LKPDPertemuan 2Bab 4Fase BSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3: Menginterpretasikan Tiga Kesukaan yang Membawa Celaka dalam Kehidupan Sehari-hari

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menginterpretasikan Tiga Kesukaan yang Membawa Celaka dalam Kehidupan Sehari-hari".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti Kelas 3: Menginterpretasikan Tiga Kesukaan yang Membawa Celaka dalam Kehidupan Sehari-hari

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menginterpretasikan Tiga Kesukaan yang Membawa Celaka dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenginterpretasikan Tiga Kesukaan yang Membawa Celaka dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menginterpretasikan tiga kesukaan yang membawa celaka dalam kehidupan sehari-hari

PETUNJUK UMUM

  • Awali kegiatan belajarmu dengan doa pembuka atau duduk tenang (Jingzuo).
  • Bacalah setiap cerita dan petunjuk kegiatan dengan cermat.
  • Bekerjasamalah dengan tertib saat berdiskusi bersama teman.
  • Tanyakan kepada guru jika ada kalimat atau petunjuk yang belum kamu pahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menemukan Tiga Kesukaan yang Membawa Celaka pada Perilaku Sehari-hari

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Khonghucu Kelas 3
  • Pensil dan penghapus

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah sabda Nabi Kongzi dari Kitab Lunyu XVI:5 tentang tiga kesukaan yang membawa celaka: 1) Suka akan kesombongan dan kemewahan, 2) Suka bermalas-malasan dan berkeliaran, 3) Suka berpesta pora yang tiada artinya.
  2. Baca tiga kutipan cerita singkat tentang perilaku anak dalam kehidupan sehari-hari berikut:
  3. Cerita A: Didi suka memamerkan barang-barangnya yang mahal kepada teman-teman dan suka memandang rendah teman yang barangnya sederhana.
  4. Cerita B: Weiliang menghabiskan uang tabungannya hanya untuk menyewa tempat bermain game dan mentraktir teman-temannya makan mewah berlebihan tanpa tujuan yang baik.
  5. Cerita C: Meihua seharian hanya berbaring di kasur, bermain gawai hingga larut malam, menolak membantu orang tua, dan keluyuran bermain tanpa ingat waktu belajar.
  6. Pasangkan setiap cerita tersebut dengan jenis kesukaan yang membawa celaka yang tepat pada tabel.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan sabda Nabi Kongzi, pasangkan Cerita A, B, dan C ke dalam kolom jenis kesukaan yang membawa celaka yang tepat pada tabel.

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris dan 2 kolom. Kolom 1: Kode Cerita (Cerita A, Cerita B, Cerita C). Kolom 2: Jenis Kesukaan yang Membawa Celaka (Pilihan: Suka akan kesombongan dan kemewahan / Suka bermalas-malasan dan berkeliaran / Suka berpesta pora yang tiada artinya).

Kegiatan 2: Menginterpretasikan Makna dan Akibat Buruk Perilaku Celaka

Estimasi: 40 menit

Alat & Bahan:

  • Alat tulis
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Duduklah berpasangan dengan teman sebangkumu.
  2. Diskusikan makna dan akibat yang timbul dalam kehidupan sehari-hari dari masing-masing kesukaan yang membawa celaka.
  3. Jawablah pertanyaan telaah berikut berdasarkan pemahamanmu tentang ajaran Kitab Lunyu.

Pertanyaan:

1. Mengapa sikap suka menyombongkan barang mewah kepada teman dapat membawa celaka atau kerugian bagi diri sendiri dalam pergaulan sehari-hari?

2. Mengapa kebiasaan bermalas-malasan dan berkeliaran tanpa mengingat waktu dapat membawa celaka bagi seorang murid?

3. Mengapa berpesta pora yang tiada artinya dan menghamburkan uang untuk kesenangan sesaat dikatakan membawa celaka dalam ajaran Khonghucu?

Ruang baris bergaris untuk menuliskan 2-3 kalimat penjelasan pada masing-masing nomor soal (Nomor 1, 2, dan 3).

Kegiatan 3: Mengubah Perilaku Membawa Celaka Menjadi Perilaku Benar

Estimasi: 35 menit

Alat & Bahan:

  • Pensil
  • Buku tulis murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati situasi sehari-hari yang memuat kesukaan membawa celaka pada tabel.
  2. Interpretasikan tindakan perbaikan atau kebiasaan baik yang seharusnya dilakukan untuk menggantikan kesukaan buruk tersebut agar terhindar dari celaka.
  3. Kerjakan secara mandiri lalu selesaikan bagian refleksi bersama guru.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel interpretasi perbaikan perilaku berikut: Situasi 1: Sering menolak belajar dan memilih bermain game hingga larut malam. Tindakan perbaikan yang tepat adalah? Situasi 2: Membeli mainan mahal hanya untuk dipamerkan dan diejekkan kepada teman. Tindakan perbaikan yang tepat adalah? Situasi 3: Memaksa orang tua merayakan ulang tahun secara mewah dan berfoya-foya. Tindakan perbaikan yang tepat adalah?

Ruang tabel jawaban

Tabel 3 baris dan 3 kolom. Kolom 1: Situasi Kesukaan Membawa Celaka. Kolom 2: Jenis Kesukaan Celaka. Kolom 3: Tindakan Pengganti/Perbaikan yang Benar.

REFLEKSI

1. Dari ketiga kesukaan yang membawa celaka, kebiasaan buruk mana yang masih kadang-kadang kamu lakukan di rumah atau di sekolah?

2. Bagaimana perasaanmu setelah memahami bahwa kebiasaan bermalas-malasan, sombong, atau berfoya-foya dapat membawa celaka bagi dirimu sendiri?

3. Apa satu langkah nyata yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk menghindari kesukaan yang membawa celaka tersebut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.