LKPDPertemuan 3Bab 1Fase DSemester 1

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menelaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 8 dengan topik "Menelaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus".

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 8: Menelaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 8

Bab 1 Pertemuan 3

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Menelaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikMenelaah Pewartaan Kerajaan Allah Melalui Perbuatan Yesus
Alokasi Waktu2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)
Tipe Aktivitascampuran
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Menelaah pewartaan kerajaan Allah melalui perbuatan Yesus

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sejenak secara pribadi memohon bimbingan Roh Kudus sebelum memulai pembelajaran.
  • Siapkan Kitab Suci atau teks bacaan perikop yang telah disediakan pada LKPD ini.
  • Bacalah setiap teks Kitab Suci dengan teliti dan cermat.
  • Diskusikan pertanyaan analisis bersama teman kelompokmu secara aktif dan saling menghargai.
  • Tuliskan hasil penelaahan pada kolom dan format ruang jawaban yang tersedia.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menelaah Ragam Bentuk Perbuatan Yesus dalam Mewartakan Kerajaan Allah

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kitab Suci / teks ringkasan perikop Markus 1:40-45, Markus 5:1-20, Markus 4:35-41, Lukas 7:11-17
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah 4 ringkasan perikop perbuatan/mukjizat Yesus berikut: (1) Markus 1:40-45 (Yesus menyembuhkan orang kusta); (2) Markus 5:1-20 (Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa); (3) Markus 4:35-41 (Yesus meredakan angin ribut); (4) Lukas 7:11-17 (Yesus membangkitkan anak muda di Nain).
  2. Telaah setiap peristiwa perbuatan Yesus tersebut ke dalam kategori mukjizat yang sesuai.
  3. Lengkapi tabel telaah perbuatan Yesus berdasarkan 4 perikop yang diberikan.

Pertanyaan:

1. Lengkapilah tabel klasifikasi perbuatan Yesus berikut berdasarkan 4 perikop yang telah dibaca: tentukan nama peristiwa, kategori perbuatan/mukjizat (penyembuhan, pengusiran roh jahat, penaklukan alam, atau membangkitkan orang mati), serta apa yang dialami orang/kondisi sasaran sebelum dan sesudah tindakan Yesus.

Ruang tabel jawaban

Tabel 5 kolom dan 4 baris: Kolom 1 (Perikop), Kolom 2 (Nama Peristiwa), Kolom 3 (Kategori Mukjizat), Kolom 4 (Kondisi Sebelum Tindakan Yesus), Kolom 5 (Kondisi Sesudah Tindakan Yesus).

Kegiatan 2: Menelaah Makna Kerajaan Allah di Balik Perbuatan dan Mukjizat Yesus

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Catatan hasil kerja Kegiatan 1
  • Buku Siswa Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas VIII
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bentuklah kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang.
  2. Telaah secara mendalam alasan, motivasi batin Yesus, serta keterkaitan tindakan Yesus dengan tanda hadirnya Kerajaan Allah.
  3. Jawablah 2 pertanyaan analisis berikut berdasarkan hasil diskusi kelompok.

Pertanyaan:

1. Berdasarkan keempat peristiwa mukjizat pada Kegiatan 1, telaahlah apa yang menjadi dorongan batin Yesus saat melakukan perbuatan-perbuatan mukjizat tersebut bagi orang-orang yang tertindas atau menderita?

2. Telaahlah hubungan antara perbuatan-perbuatan Yesus (menyembuhkan, mengusir roh jahat, meredakan badai, menghidupkan orang mati) dengan kehadiran 'Kerajaan Allah'! Mengapa perbuatan-perbuatan tersebut membuktikan bahwa Kerajaan Allah sedang dirintis dan hadir di tengah manusia?

Kolom jawaban uraian bergaris untuk Pertanyaan 1 (minimal 3 kalimat analisis dorongan batin Yesus) dan Pertanyaan 2 (minimal 4 kalimat analisis hubungan perbuatan Yesus dengan perwujudan Kerajaan Allah).

Kegiatan 3: Menelaah Nilai-Nilai Kerajaan Allah dalam Tindakan Nyata Sehari-hari

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar kerja peserta didik
  • Alat tulis

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Amati tabel studi kasus singkat yang menggambarkan kebutuhan sesama di lingkungan sekitar.
  2. Telaah tindakan konkret apa yang mencerminkan semangat perbuatan Yesus dan jelaskan nilai Kerajaan Allah yang diwartakan melalui tindakan tersebut.
  3. Selesaikan kegiatan ini kemudian lakukan refleksi personal di bagian akhir modul.

Pertanyaan:

1. Telaahlah 3 situasi perjumpaan sehari-hari berikut. Tentukan bentuk perbuatan kasih yang meneladani perbuatan Yesus dan nilailah nilai Kerajaan Allah (kasih, keadilan, damai, pemulihan) yang dihadirkan:
Kasus A: Seorang teman sekelas dijauhi dan diejek karena latar belakang keluarganya yang miskin.
Kasus B: Teman sebangku sedang dilanda keputusasaan mendalam dan menangis karena nilai ujiannya jatuh serta merasa tidak mampu.
Kasus C: Seorang tetangga lansia yang sakit tinggal sendirian dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Ruang tabel jawaban

Tabel analisis studi kasus 3 baris dan 3 kolom: Kolom 1 (Kasus), Kolom 2 (Bentuk Perbuatan Teladan Yesus), Kolom 3 (Nilai Kerajaan Allah yang Dihadirkan).

REFLEKSI

1. Dari sekian banyak perbuatan dan mukjizat yang dilakukan Yesus, perbuatan manakah yang paling menyentuh hatimu, dan mengapa perbuatan itu bermakna bagimu?

2. Ketika melihat teman atau sesama di sekitarmu mengalami kesulitan, apa halangan terbesar dalam dirimu untuk melakukan perbuatan kasih seperti yang Yesus teladankan, dan bagaimana kamu mengatasi halangan tersebut?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.