LKPDPertemuan 1Bab 4Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menganalisis Benih Kebajikan dalam Watak Sejati (Xing) Manusia

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menganalisis Benih Kebajikan dalam Watak Sejati (Xing) Manusia".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menganalisis Benih Kebajikan dalam Watak Sejati (Xing) Manusia

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 4 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menganalisis Benih Kebajikan dalam Watak Sejati (Xing) Manusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenganalisis Benih Kebajikan dalam Watak Sejati (Xing) Manusia
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis watak sejati (xing) manusia dalam konteks kebajikan hidup

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah instruksi pada tiap kegiatan dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjasamalah secara aktif dalam kelompok saat berdiskusi, namun tuliskan hasil analisis pada lembar kerja masing-masing.
  • Gunakan pemahaman tentang 4 benih kebajikan dalam Watak Sejati (Xing) menurut Mengzi (Ren, Yi, Li, Zhi) untuk menuntaskan seluruh tugas.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Aktivitas 1: Menganalisis Pemetaan Empat Benih Watak Sejati (Xing)

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas VII (Bab 4)
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati materi tentang Watak Sejati (Xing) anugerah Tian menurut Mengzi VIA: 6.7.
  2. Analisis keterkaitan antara nama kebajikan pokok, benih perasaan moral yang mendasarinya, serta wujud dorongan batiniahnya.
  3. Lengkapilah tabel analisis 4 benih kebajikan pada format yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis 4 Benih Watak Sejati (Xing) berikut dengan menganalisis pasangan yang tepat antara Watak Sejati, Benih Perasaan, dan Wujud Dorongannya berdasarkan ajaran Mengzi:

  1. Ren (Cinta Kasih),
  2. Yi (Kebenaran),
  3. Li (Kesusilaan), dan
  4. Zhi (Kebijaksanaan).
Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 kolom berikut di lembar kerjamu: Kolom 1: Watak Sejati (Xing), Kolom 2: Benih Perasaan Moral, Kolom 3: Wujud Dorongan Batiniah.

Kegiatan 2: Aktivitas 2: Menganalisis Kasus Kehidupan Berdasarkan Watak Sejati (Xing)

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus lembar kerja
  • Buku catatan / pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah secara mendalam dua narasi studi kasus perilaku di lingkungan pergaulan remaja berikut.
  2. Analisis kasus tersebut dengan mengidentifikasi benih watak sejati (Ren, Yi, Li, Zhi) mana yang bekerja atau sedang diabaikan.
  3. Uraikan hasil analisismu mengenai hubungan dorongan benih watak sejati terhadap kebajikan hidup pada lembar kerja.

Pertanyaan:

1. Kasus A: Ketika melihat seorang anak kecil terjatuh ke dalam selokan dekat sekolah, seketika timbul rasa cemas dan tidak tega dalam hati Acong, lalu ia langsung berlari menolong anak itu tanpa memikirkan pamrih atau pujian. Berdasarkan ajaran watak sejati (Xing), analisislah: benih kebajikan apa yang bekerja secara spontan dalam diri Acong, dan mengapa peristiwa tersebut membuktikan bahwa watak sejati manusia pada dasarnya cenderung pada kebajikan?

2. Kasus B: Saat ulangan semester, Meilan ditawari contekan kunci jawaban oleh temannya agar mendapat nilai sempurna. Namun, dalam batin Meilan muncul rasa risih, bersalah, dan merasa hina jika harus berbuat curang, sehingga ia tegas menolaknya. Analisislah benih kebajikan apa yang aktif dalam diri Meilan dan bagaimana benih tersebut berfungsi membentengi kebajikan hidupnya!

Tuliskan uraian analisismu secara sistematis pada bidang bergaris yang disediakan untuk Kasus A dan Kasus B.

Kegiatan 3: Aktivitas 3: Menganalisis Relasi Watak Sejati (Xing) dan Pengendalian Emosi/Nafsu

Estimasi: 30 menit (termasuk presentasi singkat, refleksi murid, dan penutup)

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja diskusi kelompok
  • Buku teks pelajaran

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama teman kelompok mengenai hubungan timbal balik antara Watak Sejati (Xing) anugerah Tian dengan dorongan perasaan/nafsu lahiriah manusia.
  2. Analisis mengapa watak sejati harus senantiasa dipelihara dan dilatih agar kebajikan hidup dapat bersinar penuh.
  3. Tuliskan kesimpulan analisis kelompok, lalu lakukan refleksi pembelajaran bersama guru.

Pertanyaan:

1. Manusia memiliki dorongan perasaan nafsu (emosi) sekaligus benih kebajikan Watak Sejati (Xing). Analisislah bagaimana peran Watak Sejati (Ren, Yi, Li, Zhi) sebagai pengarah dan pengendali emosi/nafsu manusia agar terwujud kebajikan hidup yang harmonis!

Tuliskan rangkuman hasil diskusi kelompokmu dalam format 1-2 paragraf analisis terstruktur.

REFLEKSI

1. Dari keempat benih watak sejati (Ren, Yi, Li, Zhi), benih manakah yang paling sering kamu rasakan dorongannya secara sadar saat berinteraksi dengan teman hari ini?

2. Ketika dorongan batinmu bertentangan dengan keinginan nafsu (misalnya ingin marah atau egois), langkah analisis apa yang membantumu mengutamakan watak sejati kebajikan?

3. Apa makna terpenting yang kamu peroleh hari ini tentang alasan Tian membekali watak sejati kepada setiap manusia?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.