LKPDPertemuan 2Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Keteladanan Orang-Orang Besar dalam Perkembangan Kehidupan Bernegara pada Masa Pra-Kemerdekaan

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menginterpretasikan Keteladanan Orang-Orang Besar dalam Perkembangan Kehidupan Bernegara pada Masa Pra-Kemerdekaan".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Keteladanan Orang-Orang Besar dalam Perkembangan Kehidupan Bernegara pada Masa Pra-Kemerdekaan

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 5 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menginterpretasikan Keteladanan Orang-Orang Besar dalam Perkembangan Kehidupan Bernegara pada Masa Pra-Kemerdekaan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenginterpretasikan Keteladanan Orang-Orang Besar dalam Perkembangan Kehidupan Bernegara pada Masa Pra-Kemerdekaan
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan keteladanan orang-orang besar dalam perkembangan kehidupan bernegara di Indonesia pada masa pra-kemerdekaan

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah ringkasan narasi sejarah mengenai kiprah tokoh pergerakan pra-kemerdekaan yang disajikan dengan saksama.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau bersama kelompok sesuai arahan pada tiap kegiatan.
  • Fokuskan perhatianmu untuk menemukan dan memaknai (menginterpretasikan) nilai keteladanan para tokoh dalam kehidupan bernegara.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Nilai Keteladanan Tokoh Pra-Kemerdekaan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks bacaan narasi BPUPKI
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan teks berikut:
  2. Teks Narasi: 'Menjelang kemerdekaan Indonesia, tokoh-tokoh berlatar belakang Khonghucu dan Tionghoa seperti Liem Koen Hian, Oei Tjong Hauw, Oei Tiang Tjoei, dan Mr. Tan Hin Hie turut aktif menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tokoh Liem Koen Hian gigih memperjuangkan asas kewarganegaraan bahwa peranakan Tionghoa adalah warga negara Indonesia sejati yang memiliki hak dan kewajiban membela tanah air Indonesia, bukan bangsa asing. Para tokoh ini mengesampingkan kepentingan golongan demi merumuskan dasar negara dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia bersama tokoh bangsa lainnya.'
  3. Interpretasikan nilai keteladanan dari tindakan para tokoh tersebut berdasarkan pertanyaan yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan narasi di atas, apa makna keteladanan dari perjuangan Liem Koen Hian dalam keikutsertaannya di BPUPKI bagi perkembangan kehidupan bernegara di Indonesia?

2. Tindakan para tokoh yang mengesampingkan kepentingan pribadi atau golongan demi kemerdekaan bangsa mencerminkan keteladanan bernegara yang bagaimana?

Tuliskan jawaban nomor 1 dalam 2-3 kalimat penjelasan pada lembar bergaris, dan tuliskan jawaban singkat nomor 2 pada baris isian yang disediakan.

Kegiatan 2: Matriks Interpretasi Keteladanan Tokoh Bangsa

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Tabel analisis kerja
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amatilah tabel peristiwa dan tindakan tokoh pra-kemerdekaan berikut.
  2. Lakukan interpretasi mengenai bentuk nilai keteladanan bernegara serta makna pentingnya bagi generasi penerus bangsa pada kolom yang kosong.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel interpretasi keteladanan tokoh pra-kemerdekaan berikut:

  1. Tokoh: Liem Koen Hian | Tindakan Nyata: Memperjuangkan pengakuan status kewarganegaraan Indonesia bagi kaum peranakan dalam sidang BPUPKI | Nilai Keteladanan Bernegara: [...] | Makna Bagi Generasi Penerus: [...]
  2. Tokoh: Tokoh-tokoh Khonghucu pergerakan nasional | Tindakan Nyata: Bekerja sama secara harmonis dengan para tokoh dari berbagai latar suku dan agama dalam merumuskan kemerdekaan Indonesia | Nilai Keteladanan Bernegara: [...] | Makna Bagi Generasi Penerus: [...]
Ruang tabel jawaban

Isilah pada tabel 4 kolom: [Nama Tokoh & Tindakan Nyata], [Nilai Keteladanan Bernegara], [Makna Bagi Generasi Penerus].

Kegiatan 3: Diskusi dan Sintesis: Menginterpretasikan Relevansi Keteladanan di Masa Kini

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku catatan
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama rekan sebangkumu mengenai interpretasi keteladanan orang-orang besar masa pra-kemerdekaan jika ditarik maknanya ke dalam konteks kehidupan bernegara saat ini.
  2. Jawablah pertanyaan sintesis berikut secara kritis dan lugas.
  3. Setelah menyelesaikan tugas, siapkan diri untuk menyimak rangkuman dan mengisi refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Jika dikaitkan dengan kehidupan generasi muda saat ini, bagaimana kalian menginterpretasikan pesan keteladanan para tokoh pra-kemerdekaan tersebut dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia?

Tuliskan hasil simpulan diskusi kelompok kecil dalam satu paragraf terstruktur (4-5 kalimat) pada lembar kerja murid.

REFLEKSI

1. Apa makna keteladanan paling mendalam yang kamu temukan dari tokoh-tokoh pergerakan pra-kemerdekaan hari ini?

2. Bagaimana caramu membiasakan sikap mengutamakan kebaikan bersama di lingkungan sekolah sebagaimana teladan orang-orang besar yang telah dipelajari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.