LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Rangkaian Wahyu Agama Khonghucu dari Nabi Purba sampai Raja Suci
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 7 dengan topik "Menginterpretasikan Rangkaian Wahyu Agama Khonghucu dari Nabi Purba sampai Raja Suci".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 7: Menginterpretasikan Rangkaian Wahyu Agama Khonghucu dari Nabi Purba sampai Raja Suci
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 7
Bab 2 Pertemuan 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D) Topik: Menginterpretasikan Rangkaian Wahyu Agama Khonghucu dari Nabi Purba sampai Raja Suci INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menelaah dan Memetakan Rangkaian Wahyu Para Nabi Purba dan Raja SuciEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapi tabel pemetaan rangkaian wahyu berikut dengan memasangkan tokoh penerima, nama wahyu, hewan suci perantara, serta interpretasikan makna/kegunaan wahyu tersebut bagi peradaban manusia:
Ruang tabel jawaban Buat tabel 5 kolom di lembar kerjamu dengan format: Kolom 1 (No), Kolom 2 (Tokoh Penerima Wahyu), Kolom 3 (Nama Wahyu), Kolom 4 (Hewan Suci Perantara), Kolom 5 (Interpretasi Makna dan Manfaat Wahyu bagi Peradaban). Isi lengkap 4 baris untuk Fuxi, Huang Di, Xia Yu, dan Zhou Wen Wang. Kegiatan 2: Menginterpretasikan Simbolisme dan Pola Penurunan Wahyu TianEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Dalam sejarah suci, wahyu Tian kepada Nabi Purba Fuxi (Hetu) dan Raja Suci Xia Yu (Luoshu) diturunkan melalui perantara hewan suci yang muncul dari sungai (Huang He dan Sungai Luo). Interpretasikan mengapa alam dan hewan suci dijadikan sarana penyampaian wahyu Tian! 2. Rangkaian wahyu berlangsung secara berkesinambungan dari zaman Nabi Purba Fuxi hingga Raja Suci Zhou Wen Wang. Interpretasikan kesinambungan ini: apakah setiap wahyu baru menggantikan wahyu sebelumnya, atau saling melengkapi dan menyempurnakan? Jelaskan buktinya! Tuliskan jawaban uraian interpretasi nomor 1 dan 2 pada kotak jawaban yang tersedia, masing-masing terdiri atas 3-5 kalimat penjelasan. Kegiatan 3: Menginterpretasikan Esensi Kebajikan Para Penerima WahyuEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Para penerima wahyu (Fuxi, Huang Di, Xia Yu, Zhou Wen Wang) menggunakan wahyu yang diterimanya bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk menata peradaban, mengendalikan bencana air, menciptakan tulisan/kalender, dan menyejahterakan rakyat. Interpretasikan apa pesan utama ajaran Khonghucu mengenai tujuan Tian menurunkan wahyu kepada manusia! 2. Berdasarkan pemahamanmu tentang rangkaian wahyu, rumuskan sebuah kesimpulan interpretatif dalam 2 kalimat mengenai kedudukan wahyu dalam sejarah suci agama Khonghucu! Tuliskan uraian nomor 1 dalam 1 paragraf singkat (4-6 kalimat) dan jawaban nomor 2 dalam 2 kalimat kesimpulan padat pada baris bergaris yang disediakan. REFLEKSI1. Setelah menginterpretasikan rangkaian wahyu dari nabi purba sampai raja suci, hal berharga apa yang kamu pelajari tentang cara Tian membimbing peradaban manusia? 2. Bagaimana pemahaman tentang sejarah wahyu ini memperkuat rasa bangga dan keyakinanmu terhadap ajaran agama Khonghucu? 3. Sikap tanggung jawab atau keteladanan apa dari para nabi purba/raja suci penerima wahyu yang paling ingin kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.