LKPDPertemuan 6Bab 2Fase BSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 4: Menginterpretasikan Prinsip Ketekunan dan Kerendahan Hati dalam Semangat Belajar Nabi Kongzi

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 4 dengan topik "Menginterpretasikan Prinsip Ketekunan dan Kerendahan Hati dalam Semangat Belajar Nabi Kongzi".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 4: Menginterpretasikan Prinsip Ketekunan dan Kerendahan Hati dalam Semangat Belajar Nabi Kongzi

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 4

Bab 2 Pertemuan 6

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 4 (Fase B)

Topik: Menginterpretasikan Prinsip Ketekunan dan Kerendahan Hati dalam Semangat Belajar Nabi Kongzi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 4
TopikMenginterpretasikan Prinsip Ketekunan dan Kerendahan Hati dalam Semangat Belajar Nabi Kongzi
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan semangat belajar Nabi Kongzi

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan belajar.
  • Bacalah ringkasan kisah dan kutipan keteladanan Nabi Kongzi dengan saksama.
  • Bekerjasamalah dengan tertib dan aktif saat berdiskusi bersama teman.
  • Tuliskan hasil penafsiran dan pemikiranmu pada kolom/tabel jawaban yang telah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Makna Belajar dari Kisah Keteladanan Nabi Kongzi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku teks siswa
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cuplikan kisah semangat belajar Nabi Kongzi berikut:
  2. Kisah 1 (Ketekunan Berlatih Musik): Saat Nabi Kongzi belajar memainkan alat musik Guqin dari Guru Shi Xiang, beliau tidak mau berganti lagu baru sebelum benar-benar menguasai teknik memetik, memahami irama ketukan, dan menghayati watak pencipta lagu tersebut.
  3. Kisah 2 (Kerendahan Hati Bertanya di Klenteng Agung): Ketika Nabi Kongzi memasuki Klenteng Agung Leluhur (Tai Miao), beliau menanyakan tata cara pelaksanaan ibadah kepada petugas di sana mengenai setiap hal. Ada orang mencibir, tetapi Nabi Kongzi menjawab bahwa mau bertanya tentang hal yang belum dipahami itulah wujud tata krama dan kerendahan hati dalam belajar.
  4. Diskusikan bersama teman sebangkumu mengenai makna dari kedua kisah tersebut.
  5. Jawablah pertanyaan penafsiran pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Kisah 1, tafsirkan makna di balik sikap Nabi Kongzi yang tidak mau terburu-buru berganti lagu baru saat belajar Guqin!

2. Berdasarkan Kisah 2, apa tafsiranmu tentang makna belajar yang ditunjukkan Nabi Kongzi ketika beliau tidak malu bertanya kepada petugas Klenteng Agung?

Tuliskan jawaban berupa paragraf penjelasan 2-3 kalimat untuk masing-masing nomor 1 dan 2 pada lembar bergaris yang disediakan.

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Bukti Semangat Belajar Nabi Kongzi ke dalam Tabel Nilai

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuk kelompok kecil yang terdiri dari 3 orang murid.
  2. Cermati 3 pernyataan tentang sikap belajar Nabi Kongzi berikut:
  3. A. Belajar tiada jemu dan mengajar tiada lelah (Xue er bu yan, hui ren bu juan).
  4. B. Seseorang yang makan tidak kenyang berlebihan dan gemar belajar (Hao Xue).
  5. C. Bila berjalan bertiga, pasti ada yang dapat dijadikan guruku (San ren xing, bi you wo shi yan).
  6. Tafsirkan prinsip semangat belajar (Ketekunan / Kerendahan Hati) yang terkandung dalam setiap pernyataan beserta penjelasannya.
  7. Tuliskan hasil interpretasi kelompokmu ke dalam tabel 4 kolom.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah interpretasi prinsip semangat belajar Nabi Kongzi untuk Pernyataan A, B, dan C pada tabel analisis!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 kolom dengan format: Kolom 1 (Huruf Pernyataan), Kolom 2 (Kutipan Perilaku Belajar), Kolom 3 (Prinsip Semangat Belajar: Ketekunan/Kerendahan Hati), Kolom 4 (Penafsiran Makna Belajar).

Kegiatan 3: Menafsirkan Solusi Masalah Belajar Berdasarkan Semangat Nabi Kongzi

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja studi kasus
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua situasi persoalan murid zaman sekarang berikut:
  2. Kasus 1: Dedi merasa malu bertanya kepada guru atau teman saat belum memahami rumus matematika karena takut dianggap bodoh.
  3. Kasus 2: Mei-Mei cepat bosan dan mudah menyerah ketika menghadapi tugas menghafal atau membaca teks yang panjang.
  4. Tafsirkan nasihat/makna semangat belajar Nabi Kongzi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan pada masing-masing kasus.
  5. Tuliskan hasil penafsiranmu pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan prinsip kerendahan hati dalam semangat belajar Nabi Kongzi, apa tafsiran jalan keluar yang tepat untuk masalah Dedi?

2. Berdasarkan prinsip ketekunan dalam semangat belajar Nabi Kongzi, apa tafsiran jalan keluar yang tepat untuk masalah Mei-Mei?

Tuliskan hasil interpretasi solusi masing-masing kasus pada kotak refleksi analisis yang tersedia (masing-masing 2-4 kalimat).

REFLEKSI

1. Dari kisah keteladanan Nabi Kongzi hari ini, makna semangat belajar apa yang paling menyentuh dan ingin kamu terapkan dalam kehidupan belajarmu?

2. Ketika kamu menemukan kesulitan dalam belajar, bagaimana semangat ketekunan dan kerendahan hati Nabi Kongzi dapat membantumu menghadapinya?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.