LKPDPertemuan 1Bab 8Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengidentifikasi Buah Roh dan Menganalisis Kendala Penerapannya dalam Persahabatan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Mengidentifikasi Buah Roh dan Menganalisis Kendala Penerapannya dalam Persahabatan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas 5: Mengidentifikasi Buah Roh dan Menganalisis Kendala Penerapannya dalam Persahabatan

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 8 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Mengidentifikasi Buah Roh dan Menganalisis Kendala Penerapannya dalam Persahabatan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMengidentifikasi Buah Roh dan Menganalisis Kendala Penerapannya dalam Persahabatan
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi wujud buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama tanpa membeda-bedakan
  2. Menganalisis kendala dan jalan keluar dalam mewujudkan buah Roh dalam interaksi persahabatan antar sesama

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap instruksi dan studi kasus dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru pada setiap kegiatan.
  • Tanyakan kepada guru jika ada instruksi atau materi yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Wujud Buah Roh dalam Persahabatan Inklusif

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab (Galatia 5:22-23 sebagai rujukan nama-nama buah Roh)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 4 cerita singkat interaksi persahabatan pada tabel di ruang jawaban.
  2. Identifikasi wujud buah Roh yang tampak pada tindakan anak dalam cerita tersebut (pilihan buah Roh: Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan Diri).
  3. Jelaskan bukti tindakan nyata dalam cerita yang menunjukkan buah Roh tersebut tanpa membeda-bedakan latar belakang teman.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel identifikasi wujud buah Roh dalam interaksi persahabatan berdasarkan 4 cerita situasi berikut:
Kasus A: Samuel tetap mengajak Dodi yang pendiam dan berbeda suku untuk bermain bersama dalam kelompoknya.
Kasus B: Hana mendengarkan penjelasan temannya yang berbeda pendapat dengan tenang tanpa memotong pembicaraan atau marah.
Kasus C: Yohanes membagikan bekal makan siangnya kepada Made yang lupa membawa bekal tanpa memandang agamanya.
Kasus D: Ruth memaafkan temannya yang tidak sengaja merusakkan pensil warnanya dan tetap mengajaknya belajar bersama.

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris dengan format 4 kolom: [Kasus], [Tindakan Teman], [Wujud Buah Roh Terkait], [Alasan/Bukti Tindakan Inklusif].

Kegiatan 2: Menganalisis Kendala Penerapan Buah Roh dalam Persahabatan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diskusi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok diskusi beranggotakan 3-4 orang.
  2. Bacalah narasi kendala persahabatan berikut: 'Di kelas 5, sekelompok murid hanya mau berteman dengan teman yang satu suku dan berasal dari keluarga mampu. Ketika ada anak baru pindahan yang berbeda gaya bicara dan sederhana, mereka menjauhinya dan menolak satu kelompok tugas dengannya.'
  3. Diskusikan kendala internal (dari dalam diri) dan kendala eksternal (dari lingkungan/kebiasaan) yang menghalangi terwujudnya buah Roh dalam persahabatan pada narasi tersebut.
  4. Tuliskan hasil analisis kelompokmu pada pertanyaan yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi di atas, analisislah faktor apa saja yang menjadi kendala internal (sikap hati/ego) dan kendala eksternal (pengaruh kelompok/kebiasaan) sehingga anak-anak tersebut gagal mewujudkan buah Roh (kasih dan kebaikan) kepada teman baru!

2. Apa akibat buruk yang terjadi dalam pergaulan di kelas jika kendala membeda-bedakan teman tersebut dibiarkan terus-menerus?

Format uraian terstruktur: Bagian 1 memuat analisis kendala internal dan eksternal; Bagian 2 memuat dampak terhadap persahabatan.

Kegiatan 3: Menganalisis Jalan Keluar atas Kendala Penerapan Buah Roh

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Masih bersama teman sekelompokmu, telaah kembali kendala persahabatan yang telah dianalisis pada Kegiatan 2.
  2. Rancanglah jalan keluar (solusi nyata) yang berakar pada buah Roh untuk mengatasi kendala membeda-bedakan teman tersebut.
  3. Rumuskan solusi untuk dua sisi: apa yang harus diubah dalam sikap pribadi (solusi diri) dan tindakan nyata apa yang dapat dilakukan bersama di kelas (solusi bersama).
  4. Selesaikan kegiatan dengan mengisi pertanyaan refleksi individu di akhir sesi.

Pertanyaan:

1. Rancanglah jalan keluar (solusi) konkret untuk mengatasi kendala sikap membeda-bedakan teman, ditinjau dari: (a) Perubahan sikap hati pribadi berdasarkan buah Roh, dan (b) Aksi persahabatan nyata di lingkungan kelas!

Bagan/lembar solusi 2 kolom: [Jalan Keluar Perubahan Sikap Pribadi] dan [Jalan Keluar Tindakan Nyata di Kelas].

REFLEKSI

1. Buah Roh apa yang menurutmu paling menantang untuk kamu terapkan saat berinteraksi dengan teman yang berbeda sifat atau latar belakang?

2. Ketika kamu merasa enggan berteman dengan seseorang, jalan keluar apa yang akan segera kamu pilih agar persahabatan yang rukun tetap terwujud?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.