LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menganalisis Peran Roh Kudus yang Memberi Kekuatan bagi Para Murid dalam Mewartakan Karya Keselamatan
LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Menganalisis Peran Roh Kudus yang Memberi Kekuatan bagi Para Murid dalam Mewartakan Karya Keselamatan".
MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD
LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menganalisis Peran Roh Kudus yang Memberi Kekuatan bagi Para Murid dalam Mewartakan Karya Keselamatan
Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8
Bab 4 Pertemuan 2
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D) Topik: Menganalisis Peran Roh Kudus yang Memberi Kekuatan bagi Para Murid dalam Mewartakan Karya Keselamatan INFORMASI UMUM
TUJUAN PEMBELAJARAN
PETUNJUK UMUM
KEGIATANKegiatan 1: Analisis Komparasi: Kondisi Para Murid Sebelum dan Sesudah Kepenuhan Roh KudusEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Lengkapilah tabel perbandingan untuk menganalisis perubahan kondisi para murid Yesus: apa keadaan batin mereka, tindakan yang tampak, serta apa peran Roh Kudus yang mendasari transformasi tersebut? Ruang tabel jawaban 2. Berdasarkan tabel perbandingan tersebut, analisislah mengapa para murid yang dulunya penakut mutlak membutuhkan daya kekuatan Roh Kudus untuk dapat mewartakan karya keselamatan Yesus? Format isian tabel 3 baris: Baris 1 memuat 'Keadaan Batin Para Murid', Baris 2 memuat 'Tindakan/Perilaku Nyata', Baris 3 memuat 'Peran Roh Kudus yang Mendasari Transformasi', dengan 2 kolom pembanding ('Sebelum Turunnya Roh Kudus' dan 'Sesudah Turunnya Roh Kudus'). Untuk nomor 2 disediakan ruang uraian terstruktur sepanjang 1 paragraf (4-6 kalimat). Kegiatan 2: Analisis Bentuk Kekuatan Roh Kudus dalam Pewartaan Para MuridEstimasi: 30 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Analisislah 3 bentuk konkret kekuatan yang diberikan Roh Kudus kepada para rasul dalam mewartakan keselamatan Yesus Kristus kepada masyarakat umum dan para penguasa! 2. Ketika menghadapi ancaman Mahkamah Agama agar tidak lagi berbicara tentang Yesus, para rasul berkata: 'Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia' (Kis 5:29). Analisislah bagaimana peran Roh Kudus menopang sikap para murid tersebut dalam konteks pewartaan keselamatan! Format uraian kelompok: Nomor 1 memuat 3 sub-poin terpisah (bentuk kekuatan, uraian cara kerjanya, dampak pewartaannya). Nomor 2 memuat lembar simpulan diskusi berisi analisis keterkaitan ketaatan kepada Allah dengan dorongan Roh Kudus. Kegiatan 3: Analisis Relevansi Peran Penguatan Roh Kudus bagi Murid Yesus di Masa KiniEstimasi: 25 menit Alat & Bahan:
Petunjuk Pengerjaan:
Pertanyaan:1. Pilihlah salah satu kasus di atas (Kasus A atau B). Analisislah: apa hambatan utama yang dihadapi murid Yesus masa kini, dan bagaimana daya Roh Kudus dapat berperan memberi kekuatan untuk mewartakan nilai keselamatan Kristus dalam situasi tersebut? 2. Simpulkanlah peran pokok Roh Kudus sebagai daya hidup bagi setiap murid Kristus dari masa Gereja perdana hingga zaman sekarang dalam mewartakan karya keselamatan! Format analisis studi kasus (terdiri dari identifikasi hambatan dan analisis penguatan Roh Kudus minimal 150 kata) diikuti 1 kotak ringkasan simpulan pokok peran Roh Kudus. REFLEKSI1. Kapan kamu merasa paling membutuhkan kekuatan Roh Kudus untuk berani melakukan kebenaran dan kebaikan dalam pergaulan di sekolah? 2. Bagaimana caramu membuka diri agar kekuatan Roh Kudus senantiasa menuntun perkataan dan tindakanmu setiap hari? |
Lihat & unduh lengkap
Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.
Apa isi pertemuan ini?
Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.
Cara pakai pertemuan ini
Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.