LKPDPertemuan 4Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Asesmen Sumatif: Meneladani Yesus Dalam Mengampuni

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Asesmen Sumatif: Meneladani Yesus Dalam Mengampuni". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Asesmen Sumatif: Meneladani Yesus Dalam Mengampuni

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 3 - Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Asesmen Sumatif: Meneladani Yesus Dalam Mengampuni

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikAsesmen Sumatif: Meneladani Yesus Dalam Mengampuni
Alokasi Waktu80 menit
Tipe AktivitasCampuran (isian, uraian, tabel, refleksi, pernyataan komitmen)
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman menyeluruh tentang teladan Yesus dalam mengampuni dan alasan manusia mengampuni sesama melalui asesmen tertulis.
  2. Murid dapat menyatakan komitmen untuk bersedia memaafkan sesama dan meminta maaf ketika melakukan kesalahan, sebagai wujud penerapan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah terlebih dahulu sebelum mengerjakan LKPD ini agar kamu dapat berpikir dengan jernih dan hati yang terbuka.
  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai menjawab.
  • Kerjakan semua kegiatan secara mandiri dan jujur — ini adalah waktumu menunjukkan apa yang sudah kamu pelajari.
  • Tulis jawabanmu dengan kalimat lengkap dan jelas pada setiap ruang yang tersedia.
  • Jika ada pertanyaan yang menurutmu sulit, coba ingat kembali pelajaran sebelumnya dan bacaan Alkitab yang sudah kamu pelajari.
  • Waktu pengerjaan total adalah 80 menit. Kelola waktumu dengan baik.
  • Setelah selesai, baca kembali jawabanmu sebelum dikumpulkan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memahami Teladan Yesus dalam Mengampuni

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab atau kutipan ayat yang tersedia di LKPD
  • Pulpen atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dengan saksama kutipan berikut dari Yohanes 8:1–11 (peristiwa Yesus dan perempuan yang kedapatan berbuat zinah) dan Lukas 23:34 (doa Yesus di kayu salib: 'Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat').
  2. Jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini berdasarkan pemahamanmu tentang kedua peristiwa tersebut.
  3. Untuk soal tabel (nomor 3), isi setiap kolom dengan informasi yang sesuai.
  4. Gunakan kalimatmu sendiri — hindari menyalin kata per kata dari buku.

Pertanyaan:

1. Pada peristiwa Yohanes 8:1–11, apa yang dilakukan Yesus ketika orang banyak hendak menghukum perempuan yang berdosa itu? Tuliskan minimal dua tindakan Yesus dan jelaskan maknanya bagimu.

2. Mengapa Yesus berdoa 'Ya Bapa, ampunilah mereka' saat Ia sedang disalibkan? Apa yang hal ini ajarkan tentang pengampunan Yesus?

3. Lengkapi tabel berikut tentang teladan Yesus dalam mengampuni. Isi kolom:

  1. Peristiwa/Ayat Alkitab,
  2. Bentuk Pengampunan Yesus,
  3. Pelajaran yang Dapat Diambil.
Ruang tabel jawaban

4. Menurut imanmu, mengapa manusia perlu mengampuni sesama? Tuliskan minimal tiga alasan yang bersumber dari iman Kristen.

Soal 1–2 dan 4: tulis jawaban uraian minimal 3–5 kalimat per soal. Soal 3: isi tabel 3 kolom x 3 baris (Peristiwa/Ayat | Bentuk Pengampunan Yesus | Pelajaran yang Diambil).

Kegiatan 2: Menganalisis Situasi Nyata: Mengampuni dalam Kehidupan Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Baca dua ilustrasi situasi di bawah ini dengan cermat.
  2. Untuk setiap situasi, jawab pertanyaan yang menyertainya.
  3. Hubungkan jawabanmu dengan teladan Yesus dan nilai-nilai Kristiani yang sudah kamu pelajari.
  4. Tidak ada jawaban yang salah selama kamu memberikan alasan yang jelas dan berakar pada iman Kristen.

