LKPDPertemuan 2Bab 3Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Makna dan Alasan Manusia Wajib Mengampuni Sesama

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Makna dan Alasan Manusia Wajib Mengampuni Sesama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Makna dan Alasan Manusia Wajib Mengampuni Sesama

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 3 - Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Makna dan Alasan Manusia Wajib Mengampuni Sesama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMakna dan Alasan Manusia Wajib Mengampuni Sesama
Alokasi Waktu80 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan alasan orang beriman wajib mengampuni sesama sebagai tanggapan atas karya penyelamatan Allah dalam Yesus Kristus, berdasarkan Efesus 4:32 dan Matius 6:14-15.
  2. Murid dapat membedakan pengertian mengampuni dengan membiarkan kejahatan berlangsung, serta menjelaskan dampak positif pengampunan bagi kesehatan mental dan hubungan antarmanusia.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan teliti sebelum mulai mengerjakan.
  • Kerjakan setiap kegiatan secara berurutan — jangan melompati bagian mana pun.
  • Beberapa kegiatan dikerjakan sendiri, beberapa bersama kelompok. Ikuti instruksi pada setiap kegiatan.
  • Tulis jawabanmu dengan jujur dan penuh pemikiran — tidak ada jawaban yang salah selama kamu berani berpikir!
  • Jika ada kata atau ayat yang belum kamu pahami, tanyakan kepada gurumu.
  • Siapkan Alkitabmu — kamu akan membutuhkannya untuk membaca beberapa ayat.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Apa yang Sesungguhnya Terjadi Saat Kita Mengampuni?

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab
  • Pensil warna atau stabilo
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu terlebih dahulu, kemudian dibagikan ke teman sebangku.
  2. Baca dengan seksama dua situasi di bawah ini, lalu jawab pertanyaan yang mengikutinya.
  3. Situasi A: Riko meminjam sepeda Dani tanpa izin dan sepeda itu rusak. Dani sangat marah, tetapi akhirnya berkata, 'Aku maafkan kamu, Riko. Tapi lain kali minta izin dulu, ya.' Setelah itu, mereka tetap berteman baik.
  4. Situasi B: Sari diejek terus-menerus oleh sekelompok teman sekelas. Guru mengetahuinya dan menangani masalah itu. Sari memaafkan mereka di dalam hatinya — tetapi ia juga melaporkan kejadian itu agar tidak terulang kepada orang lain.
  5. Setelah membaca kedua situasi, isi tabel dan jawab pertanyaan di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut berdasarkan Situasi A dan Situasi B. Kolom 1: Situasi | Kolom 2: Apakah ada pengampunan? (Ya/Tidak) | Kolom 3: Apa yang dilakukan si pengampun? | Kolom 4: Apakah mengampuni berarti membiarkan kejahatan berlanjut? Jelaskan.

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan dua situasi di atas, tuliskan dengan kata-katamu sendiri: apa bedanya 'mengampuni seseorang' dengan 'membiarkan kejahatan terus berlangsung'?

3. Buka Alkitabmu dan bacalah Efesus 4:32. Salin ayat tersebut di sini, lalu garis bawahi tiga kata kunci yang paling berkesan bagimu.

Gunakan tabel 4 kolom untuk nomor 1 (bisa digambar tangan atau dicetak). Nomor 2: tulis minimal 3 kalimat dalam kotak uraian. Nomor 3: salin ayat lalu garis bawahi kata kunci dengan pensil warna.

Kegiatan 2: Mengapa Orang Beriman WAJIB Mengampuni? — Menggali Alasan dari Firman Tuhan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab
  • Alat tulis
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan dalam kelompok kecil (3–4 orang).
  2. Setiap kelompok akan menganalisis dua ayat Alkitab: Efesus 4:32 dan Matius 6:14-15.
  3. Langkah 1: Bacalah kedua ayat tersebut bersama-sama dalam kelompok dengan lantang satu kali.
  4. Langkah 2: Diskusikan makna masing-masing ayat, lalu isi tabel analisis di bawah ini.
  5. Langkah 3: Setelah tabel selesai, jawab pertanyaan diskusi kelompok.
  6. Langkah 4: Pilih satu juru bicara untuk menyampaikan hasil diskusimu ke kelas (2–3 kalimat saja).

