LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 6: Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata
Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 6
Bab 2 - Pertemuan 3
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C) Topik: Buah Roh sebagai Dasar Kepedulian: Belajar dari Teladan Nyata INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menjelajahi Buah Roh dalam Tindakan NyataEstimasi: 30 menit Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Sebutkan tiga tindakan kepedulian yang Yesus gambarkan dalam Matius 25:35-36! 2. Lengkapi tabel berikut dengan menghubungkan nilai buah Roh, tindakan nyata dari Matius 25, dan contoh konkret di sekitarmu! Ruang tabel jawaban 3. Menurut Matius 25:40, apa yang sebenarnya kita lakukan ketika kita menolong sesama yang kecil? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri! Untuk nomor 1: tulis 3 tindakan dalam bentuk poin. Untuk nomor 2: buatlah tabel 4 kolom (Nilai Buah Roh | Tindakan dari Matius 25 | Contoh Konkret | Siapa yang Bisa Ditolong) dengan 3 baris. Untuk nomor 3: tulis minimal 3 kalimat penjelasan. Kegiatan 2: Belajar dari Teladan KepedulianEstimasi: 30 menit Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Siapakah tokoh teladan yang kamu pilih? Ceritakan latar belakang singkat tentang dia (siapa, di mana, hubungannya denganmu). 2. Ceritakan satu kisah nyata di mana tokoh tersebut menunjukkan kepedulian kepada sesama! (Apa masalahnya? Apa yang dia lakukan? Apa hasilnya?) 3. Nilai buah Roh apa yang kamu lihat dari tindakan tokoh tersebut? Sebutkan minimal 2 dan jelaskan mengapa! 4. Apa yang bisa kamu pelajari dan tiru dari teladan ini? Tuliskan 2 tindakan konkret yang bisa kamu lakukan! Untuk nomor 1: tulis 3-5 kalimat. Untuk nomor 2: tulis cerita lengkap minimal 1 paragraf (7-10 kalimat). Untuk nomor 3: tulis 2 nilai buah Roh dengan penjelasan masing-masing 2-3 kalimat. Untuk nomor 4: tulis 2 tindakan konkret yang spesifik dan realistis. Kegiatan 3: Membuat Kartu Dukungan sebagai Wujud KepedulianEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Siapa yang akan kamu beri kartu dukungan? Apa kesusahan yang sedang ia alami? 2. Tuliskan draft kalimat dukungan yang akan kamu tulis di kartu! (minimal 3-5 kalimat yang menguatkan dan menghibur) 3. Gambarkan rancangan kartu dukunganmu! (bentuk kartu, di mana kamu tulis nama, di mana kamu tulis kalimat dukungan, hiasan apa yang akan kamu buat) Ruang gambar 4. Setelah kartu selesai dan kamu berikan, bagaimana perasaanmu? Apa yang kamu pelajari dari pengalaman membuat dan memberi kartu dukungan ini? Untuk nomor 1: tulis 2-3 kalimat. Untuk nomor 2: tulis draft lengkap 3-5 kalimat kalimat dukungan. Untuk nomor 3: gambar sketsa kartu di ruang yang disediakan (ukuran minimal 10x10 cm). Untuk nomor 4: tulis refleksi minimal 5 kalimat setelah kamu benar-benar memberikan kartunya. REFLEKSI1. Apa makna terdalam yang kamu pahami tentang buah Roh (kasih, kemurahan, kebaikan) setelah mengerjakan LKPD ini? 2. Bagaimana kegiatan membuat dan memberi kartu dukungan mengubah cara pandanganmu tentang kepedulian kepada sesama? 3. Tindakan kepedulian konkret apa yang akan kamu lakukan secara rutin mulai minggu ini untuk menjadi berkat bagi sesama? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.