situasi konkret di mana kamu merasa membutuhkan pertolongan Allah.

3. Setelah belajar tentang Doa Bapa Kami dan menulis doamu sendiri, satu komitmen kecil apa yang ingin kamu ambil mulai hari ini untuk menjaga kebiasaan berdoamu agar tetap hidup dan tulus?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.