LKPDPertemuan 7Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menerapkan Prinsip Tidak Melihat dan Tidak Mendengar Sesuai Empat Pantangan Siwu dalam Keseharian

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menerapkan Prinsip Tidak Melihat dan Tidak Mendengar Sesuai Empat Pantangan Siwu dalam Keseharian".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menerapkan Prinsip Tidak Melihat dan Tidak Mendengar Sesuai Empat Pantangan Siwu dalam Keseharian

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 7

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menerapkan Prinsip Tidak Melihat dan Tidak Mendengar Sesuai Empat Pantangan Siwu dalam Keseharian

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenerapkan Prinsip Tidak Melihat dan Tidak Mendengar Sesuai Empat Pantangan Siwu dalam Keseharian
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan prinsip empat pantangan (siwu) dalam keseharian

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah setiap teks situasi dengan teliti dan penuh kesadaran.
  • Kerjakan setiap tugas secara mandiri atau bersama teman sesuai arahan gurumu.
  • Terapkan prinsip seorang Junzi (insan berbudi luhur) dalam menentukan tindakan yang susila di kehidupan sehari-hari.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memilah Tindakan: Menjaga Mata dan Telinga Sesuai Siwu

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis / lembar kerja murid
  • Alat tulis (pena/pensil dan penggaris)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati daftar 4 peristiwa yang dialami murid kelas 5 berikut ini.
  2. Tentukan apakah peristiwa tersebut perlu diterapkan prinsip 'Tidak Melihat yang Tidak Susila' atau 'Tidak Mendengar yang Tidak Susila'.
  3. Berikan tanda centang (✓) pada kolom prinsip yang tepat, lalu tuliskan tindakan penerapan nyata yang harus kamu lakukan jika mengalami peristiwa tersebut.

Pertanyaan:

1. Peristiwa A: Di gawai/ponsel pintarmu tiba-tiba muncul video kekerasan antarpelajar yang dibagikan di grup percakapan. Bagaimana penerapan Siwu yang tepat?

Ruang tabel jawaban

2. Peristiwa B: Saat istirahat di kantin, dua temanmu sedang asyik menceritakan keburukan dan membicarakan kekurangan kawan sekelas (bergosip). Bagaimana penerapan Siwu yang tepat?

Ruang tabel jawaban

3. Peristiwa C: Kamu melihat ada contekan jawaban ulangan yang tertinggal di atas meja teman saat ulangan sedang berlangsung. Bagaimana penerapan Siwu yang tepat?

Ruang tabel jawaban

4. Peristiwa D: Teman di sebelahmu berbisik mengejek cara berpakaian teman lain yang baru masuk kelas. Bagaimana penerapan Siwu yang tepat?

Ruang tabel jawaban

Gunakan tabel dengan 4 kolom: Kolom 1 (Peristiwa A/B/C/D), Kolom 2 (Tidak Melihat yang Tidak Susila), Kolom 3 (Tidak Mendengar yang Tidak Susila), Kolom 4 (Tindakan Nyata Penerapan Siwu).

Kegiatan 2: Menyelesaikan Studi Kasus Keseharian sebagai Junzi

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Buku tulis / lembar kerja murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua skenario kasus keseharian anak sekolah di bawah ini.
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu, lalu tuliskan langkah penerapan prinsip Siwu yang konkret untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pertanyaan:

1. Kasus 1: Hendra sedang duduk di serambi kelas. Tiba-tiba ia mendengar sekelompok anak merencanakan keisengan untuk menyembunyikan sepatu temannya. Berdasarkan prinsip pantangan Siwu 'yang tidak susila jangan didengar', bagaimana sikap konkret yang harus diterapkan Hendra?

2. Kasus 2: Shinta sedang mencari informasi tugas sekolah di internet, tetapi tidak sengaja mengeklik tautan yang memuat gambar tidak pantas (pornografi/kekerasan). Berdasarkan prinsip pantangan Siwu 'yang tidak susila jangan dilihat', tindakan konkret apa yang harus segera Shinta terapkan?

Tuliskan jawaban uraian pada 4-5 baris bergaris untuk masing-masing kasus.

Kegiatan 3: Peta Rencana Penerapan Siwu Hari Ini

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Buku kerja murid
  • Pensil warna/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Buatlah rencana tindakan harian pribadi untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak susila.
  2. Tuliskan masing-masing 1 situasi godaan yang mungkin kamu hadapi hari ini beserta 1 tindakan konkret yang kamu terapkan untuk melawannya.

Pertanyaan:

1. Rencanakan 1 tindakan nyata untuk menjaga matamu dari hal yang tidak susila saat menggunakan gawai atau berada di sekolah hari ini!

2. Rencanakan 1 tindakan nyata untuk menjaga telingamu dari hal yang tidak susila saat bermain bersama teman hari ini!

Format isian dua kotak: Kotak 1 'Jaga Mataku' (Situasi & Tindakanku), Kotak 2 'Jaga Telingaku' (Situasi & Tindakanku).

REFLEKSI

1. Dari kegiatan hari ini, situasi mana yang paling sering membuatmu tergoda untuk melihat atau mendengar hal yang tidak susila?

2. Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menahan diri untuk tidak melihat atau mendengar hal yang melanggar kesusilaan?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.