LKPDPertemuan 4Bab 1Fase CSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Ayat Kitab Sishu Lunyu XII:1 tentang Empat Pantangan Siwu Bagian Berbicara dan Berbuat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Menginterpretasikan Ayat Kitab Sishu Lunyu XII:1 tentang Empat Pantangan Siwu Bagian Berbicara dan Berbuat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 5: Menginterpretasikan Ayat Kitab Sishu Lunyu XII:1 tentang Empat Pantangan Siwu Bagian Berbicara dan Berbuat

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Menginterpretasikan Ayat Kitab Sishu Lunyu XII:1 tentang Empat Pantangan Siwu Bagian Berbicara dan Berbuat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikMenginterpretasikan Ayat Kitab Sishu Lunyu XII:1 tentang Empat Pantangan Siwu Bagian Berbicara dan Berbuat
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan ayat-ayat dalam kitab Sishu tentang empat pantangan siwu

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah penggalan sabda Nabi Kongzi dalam Kitab Sishu Lunyu XII:1 dengan saksama.
  • Kerjakan setiap tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru.
  • Gunakan pemahamanmu mengenai makna kesusilaan (Li) dalam menelaah ucapan dan perbuatan sehari-hari.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Makna Ayat Lunyu XII:1 Bagian Berbicara dan Berbuat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kitab Sishu (Lunyu)
  • Buku Siswa Agama Khonghucu Kelas 5
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks ayat Kitab Sishu Lunyu XII:1 berikut: 'Yan Yuan bertanya tentang cinta kasih (Ren). Nabi bersabda: Mengendalikan diri dan kembali kepada kesusilaan (Li), itulah cinta kasih... Jangan melihat yang tidak susila (Fei Li Wu Shi), jangan mendengarkan yang tidak susila (Fei Li Wu Ting), jangan membicarakan yang tidak susila (Fei Li Wu Yan), dan jangan melakukan yang tidak susila (Fei Li Wu Dong).'
  2. Fokuskan perhatian pada dua prinsip: Fei Li Wu Yan (yang tidak susila jangan dibicarakan) dan Fei Li Wu Dong (yang tidak susila jangan dilakukan).
  3. Jawablah pertanyaan penafsiran makna ayat pada format yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ayat Lunyu XII:1, apa makna inti dari prinsip 'Fei Li Wu Yan' dalam mengendalikan ucapan sehari-hari?

2. Berdasarkan ayat Lunyu XII:1, apa makna inti dari prinsip 'Fei Li Wu Dong' dalam mengarahkan tingkah laku dan perbuatan kita?

Tuliskan jawaban pada kolom uraian teks dengan kalimat lengkap dan jelas yang menguraikan makna masing-masing ayat.

Kegiatan 2: Klasifikasi dan Interpretasi Kasus Ucapan serta Perbuatan

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel interpretasi
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati tabel 4 situasi perilaku sehari-hari berikut.
  2. Tentukan apakah situasi tersebut mencerminkan pelanggaran atau penerapan dari 'Fei Li Wu Yan' atau 'Fei Li Wu Dong'.
  3. Tuliskan tafsiran/alasanmu mengapa tindakan tersebut sesuai atau tidak sesuai dengan ayat Lunyu XII:1.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis interpretasi untuk 4 situasi berikut:

  1. Zhenhui menolak ikut menyebarkan kabar bohong (hoaks) tentang temannya di sekolah.
  2. Rongxin sengaja menyembunyikan sepatu temannya saat istirahat agar temannya kebingungan.
  3. Mingming berbicara jujur mengakui kesalahannya tanpa menyalahkan orang lain.
  4. Aqiang mencoret-coret meja belajar kelas ketika guru sedang tidak ada di tempat.
Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 kolom: Kolom 1 (Nomor & Situasi), Kolom 2 (Prinsip: Fei Li Wu Yan / Fei Li Wu Dong), Kolom 3 (Status: Penerapan / Pelanggaran), Kolom 4 (Alasan Penafsiran Berdasarkan Makna Ayat).

Kegiatan 3: Diskusi Analisis Situasi Kritis Berdasarkan Lunyu XII:1

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Buku catatan / kertas plano

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bergabunglah dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  2. Diskusikan studi kasus berikut: 'Di media sosial/grup pesan sekolah, seorang kawan mengirimkan lelucon yang menghina fisik salah satu teman sekelas. Sebagian teman ikut tertawa dan membalas dengan kata-kata ejekan baru.'
  3. Interpretasikan peristiwa tersebut ditinjau dari prinsip Fei Li Wu Yan dan Fei Li Wu Dong.
  4. Rumuskan bagaimana seorang Junzi (insan berbudi luhur) seharusnya menafsirkan kewajiban berbicara dan bertindaknya dalam situasi tersebut.

Pertanyaan:

1. Bagaimana tafsiran kelompokmu mengenai tindakan ikut mengejek di grup pesan ditinjau dari ayat 'Fei Li Wu Yan'?

2. Berdasarkan prinsip 'Fei Li Wu Dong', tindakan nyata apa yang mencerminkan penafsiran bahwa seorang anak beriman harus mengendalikan perbuatannya ketika melihat ejekan tersebut?

Tuliskan hasil simpulan diskusi kelompok pada lembar analisis diskusi berbentuk paragraf terstruktur (minimal memuat penafsiran ucapan dan penafsiran tindakan).

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari ayat Lunyu XII:1, mengapa mengendalikan ucapan (Fei Li Wu Yan) dan perbuatan (Fei Li Wu Dong) sangat penting bagi seorang Junzi?

2. Ketika kamu merasa terpancing untuk berkata kasar atau berbuat jahil kepada teman, bagaimana ayat Siwu ini membantumu mengendalikan diri?

3. Bagian mana dari penafsiran ayat berbicara dan berbuat yang paling menantang untuk kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.