LKPDPertemuan 9Bab 3Fase CSemester 2

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Doa bagi Arwah dan Ikatan Persekutuan Gereja

LKPD ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti kelas 6 dengan topik "Doa bagi Arwah dan Ikatan Persekutuan Gereja". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN LKPD

LKPD Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 6: Doa bagi Arwah dan Ikatan Persekutuan Gereja

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti - Kelas 6

Bab 3 - Pertemuan 9

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Doa bagi Arwah dan Ikatan Persekutuan Gereja

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikDoa bagi Arwah dan Ikatan Persekutuan Gereja
Alokasi Waktu70 menit (2 JP)
Tipe Aktivitascampuran
Nama Murid.................................
Kelas.................................

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan makna mendoakan arwah orang yang telah meninggal sebagai bentuk nyata persekutuan Gereja yang menghubungkan orang hidup dan orang mati dalam Kristus.
  2. Murid mampu melibatkan diri dalam doa bagi anggota keluarga yang telah meninggal sebagai perwujudan iman akan persekutuan para kudus dalam kehidupan sehari-hari.

PETUNJUK UMUM

  • Bacalah setiap petunjuk dengan saksama sebelum mengerjakan kegiatan.
  • Kerjakan kegiatan secara berurutan dari nomor 1 hingga 3.
  • Gunakan hati dan pikiranmu untuk merenungkan makna doa bagi arwah.
  • Diskusikan dengan teman sekelompokmu untuk saling berbagi pengalaman dan pemikiran.
  • Jika ada kata atau istilah yang kurang jelas, tanyakan kepada guru.

KEGIATAN

Kegiatan 1: Merenungkan: Mengapa Kita Mendoakan Arwah?

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD cetak atau digital
  • Pena atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bacalah teks pendek berikut dalam hati atau bersama kelompokmu.
  2. Setelah membaca, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini secara individu, lalu diskusikan dengan teman sekelompokmu.
  3. Tuliskan jawabanmu pada kolom yang disediakan.

Pertanyaan:

1. Apa yang biasanya dilakukan keluargamu ketika ada anggota keluarga yang meninggal? Ceritakan secara singkat!

2. Menurutmu, mengapa orang Katolik mendoakan orang yang sudah meninggal?

3. Apa yang dimaksud dengan 'persekutuan para kudus'? Coba tuliskan pendapatmu dengan kata-katamu sendiri!

Tulis jawaban pada kolom yang disediakan (setiap pertanyaan diberi ruang 4 baris). Untuk pertanyaan diskusi, tambahkan catatan hasil diskusi di bagian bawah.

Kegiatan 2: Menyelami Makna: Mendoakan Arwah dalam Keluargaku

Estimasi: 20 menit

Alat & Bahan:

  • Lembar LKPD cetak atau digital
  • Pena atau pensil

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Bersama kelompokmu, ceritakan dan catatlah pengalaman beberapa anggota kelompok tentang tradisi mendoakan arwah dalam keluarga masing-masing.
  2. Isilah tabel berikut dengan informasi yang kamu kumpulkan.
  3. Setelah mengisi tabel, diskusikan pertanyaan yang diberikan dan tulis kesimpulan kelompokmu.

Pertanyaan:

1. Lengkapi tabel berikut dengan tiga tradisi doa untuk arwah yang dikenal dalam keluargamu atau lingkunganmu.

Ruang tabel jawaban

2. Dari tradisi-tradisi di atas, manakah yang paling sering dilakukan dalam keluargamu? Mengapa tradisi itu penting bagimu dan keluargamu?

3. Bagaimana perasaanmu ketika ikut mendoakan anggota keluarga yang sudah meninggal? Apakah kamu merasa lebih dekat dengan mereka?

Tabel 3 kolom (Nama Tradisi, Deskripsi Singkat, Alasan Dilakukan) dengan minimal 3 baris data. Jawaban pertanyaan uraian ditulis di bawah tabel.

Kegiatan 3: Aksi Nyata: Membuat Doa untuk Arwah Keluargaku

Estimasi: 30 menit

Alat & Bahan:

  • Kertas HVS/karton kecil (ukuran 10x15 cm) untuk kartu doa
  • Pensil warna/spidol/krayon
  • Pena
  • Gunting dan lem (opsional)

Petunjuk Pengerjaan:

  1. Pilihlah satu atau dua anggota keluargamu yang sudah meninggal (misalnya kakek, nenek, paman, atau saudara).
  2. Buatlah doa singkat untuk mereka. Doa boleh ditulis sendiri atau diadaptasi dari doa yang sudah kamu ketahui.
  3. Hiaslah doa tersebut di kertas/kartu yang tersedia, tambahkan gambar sederhana atau simbol iman (salib, hati, bunga) sebagai hiasan.
  4. Jika sudah selesai, bacakan doa tersebut di depan kelompokmu, lalu bersama-sama berdoa 'Bapa Kami' dan 'Salam Maria' sekaligus mendoakan semua arwah.
  5. Setelah itu, tempelkan kartu doa di tempat yang kamu bisa lihat setiap hari (misalnya di dinding kamarmu).
  6. Jawablah pertanyaan refleksi di bawah ini secara pribadi.

Pertanyaan:

1. Tulislah doa yang kamu buat di bawah ini.

2. Apa yang kamu rasakan saat membuat dan membaca doa ini? Apakah kamu merasa lebih terhubung dengan arwah dan dengan Tuhan?

3. Setelah kegiatan ini, apa rencanamu untuk terus mendoakan arwah dalam kehidupan sehari-hari?

Untuk doa: tulis di area yang disediakan (5–8 baris). Jawaban pertanyaan 2 dan 3 ditulis di kolom masing-masing. Hasil karya (kartu doa) dikumpulkan sebagai portofolio.

REFLEKSI

1. Setelah mengikuti kegiatan ini, apa hal baru yang paling berkesan tentang makna mendoakan arwah?

2. Bagaimana perasaanmu ketika mengetahui bahwa Gereja mengajarkan kita untuk tetap bersatu dengan orang-orang yang sudah meninggal melalui doa?

3. Apa satu kebiasaan baru yang ingin kamu lakukan untuk mendoakan arwah anggota keluargamu atau umat lain yang telah meninggal?

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka lkpd pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.