LKPDPertemuan 3Bab 6Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menganalisis Pengamalan Watak Sejati (Xing) sebagai Wujud Rasa Bersyukur kepada Tian

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menganalisis Pengamalan Watak Sejati (Xing) sebagai Wujud Rasa Bersyukur kepada Tian".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menganalisis Pengamalan Watak Sejati (Xing) sebagai Wujud Rasa Bersyukur kepada Tian

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 6 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Pengamalan Watak Sejati (Xing) sebagai Wujud Rasa Bersyukur kepada Tian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Pengamalan Watak Sejati (Xing) sebagai Wujud Rasa Bersyukur kepada Tian
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis watak sejati sebagai karunia kebajikan Tian yang patut disyukuri

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berdiskusi sesuai petunjuk masing-masing kegiatan.
  • Gunakan pemahamanmu mengenai hakikat Watak Sejati (Xing) sebagai benih kebajikan karunia Tian untuk menganalisis setiap persoalan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Analisis Unsur Pokok Watak Sejati (Xing) sebagai Karunia Tian

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati kutipan konsep ajaran Khonghucu bahwa Tian mengaruniakan Watak Sejati (Xing) yang berisikan benih Empat Kebajikan Pokok (Si Duan): Cinta Kasih (Ren), Menjunjung Kebenaran/Keadilan (Yi), Berperilaku Susila/Sopan Santun (Li), dan Bijaksana (Zhi).
  2. Analisislah hubungan keterkaitan antara keempat kebajikan pokok Watak Sejati tersebut dengan alasan mengapa hal itu menjadi karunia Tian yang patut disyukuri manusia ke dalam tabel yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis keterkaitan 4 benih kebajikan Watak Sejati (Ren, Yi, Li, Zhi) dengan mengisi tabel berikut: (a) Makna kebajikan dalam diri manusia, dan (b) Analisis alasan mengapa kebajikan tersebut merupakan karunia Tian yang wajib disyukuri!

Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom pada lembar kerja: Kolom 1: Kebajikan Watak Sejati (Ren, Yi, Li, Zhi), Kolom 2: Makna Kebajikan dalam Diri Manusia, Kolom 3: Analisis Alasan Menjadi Karunia Tian yang Patut Disyukuri.

Kegiatan 2: Menganalisis Peristiwa Kehidupan: Refleksi Watak Sejati vs Pengabaian Karunia Tian

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada LKPD
  • Buku catatan/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus singkat di bawah ini bersama teman sebangkumu.
  2. Kasus A: 'Ketika melihat teman sekelasnya terjatuh dan buku-bukunya berhamburan, Anton spontan berhenti berjalan, menolong merapikan buku, serta memastikan temannya tidak terluka.'
  3. Kasus B: 'Budi menemukan dompet berisi uang dan kartu identitas di kantin sekolah. Alih-alih mengembalikannya atau menyerahkan ke ruang piket, Budi menyembunyikannya untuk kepentingan pribadinya.'
  4. Analisislah kedua kasus tersebut berdasarkan konsep Watak Sejati (Xing) sebagai karunia kebajikan Tian yang patut disyukuri.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kasus A, analisislah kebajikan Watak Sejati apa yang terpancar dari tindakan Anton, serta mengapa tindakan memelihara watak sejati tersebut merupakan bentuk nyata rasa bersyukur kepada Tian?

2. Berdasarkan Kasus B, analisislah kebajikan Watak Sejati apa yang diabaikan oleh Budi, dan mengapa pengabaian terhadap watak sejati tersebut mencerminkan sikap tidak mensyukuri karunia kebajikan Tian?

Tuliskan hasil analisis uraian pada kolom bergaris yang disediakan di lembar kerja masing-masing nomor.

Kegiatan 3: Analisis Sintesis: Watak Sejati sebagai Jalan Suci Manusia (Ren Dao)

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Renungkan pernyataan kitab Zhongyong XIX: 18: 'Iman itu Jalan Suci Tian; berusaha memperoleh iman/hidup selaras dengan Watak Sejati itulah Jalan Suci Manusia.'
  2. Secara mandiri, buatlah bagan analisis komparatif yang menyimpulkan hubungan antara karunia watak sejati dari Tian dengan tanggung jawab manusia untuk mensyukurinya.
  3. Kerjakan kegiatan ini sekaligus mengisi pertanyaan refleksi dan mengikuti penutupan kelas bersama guru.

Pertanyaan:

1. Analisislah hubungan sebab-akibat: Mengapa hidup merawat dan memancarkan Watak Sejati (Xing) disebut sebagai wujud syukur tertinggi manusia kepada Tian dibandingkan sekadar ucapan terima kasih secara lisan?

Tuliskan hasil analisis sintesis dalam 1 paragraf terstruktur (minimal 4 kalimat yang memuat premis karunia Tian, fungsi Watak Sejati, perbuatan nyata, dan hakikat rasa syukur) pada kotak jawaban.

REFLEKSI

1. Setelah menganalisis Watak Sejati (Xing), kebajikan apa dari karunia Tian dalam dirimu yang sudah paling sering kamu amalkan sehari-hari?

2. Saat kamu tergoda berbuat curang atau bersikap kasar, bagaimana kesadaran bahwa Watak Sejati adalah karunia suci dari Tian dapat membantumu untuk tetap bersyukur dan memilih jalan kebaikan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.