LKPDPertemuan 1Bab 6Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Mengidentifikasi Makna dan Hakikat Tiga Sakramen Inisiasi dalam Kehidupan Gereja

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Mengidentifikasi Makna dan Hakikat Tiga Sakramen Inisiasi dalam Kehidupan Gereja".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Mengidentifikasi Makna dan Hakikat Tiga Sakramen Inisiasi dalam Kehidupan Gereja

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 6 Pertemuan 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengidentifikasi Makna dan Hakikat Tiga Sakramen Inisiasi dalam Kehidupan Gereja

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengidentifikasi Makna dan Hakikat Tiga Sakramen Inisiasi dalam Kehidupan Gereja
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi makna sakramen-sakramen inisiasi dalam kehidupan Gereja

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sejenak sebelum memulai kegiatan pembelajaran.
  • Bacalah ringkasan materi dan petunjuk pengerjaan pada setiap kegiatan dengan cermat.
  • Kerjakan tugas secara mandiri maupun berpasangan sesuai instruksi guru.
  • Gunakan buku teks Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII Bab 6 sebagai sumber referensi pendukung.
  • Tanyakan kepada guru apabila terdapat instruksi atau istilah yang belum dipahami.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Eksplorasi Konsep: Hakikat Tiga Sakramen Inisiasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Teks Siswa Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII
  • Alat tulis/pulpen

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah ringkasan pengantar: 'Inisiasi berasal dari kata bahasa Latin inire yang berarti masuk ke dalam atau mengawali. Dalam Gereja Katolik, terdapat tiga sakramen inisiasi yang mendasari dan memasukkan seseorang secara penuh ke dalam persekutuan umat beriman, yaitu Baptis, Penguatan (Krisma), dan Ekaristi.'
  2. Identifikasi makna hakiki dari masing-masing ketiga sakramen tersebut berdasarkan peran dasarnya dalam kehidupan beriman Gereja.
  3. Tuliskan hasil identifikasi makna tersebut ke dalam format tabel yang tersedia.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel identifikasi makna dasar dari 3 Sakramen Inisiasi dalam kehidupan Gereja Katolik (Sakramen Baptis, Sakramen Penguatan/Krisma, dan Sakramen Ekaristi).

Ruang tabel jawaban

Format tabel 3 kolom pada lembar kerja: Kolom 1 memuat 'Nama Sakramen Inisiasi' (Baptis, Penguatan, Ekaristi), Kolom 2 memuat 'Peran dalam Kehidupan Beriman', dan Kolom 3 memuat 'Makna Sakramen bagi Anggota Gereja'.

Kegiatan 2: Analisis Makna: Ciri dan Keterkaitan Tiga Sakramen Inisiasi

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Bab 6
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Diskusikan bersama teman sebangkumu mengenai keterikatan erat antara Sakramen Baptis, Penguatan, dan Ekaristi.
  2. Identifikasi makna pernyataan teologis Gereja bahwa Sakramen Inisiasi merupakan satu kesatuan proses penanaman dan pertumbuhan iman.
  3. Jawablah pertanyaan analisis identifikasi makna di bawah ini secara ringkas dan tepat.

Pertanyaan:

1. Gereja Katolik mengajarkan bahwa Sakramen Baptis disebut sebagai 'pintu gerbang sakramen-sakramen'. Berdasarkan hal tersebut, identifikasilah makna posisi Sakramen Baptis bagi penerimaan sakramen-sakramen lainnya dalam kehidupan Gereja!

2. Identifikasilah 2 makna utama mengapa Sakramen Ekaristi disebut sebagai 'sumber dan puncak' dari seluruh sakramen inisiasi dan hidup beriman Gereja!

3. Identifikasilah makna penerimaan Roh Kudus dalam Sakramen Penguatan (Krisma) dalam kaitannya dengan tanggung jawab perutusan seorang anggota Gereja di tengah masyarakat!

Kolom bergaris 3–4 baris untuk masing-masing nomor soal pada lembar kerja murid.

Kegiatan 3: Klasifikasi Makna Kasus: Tanda dan Realitas Sakramen Inisiasi

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar Kerja Murid
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 3 kutipan situasi penghayatan iman di bawah ini.
  2. Identifikasilah sakramen inisiasi yang dimaksud pada setiap situasi beserta identifikasi maknanya yang tepat bagi persekutuan jemaat (Gereja).
  3. Kegiatan ini diakhiri dengan pengisian lembar refleksi pribadi dan penutupan kelas.

Pertanyaan:

1. Situasi A: 'Seorang katekumen dewasa dituangi air tiga kali dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus, lalu mengenakan kain putih dan menerima lilin bernyala.' Identifikasilah nama sakramen dan maknanya bagi kehidupan jemaat!

2. Situasi B: 'Seorang remaja Katolik diurapi minyak krisma pada dahinya oleh Uskup dengan penumpangan tangan dan kata-kata: Terimalah tanda karunia Roh Kudus.' Identifikasilah nama sakramen dan maknanya bagi kehidupan jemaat!

3. Situasi C: 'Umat beriman bersama-sama menyambut hosti kudus yang telah dikonsekrasi dalam misa kudus sebagai tanda komuni kudus.' Identifikasilah nama sakramen dan maknanya bagi kehidupan jemaat!

Format tabel 3 baris berisi kolom: Situasi, Nama Sakramen Inisiasi, dan Identifikasi Maknanya bagi Gereja.

REFLEKSI

1. Dari ketiga sakramen inisiasi yang telah dipelajari maknanya, sakramen mana yang maknanya paling menyadarkanmu tentang peranmu sebagai anggota Gereja saat ini? Mengapa?

2. Bagaimana pemahaman tentang makna sakramen inisiasi ini membantumu menghargai status dan identitasmu sebagai orang beriman Katolik dalam hidup sehari-hari?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.