LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Belajar dari Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1–19a)
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Belajar dari Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1–19a)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Belajar dari Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1–19a)
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6
Bab 7 - Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Belajar dari Kisah Pertobatan Saulus (Kisah Para Rasul 9:1–19a) INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menelusuri Kisah SaulusEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah tabel urutan peristiwa pertobatan Saulus berikut ini berdasarkan Kisah Para Rasul 9:1–19a! Ruang tabel jawaban 2. Apa yang dilakukan Saulus sebelum ia bertemu dengan Yesus di jalan menuju Damsyik? 3. Apa yang terjadi pada Saulus saat ia dalam perjalanan ke Damsyik? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri! 4. Siapakah Ananias dan apa peran pentingnya dalam kisah pertobatan Saulus? Untuk nomor 1, sediakan tabel dengan 2 kolom: 'Nomor Urut' (1-7) dan 'Peristiwa yang Terjadi'. Untuk nomor 2-4, sediakan kotak jawaban minimal 4-5 baris untuk setiap pertanyaan. Kegiatan 2: Memahami Karya Allah dalam PertobatanEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Buatlah diagram 'SEBELUM dan SESUDAH' yang menggambarkan perubahan dalam diri Saulus! Tuliskan minimal 3 hal yang berbeda dari Saulus sebelum dan sesudah bertemu Yesus. Ruang gambar 2. Menurut pendapatmu, mengapa Allah memilih Saulus yang tadinya menganiaya orang Kristen untuk menjadi pengikut-Nya? 3. Dari kisah ini, bagaimana Allah menyelamatkan dan membarui hidup Saulus? Jelaskan dengan memberikan contoh konkret dari kisah tersebut! 4. Apa arti kata 'bertobat' menurut pemahamanmu setelah mempelajari kisah Saulus? Untuk nomor 1, sediakan ruang gambar berbentuk 2 kotak besar bersebelahan dengan label 'SEBELUM' dan 'SESUDAH'. Untuk nomor 2-4, sediakan kotak jawaban minimal 5-6 baris untuk setiap pertanyaan. Kegiatan 3: Menghubungkan dengan HidupkuEstimasi: 20 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pernahkah kamu melakukan kesalahan atau dosa yang membuatmu ingin bertobat? Ceritakan pengalamanmu secara singkat (tanpa menyebutkan nama orang lain jika melibatkan orang lain). 2. Apa saja tantangan atau kesulitan yang kamu hadapi ketika ingin bertobat atau berubah menjadi lebih baik? 3. Buatlah 'Kartu Komitmen Pertobatan' dengan menuliskan: a) Satu hal yang ingin kamu ubah dalam hidupmu, b) Bagaimana kamu akan mengubahnya, c) Doa singkat meminta pertolongan Allah. 4. Diskusikan dalam kelompok kecil (3-4 orang): Bagaimana kalian bisa saling mendukung satu sama lain untuk terus bertobat dan hidup sesuai kehendak Allah? Untuk nomor 1-2, sediakan kotak jawaban minimal 5 baris. Untuk nomor 3, sediakan template kartu berbentuk persegi panjang dengan 3 bagian: a, b, c. Untuk nomor 4, sediakan kotak untuk menuliskan hasil diskusi kelompok minimal 5 baris. REFLEKSI1. Apa hal paling penting yang kamu pelajari dari kisah pertobatan Saulus hari ini? 2. Bagaimana kisah Saulus memberimu pengharapan bahwa Allah dapat mengubah hidupmu? 3. Apa satu langkah nyata yang akan kamu lakukan minggu ini sebagai wujud pertobatanmu kepada Allah? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.