LKPDPertemuan 3Bab 10Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Membangun Kebersamaan dan Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Semangat Moderasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Membangun Kebersamaan dan Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Semangat Moderasi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 7: Membangun Kebersamaan dan Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Semangat Moderasi

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 10 - Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Membangun Kebersamaan dan Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Semangat Moderasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMembangun Kebersamaan dan Kerja Sama Antarumat Beragama dalam Semangat Moderasi
Alokasi Waktu75 menit
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan pengalaman atau contoh nyata membangun solidaritas dan kerja sama dengan sesama yang berbeda iman di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
  2. Murid dapat merancang kegiatan sederhana yang mencerminkan sikap inklusif dan moderasi beragama sebagai wujud panggilan gereja membawa pembaruan di tengah masyarakat majemuk.

PETUNJUK UMUM

  • Baca setiap petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum mulai mengerjakan.
  • LKPD ini dikerjakan secara individu untuk Kegiatan 1, berpasangan untuk Kegiatan 2, dan berkelompok (4–5 orang) untuk Kegiatan 3.
  • Tulis jawabanmu dengan jujur dan terbuka — tidak ada jawaban yang benar atau salah selama kamu menjawab dengan sungguh-sungguh.
  • Hormati cerita dan pendapat teman saat berdiskusi. Ingat: perbedaan adalah kekayaan, bukan ancaman!
  • Jika ada kata atau istilah yang belum kamu pahami, tanyakan kepada gurumu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Kisah Nyata di Sekitarku: Solidaritas Melampaui Perbedaan

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen atau pensil
  • Lembar LKPD ini

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan Mazmur 133:1 berikut dalam hati: 'Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!'
  2. Renungkan sejenak (1 menit): pernahkah kamu bekerja sama atau menolong teman yang berbeda agama? Atau pernahkah kamu menyaksikan kejadian seperti itu di sekolah atau di lingkunganmu?
  3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara individu berdasarkan pengalaman atau peristiwa nyata yang kamu ketahui.
  4. Jika kamu belum punya pengalaman pribadi, kamu boleh menceritakan pengalaman orang lain yang kamu saksikan atau dengar langsung.

Pertanyaan:

1. Ceritakan SATU pengalaman nyata saat kamu (atau seseorang yang kamu kenal) bekerja sama atau menunjukkan solidaritas dengan teman/tetangga yang berbeda agama. Tuliskan: (a) siapa yang terlibat, (b) apa yang terjadi, (c) bagaimana perasaanmu atau perasaan mereka saat itu.

2. Dari pengalaman yang kamu ceritakan, sikap apa yang membuat kerja sama itu bisa terjadi? Lingkari pilihan yang sesuai, lalu jelaskan alasanmu!
[ ] Saling menghormati
[ ] Tidak memandang perbedaan agama sebagai masalah
[ ] Fokus pada tujuan bersama
[ ] Berani menyapa duluan
[ ] Sikap lain: ________________
Alasanku: _______________________________________________

3. Menurutmu, apa yang terjadi jika sikap-sikap itu TIDAK ada? Tuliskan akibatnya dalam 2–3 kalimat.

Tulis jawabanmu di ruang yang tersedia di bawah setiap pertanyaan. Untuk pertanyaan nomor 1, gunakan minimal 5 kalimat. Untuk nomor 2, lingkari pilihan dan tulis alasan minimal 2 kalimat. Untuk nomor 3, tulis 2–3 kalimat.

Kegiatan 2: Peta Kebersamaan: Mengenali Wajah Moderasi di Sekitarku

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen atau pensil berwarna (opsional untuk mempercantik tabel)
  • Penggaris (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Kegiatan ini dilakukan berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Kalian akan mengisi sebuah tabel bersama berdasarkan pengetahuan dan pengamatan kalian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat.
  3. Diskusikan bersama pasanganmu, lalu tuliskan hasil diskusi di tabel yang disediakan.
  4. Setelah selesai, satu pasang akan dipilih secara acak oleh guru untuk mempresentasikan satu baris tabel kepada kelas.
  5. Perhatikan bahwa 'bentuk kerja sama' yang kalian tuliskan harus berupa kegiatan nyata — bukan sekadar 'saling menghormati' (itu sikap, bukan kegiatan).

