LKPDPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 5

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pengertian Keadilan Menurut Iman Katolik

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPengertian Keadilan Menurut Iman Katolik
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian keadilan menurut iman Katolik berdasarkan Mazmur 9:7-8 dan ajaran Yesus bahwa Allah menghendaki keadilan.
  2. Murid dapat memberi contoh sikap dan perilaku adil dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

PETUNJUK UMUM

  • Berdoalah sebelum memulai kegiatan sebagai tanda kita membuka hati pada sabda Tuhan.
  • Bacalah setiap petunjuk kegiatan dengan saksama sebelum menjawab.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari nomor 1 sampai 3.
  • Gunakan Kitab Suci atau Alkitab sebagai sumber utama belajar.
  • Bertanyalah kepada guru jika ada petunjuk atau pertanyaan yang kurang jelas.
  • Jawablah dengan jujur dan sesuai dengan pemikiran serta pengalamanmu sendiri.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Menyelami Sabda: Keadilan Allah dalam Mazmur 9:7-8

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Kitab Suci (Alkitab)
  • Pulpen
  • Buku tulis atau lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bukalah Kitab Suci dan temukan Mazmur 9:7-8.
  2. Bacalah ayat tersebut dalam hati dengan saksama, lalu bacakan sekali lagi secara perlahan.
  3. Renungkan: Apa yang ayat ini katakan tentang Allah dan keadilan?
  4. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan bahasamu sendiri.

Pertanyaan:

1. Tuliskan kembali bunyi Mazmur 9:7-8 dengan bahasamu sendiri secara sederhana!

2. Apa yang dimaksud dengan 'keadilan' menurut Mazmur 9:7-8? Jelaskan dengan kata-katamu sendiri!

3. Menurutmu, mengapa Allah disebut sebagai sumber keadilan? Berikan alasanmu!

Tulis jawaban pada kotak yang disediakan. Setiap jawaban ditulis dalam 2-4 kalimat lengkap dan jelas.

Kegiatan 2: Teladan Yesus: Allah Menghendaki Keadilan

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Kitab Suci (Alkitab) - Matius 20:1-16
  • Pulpen
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah dengan saksama kisah singkat berikut ini.
  2. Yesus mengajarkan tentang keadilan melalui perumpamaan tentang orang-orang yang bekerja di kebun anggur (Matius 20:1-16). Dalam kisah itu, tuan kebun memanggil pekerja pada pagi hari, siang hari, dan sore hari. Semua pekerja menerima upah yang sama, yaitu satu dinar.
  3. Diskusikan dengan teman sebangkumu: Apakah tindakan tuan kebun itu adil? Mengapa?
  4. Setelah diskusi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara mandiri.

Pertanyaan:

1. Dalam perumpamaan Matius 20:1-16, tuan kebun memberikan upah yang sama kepada semua pekerja meskipun mereka bekerja dalam waktu yang berbeda. Menurut ajaran Yesus, apa pesan keadilan yang ingin disampaikan dari kisah ini?

2. Apa perbedaan antara keadilan versi manusia dan keadilan menurut ajaran Yesus? Tuliskan dalam tabel perbandingan!

Ruang tabel jawaban

3. Menurut ajaran Yesus, apa hubungan antara iman Katolik dan sikap adil dalam hidup sehari-hari?

Pertanyaan 1: tulis jawaban dalam 3-4 kalimat di kotak yang tersedia. Pertanyaan 2: tulis dalam tabel 2 baris dengan kolom 'Keadilan Versi Manusia' dan 'Keadilan Menurut Yesus'. Pertanyaan 3: tulis jawaban dalam 3-4 kalimat.

Kegiatan 3: Aksi Keadilanku: Berani Adil Itu Hebat!

Estimasi: 25 menit

Alat & Bahan:

  • Pulpen
  • Lembar kerja

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Keadilan bukan hanya teori, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata setiap hari.
  2. Pikirkan dan amati situasi di sekitarmu: di rumah, di sekolah, dan di lingkungan masyarakat.
  3. Isilah tabel berikut dengan contoh-contoh sikap adil yang bisa kamu lakukan di setiap lingkungan.
  4. Pilihlah SALATU contoh yang paling ingin kamu lakukan minggu ini, lalu tuliskan rencana aksimu.

Pertanyaan:

1. Isilah tabel berikut dengan minimal 2 contoh sikap atau perilaku adil di setiap lingkungan!

Ruang tabel jawaban

2. Dari contoh-contoh yang kamu tulis, pilihlah SATU sikap adil yang paling ingin kamu lakukan dalam minggu ini. Tuliskan: (a) Lingkungan mana? (b) Sikap adil apa yang akan kamu lakukan? (c) Kapan kamu akan melakukannya? (d) Apa tantangan yang mungkin kamu hadapi?

3. Apa yang akan kamu rasakan jika kamu berhasil bersikap adil? Dan apa yang akan terjadi jika kamu bersikap tidak adil?

Pertanyaan 1: gunakan tabel dengan 3 kolom (Lingkungan Keluarga, Lingkungan Sekolah, Lingkungan Masyarakat) dan 2 baris isian. Pertanyaan 2: tulis jawaban dengan format (a)-(d) di kotak yang tersedia. Pertanyaan 3: tulis dalam 3-4 kalimat.

REFLEKSI

1. Setelah mempelajari keadilan menurut iman Katolik, hal baru apa yang paling berkesan untukmu? Mengapa?

2. Dari Mazmur 9:7-8 dan ajaran Yesus, apakah pandanganmu tentang keadilan berubah? Jelaskan!

3. Langkah kecil apa yang akan kamu lakukan mulai besok untuk menjadi pribadi yang lebih adil di lingkunganmu?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.