LKPDPertemuan 4Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Nilai Kesusilaan (Li) pada Pelaksanaan Sembahyang Leluhur dan Tradisi Penghormatan Keluarga

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menginterpretasikan Nilai Kesusilaan (Li) pada Pelaksanaan Sembahyang Leluhur dan Tradisi Penghormatan Keluarga".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Nilai Kesusilaan (Li) pada Pelaksanaan Sembahyang Leluhur dan Tradisi Penghormatan Keluarga

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 3 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menginterpretasikan Nilai Kesusilaan (Li) pada Pelaksanaan Sembahyang Leluhur dan Tradisi Penghormatan Keluarga

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenginterpretasikan Nilai Kesusilaan (Li) pada Pelaksanaan Sembahyang Leluhur dan Tradisi Penghormatan Keluarga
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan sembahyang kepada leluhur sebagai wujud kesusilaan (li)

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah teks stimulus dan petunjuk pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri maupun berdiskusi dengan teman sesuai arahan guru.
  • Tuliskan hasil interpretasi dan pemikiranmu secara rapi pada format lembar kerja yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Nilai Kesusilaan (Li) dalam Tata Sembahyang Leluhur

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas 5
  • Alat tulis/pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan Kitab Liji XXII (Ji Tong): 3 berikut: 'Melakukan sembahyang kepada leluhur bermaksud melanjutkan perawatan dan melestarikan laku bakti.'
  2. Amati 3 tahapan tata ibadah sembahyang kepada leluhur yang disajikan: (1) Membersihkan meja sembahyang/altar dan merapikan pakaian sembahyang, (2) Bersujud/berlutut dengan hormat serta memegang dupa di depan dada, (3) Menata sajian makanan dan buah kesukaan leluhur dengan rapi.
  3. Tafsirkan (interpretasikan) makna nilai kesusilaan (li) yang terkandung di balik setiap tahapan tata ibadah tersebut ke dalam tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Interpretasikan makna nilai kesusilaan (li) pada tindakan membersihkan meja altar serta mengenakan pakaian sembahyang yang rapi dan sopan!

2. Interpretasikan makna sikap tubuh bersujud (guibai) atau berlutut dengan hormat memegang dupa saat sembahyang kepada leluhur dalam kaitannya dengan nilai kesusilaan (li)!

3. Interpretasikan makna penataan sajian makanan dan perlengkapan sembahyang leluhur yang disusun rapi dan teratur sebagai wujud kesusilaan (li)!

Tuliskan jawaban pada tabel 3 kolom: Kolom 1 (Nomor Tahapan), Kolom 2 (Tindakan Sembahyang), Kolom 3 (Interpretasi Wujud Kesusilaan / Li).

Kegiatan 2: Analisis Kasus: Membedakan Sembahyang Berlandaskan Li vs Sekadar Kebiasaan

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar teks studi kasus
  • Buku catatan dan bolpoin

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cerita singkat berikut:
  2. Cerita A: Aheng mengikuti sembahyang leluhur saat hari Qingming bersama keluarganya. Ia berdiri tenang, mengingat kebaikan kakek-neneknya, bersujud dengan sungguh-sungguh, serta menghormati orang tuanya yang memimpin upacara.
  3. Cerita B: Budi ikut sembahyang di depan altar leluhur, tetapi ia sibuk bermain gawai, bergurau saat dupa dinyalakan, dan terburu-buru ingin selesai hanya demi memakan kue sajian.
  4. Diskusikan bersama teman sebangkumu, lalu interpretasikan wujud kesusilaan (li) berdasarkan kedua kasus tersebut pada pertanyaan di bawah.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Cerita A, tunjukkan perilaku apa saja yang menginterpretasikan sembahyang leluhur sebagai wujud kesusilaan (li) yang benar dan jelaskan maknanya!

2. Berdasarkan Cerita B, interpretasikan mengapa tindakan Budi bertentangan dengan hakikat nilai kesusilaan (li) dalam sembahyang kepada leluhur!

Tuliskan hasil interpretasi dalam 2 paragraf terpisah (Paragraf 1: Analisis Cerita A; Paragraf 2: Analisis Cerita B) pada lembar jawaban yang tersedia.

Kegiatan 3: Menyusun Bagan Interpretasi Nilai Kesusilaan (Li) dalam Tradisi Sembahyang Leluhur

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas LKPD berbagan matriks
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Hubungkan pengalamanmu mengamati sembahyang leluhur (seperti Qingming, Chuxi/malam tahun baru, atau peringatan hari wafat leluhur) dengan konsep Kesusilaan (Li).
  2. Lengkapi bagan pohon makna kesusilaan (li) yang menghubungkan 3 unsur: Tata Ibadah Fisik (Sikap/Tindakan), Batin/Sikap Hati, dan Makna Kesusilaan (Li) bagi Kelestarian Keluarga.
  3. Presentasikan tafsiranmu di depan kelompok secara bergantian.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah bagan keterkaitan berikut: Dari tindakan fisik sembahyang leluhur (misal: merangkapkan tangan/baibai, bersujud, menyajikan teh), jelaskan sikap batin yang harus menyertainya dan interpretasikan wujud Li-nya bagi keharmonisan keluarga!

Ruang tabel jawaban

Lengkapi bagan matriks 3 baris x 3 kolom yang berisi: Unsur Tata Ibadah, Sikap Batin, dan Interpretasi Wujud Li bagi Keluarga.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari materi ini, apa makna terpenting dari tata cara sembahyang kepada leluhur yang mencerminkan sikap kesusilaan (li)?

2. Bagaimana perasaanmu ketika menyadari bahwa sembahyang kepada leluhur bukan sekadar upacara adat, melainkan wujud rasa hormat dan bakti tulus kepada orang tua serta para leluhur?

3. Sikap tertib dan hormat apa yang akan kamu terapkan saat keluarga melaksanakan tradisi penghormatan atau sembahyang leluhur berikutnya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.