LKPDPertemuan 4Bab 7Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Merumuskan Bentuk Pendampingan Doa Berlandaskan Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Merumuskan Bentuk Pendampingan Doa Berlandaskan Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Merumuskan Bentuk Pendampingan Doa Berlandaskan Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 7 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Merumuskan Bentuk Pendampingan Doa Berlandaskan Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMerumuskan Bentuk Pendampingan Doa Berlandaskan Ajaran Sakramen Pengurapan Orang Sakit
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Merumuskan bentuk pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berlandaskan ajaran sakramen pengurapan orang sakit

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sejenak sebelum memulai pengerjaan LKPD agar Roh Kudus menerangi akal budi dan hatimu.
  • Bacalah penggalan Kitab Suci dan petunjuk setiap kegiatan dengan teliti.
  • Kerjakan secara mandiri atau berdiskusi dengan teman kelompok sesuai arahan guru.
  • Tuliskan rumusan jawabanmu dengan jelas dan rapi pada format ruang jawaban yang disediakan.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Dasar Ajaran Gereja tentang Pendampingan Orang Sakit

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Alkitab / Teks Yakobus 5:14-15
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah kutipan Surat Yakobus 5:14-15 berikut: 'Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.'
  2. Cermati tindakan, pelayan, simbol, dan rahmat/buah rohani yang disebutkan dalam teks tersebut.
  3. Rumuskan unsur-unsur dasar pendampingan Gereja bagi orang sakit dengan melengkapi tabel yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan Yakobus 5:14-15, rumuskan 4 unsur pokok pendampingan Gereja dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit: (a) Siapa yang dipanggil untuk mendampingi, (b) Tindakan doa yang dilakukan, (c) Simbol sakramental yang digunakan, dan (d) Rahmat/buah rohani yang diterima orang sakit!

Ruang tabel jawaban

Tabel 4 baris: Baris 1 memuat 'Pihak yang Melayani', Baris 2 memuat 'Tindakan Doa Pendampingan', Baris 3 memuat 'Simbol Pokok', Baris 4 memuat 'Rahmat/Buah Rohani bagi Si Sakit'.

Kegiatan 2: Merumuskan Bentuk Pendampingan Gereja Berdasarkan Unsur Sakramen

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII
  • Kertas plano/lembar kerja kelompok
  • Spidol

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersama teman sekelompok (3-4 orang), diskusikan bagaimana bentuk nyata pendampingan Gereja dapat diwujudkan dalam kehidupan jemaat bagi anggota yang sedang menderita sakit.
  2. Kaitkan bentuk pendampingan tersebut secara langsung dengan 3 unsur ajaran sakramen pengurapan orang sakit: tindakan penumpangan tangan/hadir menemani, doa bersama komunitas, dan penerimaan berkat pengurapan minyak.
  3. Tuliskan rumusan bentuk pendampingan Gereja tersebut secara terstruktur pada bagan klasifikasi.

Pertanyaan:

1. Rumuskan 3 bentuk konkret pendampingan Gereja bagi sesama yang sakit berat, masing-masing berlandaskan pada:

  1. Makna penumpangan tangan sebagai tanda penghiburan dan perlindungan,
  2. Doa jemaat yang beriman, dan
  3. Makna pengurapan minyak sebagai kekuatan menghadapi penderitaan!

Format uraian terstruktur 3 butir berlabel: 1. Bentuk Pendampingan Berlandaskan Penumpangan Tangan; 2. Bentuk Pendampingan Berlandaskan Doa Komunitas; 3. Bentuk Pendampingan Berlandaskan Pengurapan Minyak Suci.

Kegiatan 3: Merumuskan Teks Doa Pendampingan Berlandaskan Rahmat Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja murid
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Secara mandiri, susunlah sebuah rumusan doa pendampingan tertulis untuk mendoakan sesama/teman/keluarga yang sedang menderita sakit.
  2. Rumusan doa wajib memuat 4 pokok ajaran sakramen penyembuhan: pujian dan syukur atas penyertaan Allah, permohonan kekuatan/ketabahan batin, permohonan pengampunan dosa/damai sejahtera, dan penyerahan diri pada kehendak Kristus.
  3. Selesaikan pengerjaan dan ikuti refleksi penutup pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Rumuskanlah satu teks doa pendampingan bagi sesama yang sakit (panjang 2-3 paragraf) yang secara eksplisit mencerminkan buah-buah Sakramen Pengurapan Orang Sakit (kekuatan batin, penghiburan, pengampunan dosa, dan ketenangan jiwa)!

Kotak uraian doa berbingkai (panjang minimal 2 paragraf) dengan judul doa dan nama pembuat rumusan doa.

REFLEKSI

1. Makna baru apa yang saya pahami tentang peran Gereja dalam mendampingi orang yang sakit melalui Sakramen Pengurapan Orang Sakit?

2. Bagaimana rumusan doa dan pemahaman sakramen ini membantu saya bersikap lebih peduli ketika ada teman atau anggota keluarga yang jatuh sakit?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.