Pertanyaan:

1. Isi tabel analisis ayat berikut. Kolom 1: Referensi Ayat | Kolom 2: Isi Ayat (salin singkat) | Kolom 3: Alasan mengampuni yang terkandung dalam ayat ini | Kolom 4: Siapa yang menjadi contoh/teladan dalam ayat ini?

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan analisis kelompokmu, rangkum dalam 2–3 kalimat: mengapa seorang yang beriman kepada Yesus Kristus memiliki kewajiban untuk mengampuni sesamanya?

3. Bayangkan ada temanmu yang berkata: 'Aku tidak perlu mengampuni dia, toh aku bukan Yesus.' Bagaimana responsmu berdasarkan kedua ayat yang sudah kamu pelajari? Tulis jawabanmu secara pribadi.

Tabel 4 kolom untuk nomor 1 (tulis di lembar LKPD atau buku catatan). Nomor 2: tulis ringkasan kelompok di kotak bersama, tanda tangani oleh semua anggota kelompok. Nomor 3: tulis di kotak pribadi masing-masing murid.

Kegiatan 3: Pengampunan Menyehatkan! — Menghubungkan Iman dan Kehidupan Nyata

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Pensil warna atau krayon (opsional untuk peta hati)
  • Lembar LKPD

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dikerjakan secara individu.
  2. Baca dengan tenang teks pendek berikut sebelum menjawab pertanyaan.
  3. --- TEKS PENDEK ---
  4. Para peneliti menemukan bahwa orang yang menyimpan dendam dalam waktu lama cenderung mengalami stres, gangguan tidur, bahkan tekanan darah tinggi. Sebaliknya, orang yang belajar memaafkan — baik kepada orang lain maupun dirinya sendiri — merasakan perasaan lebih ringan, lebih damai, dan hubungan mereka dengan orang-orang sekitar menjadi lebih sehat. Pengampunan bukan berarti melupakan kejadian itu, tetapi memilih untuk tidak membiarkan luka itu terus menguasai hati dan pikiran kita.
  5. --- AKHIR TEKS ---
  6. Setelah membaca teks di atas, kerjakan pertanyaan berikut secara jujur dan thoughtful.

Pertanyaan:

1. Dari teks di atas, tuliskan 2 dampak negatif dari menyimpan dendam dan 2 dampak positif dari mengampuni. Gunakan tabel 2 kolom: 'Dampak Menyimpan Dendam' dan 'Dampak Mengampuni'.

Ruang tabel jawaban

2. Menurut kamu, adakah hubungan antara kesehatan mental yang dibahas dalam teks dengan ajaran Kristen tentang pengampunan? Jelaskan pendapatmu dalam 3–4 kalimat.

3. Gambar atau tuliskan sebuah 'peta hati' sederhana: di tengah tulis nama situasi yang pernah kamu alami (tidak harus detail, cukup seperti 'konflik dengan teman'), lalu di sekeliling tulis perasaan yang kamu rasakan SEBELUM mengampuni di satu sisi, dan perasaan yang kamu bayangkan/rasakan SETELAH mengampuni di sisi lain. Tidak perlu nama orang lain.

Ruang gambar

4. Tuliskan SATU komitmen pribadi yang ingin kamu ambil hari ini berkaitan dengan pengampunan. Mulai dengan kalimat: 'Aku berkomitmen untuk...' dan jelaskan alasanmu dalam 2 kalimat.

Nomor 1: tabel 2 kolom di lembar LKPD. Nomor 2: kotak uraian minimal 3 kalimat. Nomor 3: gambar bebas di kotak yang disediakan — boleh pakai simbol, warna, atau tulisan. Nomor 4: kotak komitmen pribadi — tulis dengan rapi, bisa dihias jika mau.

REFLEKSI

1. Setelah belajar hari ini, apa satu hal baru yang kamu pahami tentang pengampunan yang sebelumnya belum pernah kamu pikirkan?

2. Adakah seseorang dalam hidupmu saat ini yang kamu rasa perlu kamu ampuni, atau seseorang yang perlu kamu minta maaf? Apa langkah kecil yang bisa kamu lakukan minggu ini?

3. Bagaimana mengetahui bahwa Allah sudah mengampuni kamu terlebih dahulu melalui Yesus Kristus mempengaruhi cara kamu memandang orang yang pernah menyakitimu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.