LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Muduo Penerima Mandat Wahyu
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menginterpretasikan Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Muduo Penerima Mandat Wahyu".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Muduo Penerima Mandat Wahyu
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7
Bab 3 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D) Topik: Menginterpretasikan Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Muduo Penerima Mandat Wahyu INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menelusuri Linimasa Rangkaian Wahyu Para Nabi Purba hingga Raja SuciEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah tabel interpretasi kesinambungan wahyu: Tuliskan wujud mandat/wahyu Tian yang diterima oleh masing-masing tokoh suci (Fuxi, Yao-Shun, Yu-Tang) beserta maknanya bagi perkembangan tatanan hidup manusia. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel linimasa tersebut, interpretasikan apa benang merah yang menghubungkan seluruh wahyu yang diturunkan Tian kepada para nabi purba dan raja suci sebelum masa Nabi Kongzi! Format tabel 3 kolom: Kolom 1 (Tokoh Suci: Fuxi, Yao-Shun, Yu-Tang), Kolom 2 (Bentuk/Wujud Mandat Wahyu Tian), Kolom 3 (Makna Kesinambungan bagi Umat Manusia). Di bawahnya tersedia 4 baris kosong untuk uraian interpretasi benang merah rangkaian wahyu. Kegiatan 2: Menginterpretasikan Nabi Kongzi sebagai Tian Zhi Muduo Penerima Mandat WahyuEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Secara harfiah 'Muduo' adalah genta bertabuh kayu yang dibunyikan untuk mengumpulkan dan memperingatkan rakyat ketika ada maklumat raja/pemimpin. Interpretasikan mengapa perwira di negeri Yi menyebut Nabi Kongzi sebagai 'Tian Zhi Muduo' (Genta Rohani Tian)! 2. Bagaimanakah kedudukan Nabi Kongzi dalam rangkaian wahyu agama Khonghucu jika dibandingkan dengan nabi-nabi purba sebelumnya? Hubungkan dengan gelar beliau sebagai Ji Da Cheng (Penghimpun Lengkap Ajaran Suci)! Tersedia dua kolom uraian bergaris untuk mencatat poin-poin penalaran makna genta rohani (soal 1) dan peran penggenap rangkaian wahyu (soal 2). Kegiatan 3: Sintesis Komprehensif: Peta Konseptual Rangkaian Wahyu hingga Tian Zhi MuduoEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Bagan Alur Wahyu: Isilah kotak alur berikut dengan urutan kesinambungan yang tepat: [Awal Penyingkapan Hukum Alam] -> [Penetapan Moral Kebajikan Pemerintahan] -> [Penegakan Keadilan & Penyelamatan] -> [Puncak Penyempurnaan & Suara Genta Rohani]. Tuliskan tokoh dan peran wahyunya pada tiap tahapan! 2. Tuliskan kesimpulan interpretasimu dalam satu paragraf ringkas (3-4 kalimat): Mengapa seorang umat Khonghucu harus memahami rangkaian wahyu dari para nabi purba sampai Nabi Kongzi secara utuh? Format diagram alir 4 kotak berurutan secara horizontal/vertikal untuk nomor 1, diikuti bidang berbentuk perkamen kotak bergaris untuk paragraf kesimpulan nomor 2. REFLEKSI1. Setelah menelaah rangkaian wahyu suci, makna baru apa yang kamu peroleh tentang peran Nabi Kongzi sebagai 'Tian Zhi Muduo' (Genta Rohani Tian)? 2. Bagaimana pemahaman tentang kesinambungan wahyu ini memperkuat rasa hormat dan keyakinanmu terhadap ajaran suci Ru Jiao dalam kehidupan sehari-hari? 3. Sikap kesadaran moral apa yang ingin kamu terapkan hari ini sebagai wujud tanggapan terhadap bunyi genta rohani Nabi Kongzi? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.