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut bersama pasanganmu! Tuliskan minimal 3 baris.

Kolom tabel:

  1. Lingkungan/Konteks — di mana kerja sama terjadi (contoh: sekolah, RT/RW, pasar)
  2. Bentuk Kerja Sama — kegiatan konkret yang melibatkan antarumat beragama
  3. Siapa yang Terlibat — sebutkan agama/kelompok yang berpartisipasi
  4. Nilai Moderasi yang Tercermin — nilai apa yang tampak (contoh: toleransi, gotong royong, inklusif)
Ruang tabel jawaban

2. Dari tabel yang kalian buat, menurut kalian: kegiatan mana yang paling mudah dilakukan oleh remaja seusiamu? Mengapa? Diskusikan bersama pasanganmu dan tulis kesimpulan bersama dalam 3–4 kalimat.

Untuk pertanyaan nomor 1, gambar/buat tabel dengan 4 kolom dan minimal 3 baris isian di ruang kosong yang tersedia. Untuk pertanyaan nomor 2, tulis kesimpulan bersama dalam paragraf singkat (3–4 kalimat) di bawah tabel.

Kegiatan 3: Aksi Nyataku: Merancang Kegiatan Inklusif untuk Sekolahku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen atau pensil
  • Kertas tambahan (jika diperlukan)
  • Spidol warna untuk presentasi (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam kelompok 4–5 orang yang sudah ditentukan gurumu.
  2. Kelompokmu bertugas merancang SATU kegiatan sederhana yang dapat dilakukan di sekolah atau lingkungan sekitar untuk mempererat hubungan antarumat beragama.
  3. Kegiatan yang dirancang harus: (a) realistis dan bisa benar-benar dilakukan, (b) melibatkan teman dari berbagai agama, (c) mencerminkan semangat moderasi beragama.
  4. Isi lembar rancangan kegiatan berikut bersama kelompokmu.
  5. Setiap kelompok akan mempresentasikan rancangannya selama 2 menit di akhir kegiatan.

Pertanyaan:

1. Tuliskan nama kegiatan yang kelompokmu rancang dan jelaskan dalam 2–3 kalimat mengapa kegiatan ini penting untuk dilakukan di sekolah atau lingkunganmu.

2. Lengkapi tabel rancangan kegiatan berikut:

  1. Nama Kegiatan
  2. Tujuan Kegiatan (apa yang ingin dicapai)
  3. Waktu Pelaksanaan (kapan dan berapa lama)
  4. Tempat Pelaksanaan
  5. Peserta yang Dilibatkan (sebutkan kelompok agama/komunitas)
  6. Langkah-langkah Pelaksanaan (minimal 3 langkah)
  7. Nilai Moderasi yang Ditunjukkan
Ruang tabel jawaban

3. Sebagai orang Kristen, nilai atau ajaran apa dari Matius 22:37–40 ('Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri') yang menjadi landasan kegiatan yang kalian rancang? Jelaskan hubungannya dalam 2–3 kalimat.

Untuk pertanyaan nomor 1, tulis dalam paragraf singkat. Untuk nomor 2, buat tabel dengan 2 kolom (aspek dan isian) dan 7 baris. Untuk nomor 3, tulis dalam paragraf singkat di bawah tabel. Gunakan kertas tambahan jika ruang kurang.

REFLEKSI

1. Setelah mengikuti kegiatan hari ini, satu hal baru apa yang kamu pelajari tentang dirimu sendiri dalam hubungannya dengan teman-teman yang berbeda agama?

2. Apakah ada sikap atau kebiasaanmu selama ini yang ingin kamu ubah setelah belajar tentang moderasi beragama? Mengapa?

3. Sebagai remaja Kristen, bagaimana kamu bisa menjadi 'pembawa damai' di sekolah atau di lingkunganmu mulai dari hal-hal kecil sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.