LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Konsep Harmonisasi Hukum Yinyang sebagai Dasar Hukum Peredaran Alam Semesta
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menginterpretasikan Konsep Harmonisasi Hukum Yinyang sebagai Dasar Hukum Peredaran Alam Semesta".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Konsep Harmonisasi Hukum Yinyang sebagai Dasar Hukum Peredaran Alam Semesta
Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5
Bab 1 Pertemuan 5
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Menginterpretasikan Konsep Harmonisasi Hukum Yinyang sebagai Dasar Hukum Peredaran Alam Semesta INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Menginterpretasikan Pasangan Yinyang dalam Fenomena Alam SemestaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah interpretasi pasangan Yin dan Yang pada 4 fenomena alam semesta berikut: (a) Siang dan Malam, (b) Matahari dan Bulan, (c) Musim Panas dan Musim Dingin, (d) Langit dan Bumi. Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel di atas, bagaimana kamu menginterpretasikan hubungan antara sifat Yin dan sifat Yang dalam alam semesta? Apakah keduanya saling bermusuhan atau saling melengkapi? Jelaskan alasannya. Format tabel 4 kolom: Kolom 1 (Fenomena Alam Semesta), Kolom 2 (Unsur Bersifat Yang), Kolom 3 (Unsur Bersifat Yin), Kolom 4 (Penjelasan Keteraturan). Dilanjutkan 3 baris bergaris untuk uraian nomor 2. Kegiatan 2: Menginterpretasikan Harmonisasi Siklus dan Peredaran Alam SemestaEstimasi: 35 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Saat siang hari mencapai puncaknya (tengah hari), perlahan matahari mulai condong dan malam menjelang. Sebaliknya, saat malam mencapai titik tergelap, fajar pun terbit kembali. Bagaimana kamu menginterpretasikan peristiwa ini berdasarkan prinsip peredaran hukum yinyang? 2. Apa yang akan terjadi pada alam semesta dan kehidupan makhluk hidup jika hanya ada Yang (misalnya hanya ada siang terus-menerus tanpa malam, atau hanya ada musim panas terus-menerus)? Tafsirkan maknanya terhadap hukum keseimbangan yinyang! Format kotak teks bertajuk 'Hasil Diskusi Siklus Yinyang' dengan 5 baris bergaris untuk pertanyaan 1 dan 5 baris bergaris untuk pertanyaan 2. Kegiatan 3: Menginterpretasikan Bukti Hukum Yinyang dalam Kehidupan Sehari-hari dan RefleksiEstimasi: 40 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Manusia beraktivitas bekerja atau belajar di waktu siang (Yang) dan beristirahat atau tidur memulihkan tenaga di waktu malam (Yin). Buatlah interpretasi: Mengapa keteraturan hidup manusia harus diselaraskan dengan hukum yinyang alam semesta? 2. Lengkapilah bagan kesimpulan rumpang berikut mengenai hukum yinyang: Hukum Yinyang adalah dasar hukum peredaran [...] yang diciptakan oleh [...]. Penerapan hukum ini terlihat dari adanya dua sifat yang saling [...] demi terciptanya kondisi yang [...]. Format bagan alur berbingkai dengan ruang isian rumpang dan 4 baris teks bergaris untuk uraian interpretasi, diakhiri dengan lembar centang/tulis refleksi. REFLEKSI1. Setelah mempelajari hukum yinyang hari ini, pemahaman baru apa yang kamu peroleh tentang keteraturan pergantian siang, malam, dan musim ciptaan Tian? 2. Bagaimana caramu membiasakan diri hidup seimbang dan selaras dengan ritme alam semesta (seperti waktu belajar dan waktu istirahat) dalam kehidupan sehari-hari? 3. Bagian mana dari kegiatan menginterpretasikan hukum yinyang tadi yang paling membuatmu kagum akan kebesaran Tian? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.