LKPDPertemuan 5Bab 6Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3: Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesetiaan Zi Gong Mendampingi Nabi Kongzi dan Prinsip Tepa Salira

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesetiaan Zi Gong Mendampingi Nabi Kongzi dan Prinsip Tepa Salira".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3: Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesetiaan Zi Gong Mendampingi Nabi Kongzi dan Prinsip Tepa Salira

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 6 Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesetiaan Zi Gong Mendampingi Nabi Kongzi dan Prinsip Tepa Salira

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenginterpretasikan Sikap Teladan Kesetiaan Zi Gong Mendampingi Nabi Kongzi dan Prinsip Tepa Salira
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan sikap teladan dari murid-murid Nabi Kongzi tentang kesetiaan Zi Gong

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai belajar dengan hati yang hening dan penuh rasa hormat.
  • Bacalah ringkasan kisah dan petunjuk pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjasamalah dengan teman kelompok saat berdiskusi, dan tuliskan pendapatmu dengan jujur serta rapi.
  • Jika ada hal yang belum dipahami, tanyakan kepada bapak/ibu guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Makna Kesetiaan Zi Gong dari Kisah Teladan

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis (pensil/pulpen)
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah cuplikan kisah keteladanan Zi Gong berikut ini:
  2. Zi Gong adalah salah satu murid Nabi Kongzi. Ia seorang pedagang yang pandai, namun tetap tekun belajar dan rendah hati. Saat Nabi Kongzi sakit, Zi Gong dengan setia datang dan rajin menjenguk untuk merawat beliau. Ketika Nabi Kongzi wafat, para murid lainnya berkabung selama 3 tahun, namun Zi Gong memilih berkabung selama 6 tahun di dekat makam Nabi karena rasa hormat dan baktinya yang mendalam. Selain itu, Zi Gong selalu memegang pedoman Tepa Salira ('Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain') dan sungguh-sungguh melaksanakan seluruh ajaran Nabi Kongzi dalam tugas dan kehidupannya.
  3. Diskusikan makna kesetiaan Zi Gong bersama teman sebangkumu.
  4. Jawablah pertanyaan penafsiran pada ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan kisah di atas, mengapa tindakan Zi Gong yang rajin menjenguk Nabi Kongzi saat sakit dan berkabung selama 6 tahun diartikan sebagai wujud kesetiaan yang sejati?

2. Apakah kesetiaan Zi Gong kepada Nabi Kongzi hanya berarti selalu berada di dekat Nabi secara fisik? Jelaskan makna kesetiaan Zi Gong yang lebih mendalam menurut pemahamanmu!

Tuliskan jawaban berupa uraian kalimat lengkap pada 4 baris bergaris yang disediakan di lembar kerja untuk masing-masing nomor soal.

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Bukti Sikap Setia Zi Gong

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Penggaris

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati 4 pernyataan sikap pada tabel di bawah.
  2. Tentukan apakah peristiwa tersebut 'Mencerminkan Kesetiaan Zi Gong' atau 'Bukan Mencerminkan Kesetiaan Zi Gong'.
  3. Berikan tafsiran/alasanmu mengapa tindakan tersebut menunjukkan atau tidak menunjukkan kesetiaan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel analisis bukti sikap teladan kesetiaan Zi Gong berikut:

  1. Zi Gong mendampingi dan merawat Nabi Kongzi saat beliau sakit.
  2. Zi Gong hanya mengingat ajaran Nabi Kongzi ketika berada di dalam kelas saja.
  3. Zi Gong memilih masa berkabung 6 tahun di makam Nabi Kongzi sebagai rasa duka dan hormat.
  4. Zi Gong mempraktikkan prinsip Tepa Salira dalam perkataan dan perbuatannya saat menjabat.
Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 4 baris dengan 3 kolom: [Kolom 1: Peristiwa], [Kolom 2: Kategori (Mencerminkan / Bukan Mencerminkan)], [Kolom 3: Tafsiran / Alasan Makna Kesetiaan].

Kegiatan 3: Menelaah Makna Kesetiaan dalam Situasi Sehari-hari

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua studi kasus tentang pertemanan dan sikap belajar di sekolah.
  2. Interpretasikan mana sikap yang meneladani kesetiaan Zi Gong dan berikan alasannya.

Pertanyaan:

1. Kasus 1: Didi berjanji akan menemani Budi belajar bersama sepulang sekolah. Namun, teman lain mengajaknya bermain permainan video yang seru. Jika Didi ingin meneladani sikap kesetiaan Zi Gong kepada gurunya, keputusan apa yang seharusnya Didi ambil? Apa arti kesetiaan dalam situasi ini?

2. Kasus 2: Guru selalu mengajarkan agar murid bersikap Tepa Salira (tidak melakukan hal yang kita benci kepada orang lain). Saat melihat temannya diejek oleh kelompok lain, Mei Mei memilih menegur temannya dan membela yang diejek, bukan ikut mengejek. Bagaimana kamu menginterpretasikan sikap Mei Mei dikaitkan dengan teladan kesetiaan Zi Gong?

Tuliskan hasil telaah dan simpulan kelompok pada kotak reflektif berbingkai yang disediakan di lembar aktivitas.

REFLEKSI

1. Sikap teladan apa dari kesetiaan Zi Gong yang paling menyentuh hatimu hari ini?

2. Setelah memahami kesetiaan Zi Gong, perbuatan baik apa yang ingin kamu lakukan untuk menunjukkan kesetiaan kepada guru dan orang tuamu?

3. Bagaimana perasaanmu saat berhasil menepati janji dan memperlakukan teman dengan prinsip Tepa Salira?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.