LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menganalisis Keterlibatan Jemaat dalam Karya Pelayanan Diakonia dan Kesaksian Hidup (Martyria)
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Menganalisis Keterlibatan Jemaat dalam Karya Pelayanan Diakonia dan Kesaksian Hidup (Martyria)".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menganalisis Keterlibatan Jemaat dalam Karya Pelayanan Diakonia dan Kesaksian Hidup (Martyria)
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8
Bab 5 Pertemuan 4
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D) Topik: Menganalisis Keterlibatan Jemaat dalam Karya Pelayanan Diakonia dan Kesaksian Hidup (Martyria) INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Kegiatan 1: Mengidentifikasi dan Membedakan Bidang Karya Pelayanan Liturgia, Diakonia, dan MartyriaEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Kelompokkan ke-6 kegiatan jemaat di atas ke dalam tabel analisis dengan mencantumkan nomor kegiatan, nama kegiatan, bidang karya (Liturgia/Diakonia/Martyria), serta alasan pemilihannya berdasarkan ciri khas karya tersebut! Ruang tabel jawaban Tabel 4 kolom: Kolom 1 (No Kegiatan), Kolom 2 (Bentuk Kegiatan Keterlibatan Jemaat), Kolom 3 (Bidang Karya: Liturgia/Diakonia/Martyria), Kolom 4 (Alasan Analisis: Ciri Pokok Bidang Tersebut). Isikan lengkap untuk keenam kegiatan. Kegiatan 2: Kegiatan 2: Analisis Kritis Keterlibatan Jemaat Remaja dalam Karya Pelayanan GerejaEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Berdasarkan narasi kasus di atas, analisislah 2 faktor penyebab mengapa jemaat remaja cenderung lebih aktif dalam karya Liturgia dibandingkan Diakonia dan Martyria! 2. Analisislah dampak yang terjadi bagi kehidupan persekutuan Gereja apabila jemaat hanya rajin beribadat (Liturgia), tetapi mengabaikan pelayanan sosial (Diakonia) dan kesaksian moral hidup sehari-hari (Martyria)! 3. Rumuskan 3 bentuk analisis tindakan konkret yang dapat dilakukan oleh jemaat remaja Katolik agar keterlibatan dalam Liturgia, Diakonia, dan Martyria dapat berjalan seimbang dalam kehidupan sehari-hari! Format uraian berstruktur: Jawaban nomor 1 (uraian 2 faktor penyebab), Jawaban nomor 2 (analisis dampak minimal 2 poin dampak kritis), Jawaban nomor 3 (tiga usulan aksi yang masing-masing mewakili Liturgia, Diakonia, dan Martyria). Kegiatan 3: Kegiatan 3: Sintesis Analisis Komparasi Karya Pelayanan Jemaat Perdana dan Masa KiniEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Isilah tabel sintesis analisis komparasi mengenai praktik Liturgia, Diakonia, dan Martyria antara Jemaat Perdana dan Jemaat Paroki Masa Kini beserta tantangan keterlibatan jemaatnya! Tabel 4 kolom: Kolom 1 (Bidang Pelayanan: Liturgia, Diakonia, Martyria), Kolom 2 (Praktik Jemaat Perdana), Kolom 3 (Praktik Jemaat Masa Kini), Kolom 4 (Analisis Tantangan Keterlibatan Jemaat Saat Ini). Waktu kegiatan ini sudah mencakup sesi presentasi kelas, refleksi individu, dan penutupan pembelajaran. REFLEKSI1. Dari ketiga karya pelayanan Gereja (Liturgia, Diakonia, Martyria), bidang manakah yang selama ini paling sering kamu ikuti, dan bidang manakah yang keterlibatanmu masih sangat kurang? 2. Mengapa kesaksian hidup sehari-hari (Martyria) dan kepedulian sosial (Diakonia) sama pentingnya dengan keikutsertaan dalam ibadat/misa (Liturgia)? 3. Komitmen nyata apa yang akan kamu lakukan mulai minggu ini untuk terlibat dalam karya Diakonia atau Martyria di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalmu? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.