LKPDPertemuan 4Bab 6Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menganalisis Penghayatan Sakramen Inisiasi Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Jemaat

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Menganalisis Penghayatan Sakramen Inisiasi Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Jemaat".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menganalisis Penghayatan Sakramen Inisiasi Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Jemaat

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 6 Pertemuan 4

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menganalisis Penghayatan Sakramen Inisiasi Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Jemaat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenganalisis Penghayatan Sakramen Inisiasi Ekaristi sebagai Sumber dan Puncak Hidup Jemaat
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menganalisis penghayatan sakramen inisiasi ekaristi sebagai sumber dan puncak hidup jemaat

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sejenak sebelum memulai pengerjaan lembar kerja ini.
  • Bacalah teks rujukan ajaran Gereja dan teks Kitab Suci yang disajikan dengan saksama.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berkelompok sesuai arahan guru.
  • Fokuskan analisis kalian pada keterkaitan Ekaristi sebagai 'sumber' (dasar kekuatan) dan 'puncak' (pengudusan tertinggi serta persembahan diri) dalam hidup beriman jemaat sehari-hari.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menganalisis Makna Ekaristi: Sumber dan Puncak Hidup Kristiani

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik SMP Kelas VIII
  • Alat tulis
  • Kutipan teks Lumen Gentium art. 11

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan kutipan ajaran Gereja (Lumen Gentium art. 11) berikut: 'Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh hidup kristiani. Di dalam Ekaristi mahakudus terkandung seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri, Anak Domba Paskah kita.'
  2. Pahami istilah 'sumber' (dari mana kekuatan hidup beriman berasal) dan 'puncak' (kepada apa seluruh karya pelayanan dan persembahan hidup jemaat terarah).
  3. Jawablah pertanyaan analisis pada format ruang jawaban yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan ajaran Gereja (LG art. 11), analisislah mengapa Sakramen Ekaristi ditempatkan sebagai 'sumber' bagi kehidupan jemaat beriman!

2. Analisislah pula mengapa Sakramen Ekaristi disebut sebagai 'puncak' seluruh hidup dan pelayanan jemaat!

Tuliskan jawaban analisis berupa uraian terstruktur (2-3 kalimat logis) pada kolom bergaris yang disediakan di lembar kerja.

Kegiatan 2: Menganalisis Dimensi Ekaristi dalam Dinamika Hidup Jemaat

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja tabel analisis
  • Buku Catatan
  • Pena

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Cermati 3 dimensi pokok Ekaristi: 1) Syukuran dan Pujian kepada Bapa, 2) Kenangan (Memorial) akan Kurban Kristus, 3) Kehadiran Nyata Kristus dalam Rupa Roti dan Anggur.
  2. Analisislah bagaimana masing-masing dimensi tersebut menjiwai dan mewujud dalam penghayatan hidup jemaat melalui tabel analisis di bawah ini.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah analisis hubungan antara 3 dimensi Sakramen Ekaristi dengan bentuk konkret penghayatannya dalam kehidupan jemaat pada tabel yang tersedia!

Ruang tabel jawaban

Isilah tabel 3 baris berikut:
- Baris 1: [Dimensi: Syukuran dan Pujian kepada Bapa] -> [Analisis Wujud Penghayatan Jemaat]
- Baris 2: [Dimensi: Kenangan Kurban Kristus] -> [Analisis Wujud Penghayatan Jemaat]
- Baris 3: [Dimensi: Kehadiran Nyata Kristus] -> [Analisis Wujud Penghayatan Jemaat]

Kegiatan 3: Studi Kasus: Analisis Penghayatan Ekaristi sebagai Perutusan Konkret Jemaat

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Teks studi kasus
  • Kertas kerja kelompok

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi studi kasus singkat berikut: 'Seorang remaja Katolik rajin menyambut Komuni Kudus setiap hari Minggu, namun di lingkungan sekolah ia sering bersikap acuh tak acuh terhadap teman yang dikucilkan dan enggan berbagi.'
  2. Diskusikan dan analisislah kesenjangan antara makna Ekaristi yang dirayakan di altar dengan penghayatan hidup nyata remaja tersebut.
  3. Rumuskan simpulan analisis kelompok mengenai bagaimana seharusnya penghayatan Ekaristi bermuara pada tindakan perutusan (Ite Missa Est) dalam hidup bermasyarakat.

Pertanyaan:

1. Analisislah kesenjangan yang terjadi pada studi kasus tersebut: mengapa sikap remaja itu belum mencerminkan penghayatan Ekaristi secara utuh?

2. Analisislah kaitan antara seruan perutusan akhir misa ('Pergilah, kamu diutus') dengan peran jemaat sebagai saksi Ekaristi di tengah pergaulan sehari-hari!

Tuliskan hasil diskusi analisis studi kasus dalam format paragraf analitis (minimal 4-5 baris per nomor) di lembar jawaban kelompok.

REFLEKSI

1. Apakah selama ini aku sudah menyadari bahwa Ekaristi yang kurayakan memberi kekuatan rohani (sumber) bagi sikap dan perbuatanku setiap hari?

2. Apa satu hal nyata yang perlu kuperbaiki dalam sikap hidupku agar perayaan Ekaristi sungguh berpuncak pada perbuatan kasih kepada sesama?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.