LKPDPertemuan 3Bab 6Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3: Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesederhanaan Hidup dan Rasa Syukur Yan Hui

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesederhanaan Hidup dan Rasa Syukur Yan Hui".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3: Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesederhanaan Hidup dan Rasa Syukur Yan Hui

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 6 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menginterpretasikan Sikap Teladan Kesederhanaan Hidup dan Rasa Syukur Yan Hui

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenginterpretasikan Sikap Teladan Kesederhanaan Hidup dan Rasa Syukur Yan Hui
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan sikap teladan dari murid-murid Nabi Kongzi tentang kesederhanaan Yan Hui

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai belajar dengan mengucapkan 'Kehadirat Tian Yang Maha Esa, Shan Zai'.
  • Bacalah kutipan kisah dan sabda Nabi Kongzi tentang Yan Hui dengan teliti dan penuh kesadaran.
  • Bekerjasamalah dengan teman kelompokmu secara riang dan saling menghargai.
  • Tuliskan hasil penafsiran dan pemikiranmu pada kolom yang sudah disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Keadaan dan Benda Sederhana Milik Yan Hui

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kutipan Kitab Lunyu VI:11
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas 3
  • Alat tulis/pensil warna

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan sabda Nabi Kongzi (Kitab Lunyu VI:11): 'Dengan hanya sebakul nasi kasar, segayung air, diam di kampung buruk yang bagi orang lain sudah tidak tahan; tetapi Hui tidak berubah kegembiraannya. Sungguh bijaksana Hui.'
  2. Amati 3 benda/keadaan hidup Yan Hui: (1) Sebakul nasi kasar, (2) Segayung air minum dalam gayung kayu lusuh, (3) Rumah di kampung buruk/sempit.
  3. Diskusikan makna sikap batin Yan Hui di balik benda-benda sederhana tersebut pada tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan sabda Nabi Kongzi dalam Kitab Lunyu VI:11, apa makna dari pilihan Yan Hui yang tetap merasa gembira walaupun hanya makan sebakul nasi kasar dan minum segayung air?

2. Isilah tabel penafsiran terhadap 3 kondisi hidup Yan Hui berikut untuk memaknai sikap luhurnya:

Ruang tabel jawaban

Tabel 2 kolom: Kolom 1 memuat 'Kondisi/Benda Yan Hui' (1. Sebakul nasi bambu, 2. Gayung kayu air, 3. Rumah di gang sempit), Kolom 2 memuat 'Makna Sikap Teladan Yan Hui'. Disediakan pula 4 baris bergaris untuk uraian pertanyaan nomor 1.

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Alasan Kegembiraan Hati Yan Hui

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Teks kisah teladan Yan Hui
  • Buku catatan dan pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bekerjalah berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Renungkan perbedaan pandangan orang biasa dengan pandangan Yan Hui mengenai kebahagiaan.
  3. Tuliskan penafsiranmu dengan kalimat yang runtut dan jelas pada ruang jawaban.

Pertanyaan:

1. Orang lain tidak tahan hidup dalam kemiskinan di kampung buruk, tetapi mengapa Yan Hui tidak berubah kegembiraannya? Jelaskan arti kegembiraan sejati menurut teladan Yan Hui!

2. Banyak murid Nabi Kongzi yang menjadi pejabat tinggi dan hidup makmur, namun Yan Hui tetap memilih hidup sederhana bersama Nabi Kongzi. Bagaimana kamu menginterpretasikan pilihan hidup Yan Hui tersebut?

Disediakan masing-masing 5 baris bergaris untuk pertanyaan nomor 1 dan pertanyaan nomor 2.

Kegiatan 3: Menafsirkan Makna Teladan Yan Hui dalam Peristiwa Keseharian

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar narasi studi kasus Cerita A dan B
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dua cerita peristiwa anak-anak masa kini yang disajikan di bawah ini.
  2. Tafsirkanlah apakah sikap tokoh dalam cerita mencerminkan teladan kesederhanaan dan rasa syukur Yan Hui atau tidak, serta berikan alasan tafsiranmu.
  3. Lanjutkan dengan mengisi bagian refleksi bersama guru di akhir sesi.

Pertanyaan:

1. Cerita A: Weiwei membawa bekal nasi dan tempe sederhana ke sekolah. Temannya membawa bekal makanan cepat saji yang mahal. Weiwei tetap memakan bekalnya dengan gembira dan menghabiskan makanannya tanpa mengeluh kepada ibunya. Bagaimana interpretasimu terhadap sikap Weiwei jika dikaitkan dengan teladan Yan Hui?

2. Cerita B: Rongxin menangis dan merajuk karena tas sekolahnya tidak diganti dengan tas bermerek seperti milik kawannya, padahal tas lamanya masih sangat kuat dan rapi. Apakah sikap Rongxin mencerminkan teladan kesederhanaan Yan Hui? Jelaskan makna perubahan sikap apa yang semestinya diambil Rongxin seturut teladan Yan Hui!

Disediakan kotak analisis untuk Cerita A (6 baris bergaris) dan kotak analisis untuk Cerita B (6 baris bergaris).

REFLEKSI

1. Dari kisah Yan Hui yang hanya memiliki sebakul nasi dan segayung air, makna kesederhanaan apa yang paling menyentuh hatimu?

2. Apa hal yang paling kamu syukuri hari ini di sekolah atau di rumah tanpa perlu membandingkannya dengan milik orang lain?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.