Pertanyaan:

1. Situasi A — Dion dan Rafi adalah sahabat dekat. Suatu hari, Rafi secara tidak sengaja menyebarkan rahasia Dion kepada teman-teman sekelas. Dion sangat marah dan memutuskan untuk tidak mau berbicara lagi dengan Rafi. Rafi sudah meminta maaf berkali-kali, tetapi Dion tetap menolak. Pertanyaan: (a) Apa yang sebaiknya Dion lakukan menurut teladan Yesus? (b) Mengapa sulit untuk mengampuni? (c) Apa yang akan terjadi pada persahabatan mereka jika Dion mau mengampuni Rafi?

2. Situasi B — Sinta merasa bersalah karena tanpa sadar ia menyinggung perasaan teman sekelasnya, Mira, dengan ucapan yang kasar saat berdebat. Sinta tahu ia bersalah, tetapi ia malu dan takut ditolak jika meminta maaf. Pertanyaan: (a) Apa yang seharusnya Sinta lakukan sebagai orang Kristen? (b) Apa yang membuat seseorang sulit meminta maaf? (c) Bagaimana imanmu kepada Yesus dapat membantumu untuk berani meminta maaf?

3. Dari dua situasi di atas, menurut kamu apa perbedaan antara 'mengampuni' dan 'meminta maaf'? Apakah keduanya sama pentingnya? Jelaskan!

Jawab setiap bagian pertanyaan (a, b, c) dalam paragraf terpisah. Minimal 2–3 kalimat per bagian. Soal 3 minimal 1 paragraf (4–5 kalimat).

Kegiatan 3: Surat Komitmenku: Aku Memilih untuk Mengampuni

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen atau pensil
  • Bisa menggunakan spidol warna untuk menghias bagian komitmen jika tersedia (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bagian ini adalah kesempatan untuk mengungkapkan isi hatimu secara jujur kepada Tuhan dan dirimu sendiri.
  2. Tulislah sebuah 'Surat Komitmen' singkat yang terdiri dari dua bagian: (1) refleksi pengalaman pribadi dan (2) pernyataan komitmen.
  3. Kamu tidak wajib menyebutkan nama orang lain secara spesifik jika tidak merasa nyaman — gunakan saja kata 'seseorang' atau inisial.
  4. Tulis dengan hati yang terbuka dan jujur. Tidak ada yang dinilai dari perasaanmu, melainkan dari kesungguhanmu.
  5. Setelah menulis, kamu akan diminta menjawab dua pertanyaan pendek sebagai penutup.

Pertanyaan:

1. Tuliskan surat komitmen pribadimu dengan mengikuti kerangka berikut:

'Kepada Tuhan Yesus,
Aku menyadari bahwa Engkau telah mengampuniku seutuhnya meskipun aku tidak sempurna. Engkau mengajarkan pengampunan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan hidupMu sendiri...

[Bagian 1 — Refleksi Pengalaman] Dalam hidupku, ada saatnya aku pernah (ceritakan salah satu pengalaman: pernah sulit memaafkan seseorang ATAU pernah perlu meminta maaf)...

[Bagian 2 — Komitmen] Mulai hari ini, aku berkomitmen untuk...

Tanda tangan dan nama: ___________'

2. Menurut kamu, apa satu langkah konkret (nyata dan bisa dilakukan minggu ini) yang dapat kamu lakukan sebagai wujud komitmenmu tersebut?

3. Lengkapi kalimat berikut: 'Bagiku, meneladani Yesus dalam mengampuni berarti _____________ karena _____________ .'

Soal 1: Tulis surat komitmen dalam format surat (minimal 3 paragraf pendek, sekitar 100–150 kata). Soal 2: Isian 1–2 kalimat yang spesifik dan dapat dilakukan. Soal 3: Isian melengkapi kalimat rumpang.

REFLEKSI

1. Setelah mengerjakan LKPD ini, apa satu hal baru yang kamu sadari tentang pengampunan — baik tentang mengampuni orang lain maupun tentang meminta maaf?

2. Apakah ada seseorang dalam hidupmu saat ini yang membutuhkan pengampunanmu, atau seseorang yang perlu kamu datangi untuk meminta maaf? Bagaimana perasaanmu memikirkan hal itu?

3. Bagaimana teladan Yesus dalam mengampuni memberi kamu kekuatan atau inspirasi untuk melakukan hal yang sama dalam kehidupan nyata sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.