LKPDPertemuan 6Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Ibadah Sembahyang kepada Tian sebagai Wujud Kesusilaan (Li)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menginterpretasikan Ibadah Sembahyang kepada Tian sebagai Wujud Kesusilaan (Li)".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Ibadah Sembahyang kepada Tian sebagai Wujud Kesusilaan (Li)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menginterpretasikan Ibadah Sembahyang kepada Tian sebagai Wujud Kesusilaan (Li)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenginterpretasikan Ibadah Sembahyang kepada Tian sebagai Wujud Kesusilaan (Li)
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan sembahyang kepada Tian sebagai wujud kesusilaan (li)

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah pengantar teks dan instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjalah secara mandiri maupun bersama teman sesuai petunjuk yang diberikan.
  • Tanyakan kepada guru apabila ada instruksi atau materi yang belum kamu pahami sepenuhnya.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Mendalami Makna Kesusilaan (Li) dalam Sembahyang kepada Tian

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas V
  • Alat tulis (pulpen/pensil)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks narasi singkat berikut dengan seksama: 'Dalam ajaran agama Khonghucu, ibadah sembahyang kepada Tian bukan sekadar mengucapkan doa atau meminta sesuatu. Sembahyang kepada Tian berakar dari rasa hormat, bakti, dan syukur manusia yang paling mendalam atas karunia dan firman kebajikan dari Tian. Tata cara yang penuh hormat, tertib, dan tulus hati ketika bersujud menghadap Tian inilah yang disebut sebagai wujud nyata dari kesusilaan (Li). Melalui Kesusilaan (Li), hubungan manusia dengan Tian menjadi selaras, teratur, dan penuh kesadaran rohani.'
  2. Jawablah pertanyaan penafsiran berdasarkan teks tersebut pada tabel yang telah disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan teks pengantar, apa makna utama yang terkandung dalam sembahyang kepada Tian sehingga dipandang bukan sekadar ritual meminta-minta?

2. Mengapa pelaksanaan sembahyang kepada Tian disebut sebagai wujud pelaksanaan kesusilaan (li)? Jelaskan hubungan antara keduanya!

Tuliskan jawaban pada lembar isian bergaris: Nomor 1 (3-4 baris penjelasan makna) dan Nomor 2 (3-4 baris penjelasan hubungan sembahyang dengan li).

Kegiatan 2: Menelaah dan Menafsirkan Unsur Sembahyang sebagai Wujud Li

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel
  • Buku catatan
  • Pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 3 unsur dalam pelaksanaan sembahyang kepada Tian berikut: (A) Sikap tubuh bersujud/membungkuk hormat (Dabai/Jubai), (B) Ketenangan batin dan ketulusan hati (Cheng), (C) Ketertiban mengikuti tata cara persembahyangan.
  2. Lakukan diskusi berpasangan untuk menafsirkan bagaimana setiap unsur tersebut mencerminkan nilai Kesusilaan (Li).
  3. Tuliskan hasil interpretasi kelompokmu ke dalam tabel analisis yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel interpretasi unsur sembahyang kepada Tian dan kaitannya dengan nilai kesusilaan (li):

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 baris: Kolom 1: Unsur Sembahyang (Sikap Tubuh Bersujud; Ketenangan Batin/Cheng; Ketertiban Tata Cara); Kolom 2: Interpretasi Wujud Kesusilaan (Li) (uraikan penjelasan makna li untuk masing-masing unsur minimal 2 kalimat).

Kegiatan 3: Menginterpretasikan Studi Kasus Perilaku Sembahyang

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja analisis kasus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ilustrasi kasus berikut: 'Saat ibadah sembahyang kepada Tian berlangsung di kelenteng/litang, murid A tampak melakukan gerakan sembahyang dengan terburu-buru, matanya melirik ke kiri dan kanan, serta bercanda dengan temannya. Sementara itu, murid B merapikan pakaian sebelum sembahyang, melangkah dengan tenang, dan bersujud dengan penuh hormat serta khidmat.'
  2. Diskusikan bersama teman sebangkumu, kemudian interpretasikan makna kedua perilaku tersebut ditinjau dari sudut pandang Kesusilaan (Li) dalam sembahyang kepada Tian.
  3. Tuliskan simpulan interpretasimu dan selesaikan bagian refleksi penutup.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan pemahamanmu tentang sembahyang sebagai wujud kesusilaan (li), interpretasikan perilaku murid A! Mengapa perilaku tersebut belum mencerminkan nilai li?

2. Interpretasikan pula perilaku murid B! Makna kesusilaan (li) apa saja yang tercermin dari tindakannya saat sembahyang kepada Tian?

Tuliskan hasil interpretasi kasus pada kolom reflektif yang tersedia (minimal 3 kalimat untuk masing-masing murid A dan murid B), dilanjutkan mengisi kotak refleksi diri.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari materi ini, bagaimana caramu memaknai ibadah sembahyang kepada Tian agar tidak sekadar menjadi gerakan tubuh biasa?

2. Sikap kesusilaan (li) apa yang paling ingin kamu perbaiki saat kamu melaksanakan sembahyang kepada Tian di rumah maupun di tempat ibadah?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.