LKPDPertemuan 1Bab 2Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Hari Raya Kelahiran dan Hari Wafat Nabi Kongzi sebagai Wujud Kesusilaan (Li)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menginterpretasikan Hari Raya Kelahiran dan Hari Wafat Nabi Kongzi sebagai Wujud Kesusilaan (Li)".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Hari Raya Kelahiran dan Hari Wafat Nabi Kongzi sebagai Wujud Kesusilaan (Li)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 2 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menginterpretasikan Hari Raya Kelahiran dan Hari Wafat Nabi Kongzi sebagai Wujud Kesusilaan (Li)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenginterpretasikan Hari Raya Kelahiran dan Hari Wafat Nabi Kongzi sebagai Wujud Kesusilaan (Li)
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan hari raya/sembahyang kepada Nabi Kongzi sebagai wujud kesusilaan (li)

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah setiap teks pengantar dan instruksi kerja dengan cermat dan saksama.
  • Bekerjasamalah dengan tertib saat berdiskusi bersama teman sekelompok.
  • Tuliskan hasil interpretasimu pada ruang jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Makna Hari Kelahiran dan Wafat Nabi Kongzi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas 5
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan informasi berikut: 'Umat Khonghucu memperingati Zhi Sheng Dan (Hari Lahir Nabi Kongzi pada tanggal 27 bulan 8 Kongzili) dan Zhi Sheng Ji Chen (Hari Wafat Nabi Kongzi pada tanggal 18 bulan 2 Kongzili). Sembahyang pada kedua hari raya ini bukan sekadar upacara rutin, melainkan wujud Li (Kesusilaan/Tata Krama Suci) untuk menyatakan rasa syukur, hormat, serta bakti atas ajaran kebajikan yang telah diwariskan Nabi Kongzi kepada umat manusia.'
  2. Berdasarkan bacaan di atas, interpretasikan makna pelaksanaan kedua sembahyang tersebut sebagai wujud kesusilaan (Li) dengan melengkapi tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel interpretasi makna sembahyang Nabi Kongzi berikut:

  1. Hari Peringatan: Zhi Sheng Dan (27 bulan 8 Kongzili) -> Peristiwa yang diperingati: [...] -> Makna persembahyangan sebagai wujud Li: [...]
  2. Hari Peringatan: Zhi Sheng Ji Chen (18 bulan 2 Kongzili) -> Peristiwa yang diperingati: [...] -> Makna persembahyangan sebagai wujud Li: [...]
Ruang tabel jawaban

2. Mengapa sembahyang pada hari lahir dan hari wafat Nabi Kongzi dikategorikan sebagai wujud kesusilaan (Li), bukan sekadar perayaan lahiriah?

Tabel 3 kolom (Nama Hari Peringatan, Peristiwa yang Diperingati, Interpretasi Makna sebagai Wujud Li) dan lembar isian uraian 3-4 baris.

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Tindakan Persembahyangan sebagai Wujud Li

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tiga tindakan yang biasa dilakukan umat Khonghucu saat memperingati hari raya Nabi Kongzi pada tabel studi kasus.
  2. Diskusikan bersama teman kelompokmu untuk menginterpretasikan bagaimana setiap tindakan tersebut mencerminkan nilai Kesusilaan (Li).

Pertanyaan:

1. Tindakan A: Mengenakan pakaian yang bersih, sopan, dan rapi saat hadir dalam kebaktian sembahyang hari lahir Nabi Kongzi di Litang/Klenteng. Apa interpretasi nilai Li dari tindakan ini?

2. Tindakan B: Melakukan sujud (Guikou) dan penghormatan dengan khidmat serta tenang di depan altar. Apa interpretasi nilai Li dari tindakan ini?

3. Tindakan C: Membaca dan merenungkan sabda Nabi Kongzi dari Kitab Sishu pada peringatan Zhi Sheng Ji Chen. Apa interpretasi nilai Li dari tindakan ini?

Format isian tabel 3 baris: Kolom 1 (Tindakan Nyata), Kolom 2 (Interpretasi Nilai Wujud Kesusilaan/Li).

Kegiatan 3: Menyimpulkan Makna Li dalam Kehidupan Nyata

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Tinjau kembali pemahaman yang telah kamu peroleh dari Kegiatan 1 dan 2.
  2. Tuliskan simpulan interpretasimu mengenai hubungan antara sembahyang kepada Nabi Kongzi dengan pembentukan kepribadian yang berkesusilaan (Li) dalam kehidupan sehari-hari.
  3. Selesaikan pertanyaan refleksi dan rangkuman pada waktu yang disediakan (termasuk penutup pembelajaran).

Pertanyaan:

1. Berdasarkan makna sembahyang kelahiran dan wafat Nabi Kongzi, bagaimanakah kamu menginterpretasikan semangat Kesusilaan (Li) tersebut saat kamu berinteraksi dengan guru dan orang tua di rumah atau sekolah?

2. Lengkapilah simpulan kalimat ini: 'Sembahyang hari raya kepada Nabi Kongzi adalah wujud kesusilaan (Li) karena mengajarkan kita untuk selalu memiliki rasa [...] dan melatih diri bersikap [...] kepada sesama.'

Kolom simpulan uraian naratif (4-5 baris) dan 2 isian titik-titik kalimat simpulan.

REFLEKSI

1. Apa makna baru tentang arti kesusilaan (Li) dalam sembahyang kepada Nabi Kongzi yang kamu pelajari hari ini?

2. Bagian mana dari kegiatan menafsirkan tata ibadah tadi yang paling membantumu memahami sikap hormat kepada Nabi Kongzi?

3. Sikap sopan santun (Li) apa yang ingin langsung kamu terapkan kepada orang tua dan gurumu hari ini?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.