LKPDPertemuan 2Bab 2Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama di Indonesia Terkait Agama Khonghucu

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama di Indonesia Terkait Agama Khonghucu".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama di Indonesia Terkait Agama Khonghucu

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 2 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Menginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama di Indonesia Terkait Agama Khonghucu

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikMenginterpretasikan Perkembangan Kehidupan Beragama di Indonesia Terkait Agama Khonghucu
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan perkembangan kehidupan beragama di Indonesia dalam kaitannya dengan agama Khonghucu

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah teks narasi linimasa perkembangan kehidupan beragama di Indonesia yang disajikan pada setiap kegiatan dengan saksama.
  • Bekerjasamalah dengan tertib sesuai petunjuk di setiap nomor kegiatan.
  • Fokuskan kerja kalian pada menginterpretasikan arti, dampak, dan makna dari dinamika kehidupan beragama bagi umat Khonghucu di Indonesia.
  • Tuliskan hasil interpretasi kalian pada format ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menafsirkan Jejak Linimasa Kehidupan Beragama Umat Khonghucu

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati ringkasan teks 3 era sejarah keagamaan berikut: (1) Era Orde Lama/Awal Kemerdekaan: Penetapan Penpres No. 1/Pn.Ps/1965 yang mengakui keberadaan agama Khonghucu; (2) Era Orde Baru: Terbitnya Inpres No. 14/1967 yang membatasi perayaan dan aktivitas keagamaan di ruang publik; (3) Era Reformasi: Terbitnya Keppres No. 6/2000 oleh Presiden K.H. Abdurrahman Wahid yang mencabut Inpres No. 14/1967 dan menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur.
  2. Interpretasikan kondisi pemenuhan hak beragama umat Khonghucu pada masing-masing era tersebut ke dalam tabel perbandingan.
  3. Jawab pertanyaan telaah interpretatif yang menyertainya.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah interpretasi kalian mengenai kondisi kehidupan beragama umat Khonghucu pada ketiga era dalam tabel: (a) Era Awal Kemerdekaan/Orde Lama, (b) Era Orde Baru, dan (c) Era Reformasi hingga sekarang!

Ruang tabel jawaban

2. Berdasarkan perubahan kebijakan dari masa Orde Baru ke masa Reformasi, apa makna utama dari pencabutan Inpres No. 14/1967 oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bagi kehidupan beragama umat Khonghucu?

Tabel 3 kolom: Kolom 1 (Era Kebijakan), Kolom 2 (Kebijakan Pemerintah Terkait), Kolom 3 (Interpretasi Kondisi Kehidupan Beragama Umat Khonghucu), diikuti kolom uraian 4-5 baris untuk pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Pandangan 'Agama vs Filsafat' dalam Konteks Indonesia

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Panduan Siswa dan Guru Kelas 7
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah stimulus kutipan berikut: Di Indonesia sempat berkembang anggapan bahwa ajaran Khonghucu (Rujiao) semata-mata sistem filsafat atau tradisi moral, bukan sebuah agama, sehingga sempat menyulitkan pencatatan pernikahan dan kolom agama di KTP.
  2. Diskusikan dalam kelompok berpasangan untuk menginterpretasikan kedudukan hakiki ajaran Khonghucu di Indonesia berdasarkan aspek keagamaan yang dimilikinya (memiliki Nabi/Kongzi, Kitab Suci/Sishu-Wujing, tata ibadah, dan keimanan kepada Tian).
  3. Tuliskan hasil interpretasi kelompok kalian pada kolom yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Bagaimana kalian menginterpretasikan pandangan masyarakat yang menganggap Khonghucu hanya sekadar aliran filsafat, dikaitkan dengan fakta kelengkapan unsur keagamaan Khonghucu di Indonesia?

2. Apa dampak negatif dari kesalahpahaman anggapan 'Khonghucu hanya filsafat' tersebut terhadap hak-hak sipil umat Khonghucu pada masa lampau?

Format isian uraian berpasangan masing-masing 4-6 baris kalimat terstruktur.

Kegiatan 3: Refleksi dan Makna Hubungan Beragama dan Bernegara Hari Ini

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Siswa

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Simak paparan singkat mengenai hadirnya penetapan hari libur nasional Tahun Baru Imlek serta peran aktif kelembagaan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATAKIN).
  2. Secara mandiri, tafsirkan makna posisi kehidupan beragama Khonghucu saat ini dalam bingkai kerukunan dan persatuan bangsa Indonesia.
  3. Selesaikan pertanyaan berikut dan lanjutkan dengan pengisian lembar refleksi pribadi.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan perkembangan sejarah dari era pembatasan hingga era pengakuan penuh, bagaimana kalian menginterpretasikan peran pemerintah Indonesia dalam menjamin keadilan kehidupan beragama bagi umat Khonghucu saat ini?

2. Tafsirkan apa wujud nyata sikap hidup umat Khonghucu Indonesia sebagai wujud syukur atas pengakuan kehidupan beragama di era sekarang!

Kotak isian mandiri untuk pertanyaan 1 (uraian) dan pertanyaan 2 (isian terarah).

REFLEKSI

1. Setelah menelusuri sejarah perkembangan agama Khonghucu di Indonesia, hal penting apa yang paling membuka wawasanmu tentang perjuangan kebebasan beragama?

2. Bagaimana caramu menunjukkan rasa syukur atas kebebasan beribadah dan belajar agama Khonghucu yang kamu nikmati hari ini di sekolah dan masyarakat?

3. Sikap apa yang ingin kamu kembangkan untuk terus mempererat kerukunan dengan teman yang berbeda agama?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.