LKPDPertemuan 2Bab 7Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Keterbatasan Manusia yang Rentan Bersalah dan Menunjukkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Menganalisis Keterbatasan Manusia yang Rentan Bersalah dan Menunjukkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Menganalisis Keterbatasan Manusia yang Rentan Bersalah dan Menunjukkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 7 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Menganalisis Keterbatasan Manusia yang Rentan Bersalah dan Menunjukkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMenganalisis Keterbatasan Manusia yang Rentan Bersalah dan Menunjukkan Buah Roh dalam Interaksi Antar Sesama
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis keterbatasan manusia sebagai makhluk yang rentan melakukan kesalahan
  2. Menunjukkan buah Roh dalam interaksi antar sesama setelah menyatakan penyesalan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai mengerjakan LKPD ini.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan saksama bersama teman kelompok atau secara mandiri.
  • Kerjakan seluruh aktivitas penugasan secara jujur, tertib, dan sungguh-sungguh.
  • Gunakan format ruang jawaban yang telah disediakan untuk menuliskan hasil analisis dan tindakanmu.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Keterbatasan Diri: Mengapa Manusia Rentan Melakukan Kesalahan?

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pena/pensil)
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Kristen Kelas 6

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua studi kasus singkat tentang keterbatasan manusia di bawah ini:
  2. Kasus A: Daniel berjanji tidak akan bermain gawai sebelum tugas sekolah selesai. Namun, saat mendengar bunyi notifikasi gim daring, ia langsung tergoda dan bermain hingga larut malam sehingga tugasnya terbengkalai.
  3. Kasus B: Maria merasa lelah dan lapar setelah seharian beraktivitas di sekolah. Ketika adiknya tidak sengaja menumpahkan air minum ke bukunya, Maria langsung membentak adiknya dengan kata-kata kasar.
  4. Diskusikan bersama teman sebangkumu faktor penyebab dan bentuk keterbatasan manusia yang membuat seseorang rentan jatuh ke dalam kesalahan pada kedua kasus tersebut.
  5. Tuliskan hasil analisismu pada tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, analisislah faktor apa yang membuat Daniel gagal menepati janjinya dan bentuk keterbatasan apa yang tampak pada diri Daniel sebagai manusia!

2. Berdasarkan Kasus B, analisislah keterbatasan fisik/emosional apa yang memicu Maria melakukan kesalahan terhadap adiknya!

3. Berdasarkan analisis kedua kasus tersebut, simpulkan mengapa manusia disebut sebagai makhluk yang terbatas dan rentan berbuat salah!

Tuliskan jawaban pertanyaan 1-3 pada lembar bergaris atau kolom uraian yang tersedia di bawah teks kasus.

Kegiatan 2: Menunjukkan Buah Roh Setelah Menyesali Kesalahan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pena/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Ingatlah bahwa penyesalan yang tulus selalu diikuti oleh perubahan sikap nyata melalui buah Roh (kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri).
  2. Cermati tabel skenario interaksi antar sesama berikut.
  3. Untuk setiap skenario kesalahan dan penyesalan, tentukan buah Roh yang harus ditunjukkan dan rancang tindakan konkret nyata dalam interaksi tersebut.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel skenario berikut dengan menunjukkan buah Roh yang relevan serta tindakan konkretnya:

  • Skenario 1: Kamu tidak sengaja merusak penggaris teman karena ceroboh, lalu kamu menyesal telah merusaknya.
  • Skenario 2: Kamu sempat menyebarkan kabar yang belum tentu benar tentang teman sekelasmu, lalu merasa bersalah dan menyesal.
  • Skenario 3: Kamu memotong pembicaraan teman kelompok secara kasar saat berdiskusi dan merasa menyesal atas sikap tersebut.
Ruang tabel jawaban

Format tabel 4 kolom: [No Skenario] | [Bentuk Penyesalan] | [Buah Roh yang Dipilih] | [Tindakan Nyata dalam Interaksi Antar Sesama]

Kegiatan 3: Simulasi Aksi Nyata Buah Roh dalam Kehidupan Sehari-hari

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja dialog
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah berpasangan dengan teman di sebelahmu.
  2. Pilihlah salah satu situasi di lingkungan sekolah/kelas di mana seseorang melakukan kesalahan karena keterbatasannya, menyatakan penyesalan, lalu menunjukkan buah Roh dalam pemulihan relasi.
  3. Tuliskan rancangan dialog singkat (4-6 kalimat) yang memperlihatkan: pengakuan keterbatasan diri, ungkapan penyesalan, dan peragaan buah Roh dalam interaksi tersebut.
  4. Praktikkan dialog tersebut di depan kelas atau di hadapan guru secara bergantian.

Pertanyaan:

1. Tuliskan rancangan interaksi/dialog singkat berpasangan yang memuat: (a) pengakuan kesalahan akibat keterbatasan diri, (b) pernyataan penyesalan, dan (c) tindakan menunjukkan salah satu buah Roh kepada sesama!

Format narasi dialog berpasangan dengan mencantumkan nama peran, percakapan, dan keterangan buah Roh yang ditunjukkan pada tanda kurung.

REFLEKSI

1. Keterbatasan apa dalam diriku (misalnya rasa malas, terburu-buru, atau mudah marah) yang paling sering membuatku melakukan kesalahan terhadap teman atau keluarga?

2. Buah Roh apa yang paling perlu aku tunjukkan minggu ini untuk memperbaiki hubunganku dengan orang yang pernah kusakiti setelah aku menyatakan penyesalan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.