LKPDPertemuan 3Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama dan Bernegara di Indonesia pada Zaman Reformasi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama dan Bernegara di Indonesia pada Zaman Reformasi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama dan Bernegara di Indonesia pada Zaman Reformasi

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 5 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama dan Bernegara di Indonesia pada Zaman Reformasi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama dan Bernegara di Indonesia pada Zaman Reformasi
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan perkembangan kehidupan beragama dan bernegara di Indonesia pada zaman reformasi

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah ringkasan informasi dan petunjuk pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru.
  • Tuliskan hasil interpretasi kalian dengan jelas pada lembar atau format yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Jejak Perubahan Kebijakan Agama Khonghucu di Era Reformasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas VII
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan peristiwa sejarah era Reformasi berikut:
  2. Peristiwa A: Pada masa Presiden K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), terbit Keppres No. 6 Tahun 2000 yang mencabut Inpres No. 14 Tahun 1967, sehingga hak-hak sipil dan perayaan keagamaan umat Khonghucu (seperti Tahun Baru Imlek) dapat dirayakan secara terbuka.
  3. Peristiwa B: Pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri, melalui Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002, Tahun Baru Imlek secara resmi ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional.
  4. Peristiwa C: Pencatatan perkawinan dan pencantuman identitas agama Khonghucu pada dokumen kependudukan (KTP dan Kartu Keluarga) kembali dilayani oleh negara secara setara.
  5. Isilah tabel interpretasi perubahan kehidupan beragama dan bernegara berdasarkan ketiga peristiwa tersebut.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Peristiwa A, B, dan C, analisislah perubahan yang terjadi dengan melengkapi tabel interpretasi mengenai situasi sebelum Reformasi dan maknanya bagi kehidupan beragama serta bernegara umat Khonghucu di era Reformasi.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 kolom dan 3 baris: Kolom 1: Peristiwa Kebijakan Reformasi; Kolom 2: Situasi Kehidupan Umat Sebelum Reformasi; Kolom 3: Makna Interpretasi bagi Kehidupan Beragama dan Bernegara.

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Dampak Reformasi terhadap Harmoni Beragama dan Bernegara

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Buku catatan

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati teks konteks berikut: 'Zaman Reformasi membuka ruang dialog antarumat beragama dan peran aktif Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN) serta generasi muda Khonghucu dalam forum lintas iman maupun kegiatan kebangsaan.'
  2. Diskusikan bersama teman sebangku dan jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menginterpretasikan perkembangan hubungan kehidupan beragama dan bernegara.

Pertanyaan:

1. Bagaimana perkembangan hubungan antara umat Khonghucu dengan pemeluk agama lain di Indonesia pada zaman Reformasi dibandingkan era sebelumnya?

2. Apa interpretasi kalian mengenai kedudukan umat Khonghucu sebagai warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada zaman Reformasi?

Dua kolom atau bidang paragraf bertuliskan jawaban uraian nomor 1 dan nomor 2 bergaris.

Kegiatan 3: Refleksi Interpretatif: Mensyukuri dan Merawat Kemerdekaan Beragama

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak rumusan makna kebangsaan: Kehidupan beragama yang merdeka dan terlindungi di era Reformasi menuntut kesadaran moral umat untuk menjaga persatuan nasional.
  2. Berikan interpretasi dan kesimpulan pribadi kalian mengenai sikap beragama yang selaras dengan nilai-nilai bernegara di Indonesia saat ini.
  3. Selesaikan kegiatan ini dan lanjutkan dengan menjawab pertanyaan refleksi serta menyimak umpan balik dan penutup pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan sejarah perkembangan di era Reformasi, interpretasikan mengapa kebebasan beragama yang diperoleh umat Khonghucu harus diiringi dengan komitmen memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia!

Ruang uraian 1 paragraf (4-6 kalimat) di lembar kerja.

REFLEKSI

1. Hal penting apa yang baru kamu sadari tentang perjuangan dan keterbukaan agama Khonghucu pada era Reformasi?

2. Bagaimana perkembangan kehidupan beragama di era Reformasi ini menumbuhkan rasa bangga dan syukurmu sebagai murid Khonghucu dan warga negara Indonesia?

3. Langkah konkret apa yang dapat kamu lakukan di sekolah untuk menjaga kerukunan antarumat beragama sesuai semangat era Reformasi?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.