LKPDPertemuan 4Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menerapkan Sikap Hati-hati, Sungguh-sungguh, dan Bakti Sesuai Pedoman Dizigui di Lingkungan Keluarga

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menerapkan Sikap Hati-hati, Sungguh-sungguh, dan Bakti Sesuai Pedoman Dizigui di Lingkungan Keluarga".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menerapkan Sikap Hati-hati, Sungguh-sungguh, dan Bakti Sesuai Pedoman Dizigui di Lingkungan Keluarga

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 4 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menerapkan Sikap Hati-hati, Sungguh-sungguh, dan Bakti Sesuai Pedoman Dizigui di Lingkungan Keluarga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenerapkan Sikap Hati-hati, Sungguh-sungguh, dan Bakti Sesuai Pedoman Dizigui di Lingkungan Keluarga
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan perilaku sesuai dengan predikat yang diembannya sebagai bagian dari keluarga dengan berpedoman pada Dizigui

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berdiskusi sesuai petunjuk yang diberikan.
  • Terapkan nilai Dizigui yang telah dipelajari dalam merancang dan mempraktikkan tindakan nyata di lingkungan keluarga.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menghubungkan Perilaku Nyata dengan Pedoman Dizigui dalam Keluarga

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas VII (Bab 4)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 4 situasi tindakan keseharian seorang anak/remaja di rumah pada pertanyaan nomor 1.
  2. Tentukan prinsip pedoman Dizigui yang tepat untuk setiap situasi: 'Bakti kepada Orang Tua', 'Hati-hati dan Sungguh-sungguh', 'Rendah Hati', atau 'Sederhana dan Menghargai Waktu'.
  3. Tuliskan tindakan nyata yang seharusnya diterapkan seorang anak jika menghadapi situasi nomor 2.

Pertanyaan:

1. Pasangkan setiap tindakan di rumah berikut dengan pedoman Dizigui yang sesuai:
(A) Bangun pagi tepat waktu merapikan tempat tidur sendiri tanpa menunda.
(B) Berpamitan dan memberi salam dengan hormat saat hendak berangkat sekolah.
(C) Mengembalikan barang milik saudara atau orang tua ke tempat semula setelah meminjamnya secara hati-hati.
(D) Mau mengalah dan mendahulukan kebutuhan adik saat berbagi makanan di meja makan.

Ruang tabel jawaban

2. Ketika orang tua sedang memanggilmu saat kamu sedang asyik belajar atau bersiap, bagaimanakah tindakan penerapan Dizigui yang benar sebagai seorang anak?

Tabel 2 kolom untuk nomor 1: Kolom 1 'Tindakan (A-D)', Kolom 2 'Pedoman Dizigui yang Sesuai'. Untuk nomor 2, sediakan 3-4 baris uraian singkat tindakan nyata.

Kegiatan 2: Menyusun Rencana Tindakan Harian Berdasarkan Predikat di Keluarga

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja
  • Pena/pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Sebagai seorang anak atau saudara di rumah, kamu mengemban predikat tertentu di hadapan orang tua dan saudaramu.
  2. Susunlah 3 rencana tindakan penerapan Dizigui yang konkret, hati-hati, dan bersungguh-sungguh dalam format tabel rencana tindakan.
  3. Diskusikan bersama teman sebangku apakah rencana tindakan tersebut realistis dan benar-benar mencerminkan pedoman Dizigui.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel rencana penerapan Dizigui di lingkungan keluarga dengan mengisi:

  1. Predikat/Peran yang diemban,
  2. Situasi/Waktu di rumah, dan
  3. Bentuk tindakan konkret yang hati-hati, sungguh-sungguh, atau berbakti (buat untuk 3 situasi berbeda: pagi hari, sore/belajar, dan malam hari).
Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: Kolom 1 'Waktu/Situasi', Kolom 2 'Predikat Diri', Kolom 3 'Pedoman Nilai Dizigui', Kolom 4 'Tindakan Konkret yang Diterapkan'.

Kegiatan 3: Penerapan Perilaku Junzi Menghadapi Dilema Keseharian di Rumah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus pada LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah studi kasus sederhana berikut: 'San-San sedang terburu-buru mengerjakan tugas sekolah di meja belajar. Tiba-tiba Ibu meminta bantuan San-San untuk mengangkat jemuran karena awan mendung dan gerimis mulai turun. Di sisi lain, adik San-San meminta San-San mengembalikan buku cerita yang dipinjam San-San kemarin.'
  2. Berdasarkan pedoman Dizigui tentang bakti, sikap hati-hati, dan sungguh-sungguh, tentukan urutan penerapan tindakan yang harus dilakukan San-San beserta alasannya.
  3. Kegiatan ini mencakup penyelesaian kasus, perumusan kesimpulan, refleksi pembelajaran, dan penutup kelas.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kasus San-San di atas, tuliskan urutan tindakan penerapan perilaku yang tepat sesuai pedoman Dizigui (prioritas tindakan pertama, kedua, dan ketiga) beserta alasan penerapannya!

Format uraian berbutir (Langkah 1, Langkah 2, Langkah 3) disertai kolom penjelasan alasan berpedoman pada Dizigui (minimal 1 paragraf singkat).

REFLEKSI

1. Dari perilaku Dizigui yang dipelajari hari ini, tindakan apa yang paling sering terlewatkan saat kamu berada di rumah?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyusun komitmen tindakan nyata berbakti dan berhati-hati kepada orang tua?

3. Apa satu langkah konkret yang akan kamu terapkan langsung kepada keluargamu setibanya di rumah hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.