LKPDPertemuan 2Bab 5Fase DSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Mengidentifikasi Bentuk Karya Pelayanan Pewartaan (Kerygma) dan Persekutuan (Koinonia)

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Mengidentifikasi Bentuk Karya Pelayanan Pewartaan (Kerygma) dan Persekutuan (Koinonia)".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Mengidentifikasi Bentuk Karya Pelayanan Pewartaan (Kerygma) dan Persekutuan (Koinonia)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 5 Pertemuan 2

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Mengidentifikasi Bentuk Karya Pelayanan Pewartaan (Kerygma) dan Persekutuan (Koinonia)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMengidentifikasi Bentuk Karya Pelayanan Pewartaan (Kerygma) dan Persekutuan (Koinonia)
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Mengidentifikasi perwujudan karya pelayanan Gereja dalam bidang pewartaan (Kerygma) dan persekutuan (Koinonia)

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sejenak sebelum memulai pengerjaan lembar kerja ini.
  • Bacalah instruksi pada setiap kegiatan dengan cermat dan teliti.
  • Kerjakan tugas secara mandiri atau berdiskusi dengan teman kelompok sesuai petunjuk kegiatan.
  • Fokuskan perhatian pada identifikasi bentuk-bentuk pelayanan Gereja dalam bidang Pewartaan (Kerygma) dan Persekutuan (Koinonia).

KEGIATAN

Kegiatan 1: Memilah Ciri Kerygma dan Koinonia

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik Kelas VIII
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah daftar pernyataan mengenai bentuk kegiatan hidup Gereja berikut ini.
  2. Identifikasilah setiap pernyataan tersebut: tandai apakah termasuk bidang Kerygma (Pewartaan) atau Koinonia (Persekutuan) dengan menuliskan tanda centang (✓) atau nama bidang yang tepat pada tabel yang disediakan.
  3. Tuliskan ciri utama yang menjadi penanda mengapa kegiatan tersebut digolongkan ke dalam bidang tersebut.

Pertanyaan:

1. Identifikasilah 6 kegiatan Gereja berikut ke dalam bidang Kerygma atau Koinonia beserta penandanya:

  1. Mengikuti pelajaran katekese calon baptis (katekumenat);
  2. Pertemuan rutin perkumpulan Orang Muda Katolik (OMK) lingkungan;
  3. Mendengarkan khotbah/renungan sabda yang dibawakan pastor atau katekis;
  4. Menghadiri latihan bersama kelompok Putra Altar (Misdinar);
  5. Mengikuti pendalaman iman dalam Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN);
  6. Menghadiri acara ramah tamah dan rekreasi bersama anggota Legio Maria.
Ruang tabel jawaban

Tabel 4 kolom: No (1-6), Nama Kegiatan, Bidang Pelayanan (Kerygma/Koinonia), Penanda/Ciri Bentuk Pelayanan.

Kegiatan 2: Mengidentifikasi Kerygma dan Koinonia dalam Cerita Dinamika Paroki

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Teks narasi Dinamika Sepekan di Paroki Santo Petrus
  • Pena/alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah narasi singkat 'Dinamika Sepekan di Paroki Santo Petrus' di bawah ini.
  2. Identifikasilah wujud karya pelayanan Kerygma dan Koinonia yang terdapat dalam teks cerita tersebut.
  3. Masukkan hasil temuanmu ke dalam format pengelompokan yang tersedia bersama rekan sebangkumu.

Pertanyaan:

1. Teks: 'Di Paroki Santo Petrus, suasana sepekan berjalan aktif. Pada hari Selasa, ibu-ibu berkumpul dalam persekutuan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk saling menyapa dan merancang kegiatan kekeluargaan. Hari Rabu sore, anak-anak berkumpul di ruang kelas paroki untuk mengikuti pelajaran agama Katolik bersama Frater. Di hari Jumat malam, bapak-bapak dan ibu-ibu berkumpul di rumah ketua lingkungan untuk sharing pengalaman iman Kitab Suci. Hari Sabtu sore, anggota Misdinar mengadakan temu persaudaraan dan evaluasi tugas bersama kelompok Orang Muda Katolik (OMK).' Dari teks tersebut, sebutkan dan identifikasi: (a) 2 kegiatan yang merupakan perwujudan Kerygma, dan (b) 2 kegiatan yang merupakan perwujudan Koinonia!

Daftar rincian 2 bagian: Bagian A untuk menyebutkan 2 bentuk Kerygma, Bagian B untuk menyebutkan 2 bentuk Koinonia sesuai teks.

Kegiatan 3: Eksplorasi Wujud Kerygma dan Koinonia untuk Remaja SMP

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja
  • Buku catatan murid

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pikirkan lingkungan gereja, paroki, stasi, atau komunitas sekolah tempat kamu berada saat ini.
  2. Identifikasilah bentuk-bentuk nyata karya Kerygma dan Koinonia yang secara khusus dapat diikuti dan diwujudkan oleh remaja seusiamu (kelas 8 SMP).
  3. Setelah melengkapi identifikasi, siapkan diri untuk menyimpulkan dan melakukan refleksi pembelajaran.

Pertanyaan:

1. Tuliskan hasil identifikasimu mengenai 3 contoh perwujudan Kerygma yang dapat diikuti oleh remaja kelas 8, serta 3 contoh perwujudan Koinonia yang dapat diikuti oleh remaja kelas 8 di lingkungan paroki atau sekolah!

Dua kolom isian: Kolom Kiri 'Bentuk Kerygma Remaja' (3 butir) dan Kolom Kanan 'Bentuk Koinonia Remaja' (3 butir).

REFLEKSI

1. Dari bentuk karya Kerygma (Pewartaan) dan Koinonia (Persekutuan) yang sudah kamu identifikasi hari ini, kegiatan mana saja yang sudah pernah kamu ikuti di paroki, lingkungan, atau sekolah?

2. Apa perbedaan utama yang paling kamu rasakan antara kegiatan yang tergolong pewartaan firman (Kerygma) dengan kegiatan yang bertujuan membangun kebersamaan persaudaraan (Koinonia)?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.